Startup
Dipublikasikan oleh Viskha Dwi Marcella Nanda pada 11 Februari 2025
Shopee, sebuah platform e-commerce berbasis di Singapura, dikabarkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala besar di seluruh wilayah operasionalnya. Selain di Asia Tenggara, Shopee juga memiliki bisnis yang tersebar di Taiwan, Meksiko, Cile, Brasil, dan Kolombia, seperti yang dilansir oleh TEMPO.CO, Jakarta. Keputusan tersebut telah diumumkan kepada karyawan dalam sebuah pertemuan yang dipimpin oleh seorang eksekutif dari Sea Group, perusahaan induk Shopee. PHK tersebut dilakukan untuk merasionalkan bisnis, meskipun alasan secara spesifik tidak diungkapkan kepada karyawan.
Para staf Shopee diinformasikan bahwa mereka akan menerima pemberitahuan melalui email yang akan memuat nama-nama karyawan yang terkena dampak PHK. Dilaporkan oleh Dealstreetasia pada Senin, 13 Juni 2022, PHK yang dilakukan Shopee telah memengaruhi karyawan di beberapa pasar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Thailand, dan Vietnam. Proses PHK ini dilakukan melalui email oleh perusahaan.
Rencana PHK ini muncul hanya beberapa bulan setelah kabar tentang keputusan Shopee untuk menutup operasinya di India dan memberhentikan lebih dari 300 pekerja di negara tersebut. Secara khusus, PHK di Thailand kabarnya hampir memangkas setengah dari tim ShopeePay dan ShopeeFood. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Shopee Indonesia terkait hal ini. Namun, berdasarkan instastory @ecommurz, ShopeePay dan ShopeeFood Indonesia tampaknya tidak terkena dampak PHK massal tersebut.
Kinerja keuangan Sea Group, induk Shopee
Meskipun ada rencana PHK massal yang sedang diperbincangkan, Sea Group sebenarnya mencatat peningkatan pendapatan pada kuartal pertama tahun 2022. Namun, sebagian besar pendapatan perusahaan masih berasal dari lini Garena, yang berfokus pada industri gim. Pendapatan Sea Group naik 64,4% secara tahunan menjadi US$ 2,9 miliar, tetapi rugi bersihnya juga meningkat 37,4% secara tahunan menjadi US$ 580,13 juta.
Meskipun masih mengalami kerugian, bisnis Shopee menunjukkan perbaikan. Transaksi meningkat 71,3% secara tahunan menjadi US$ 1,9 miliar, sementara GMV (Gross Merchandise Value) tumbuh 38,7% menjadi US$ 17,4 miliar. Shopee saat ini menghadapi tantangan dari kenaikan inflasi dan suku bunga yang dapat mempengaruhi konsumsi. Sebelumnya, Shopee telah menutup bisnisnya di Prancis dan India karena tidak sesuai dengan ekspektasi.
Di Asia Tenggara, persaingan dalam bisnis pesan-antar makanan daring antara Shopee, Grab, dan GoTo sangat ketat. Hingga akhir tahun 2021, Grabfood dan Foodpanda masih mendominasi pasar dengan GMV tertinggi, diikuti oleh Gofood milik GoTo. ShopeeFood menempati posisi keempat dalam hal GMV.
Sumber: bisnis.tempo.co
Startup
Dipublikasikan oleh Viskha Dwi Marcella Nanda pada 11 Februari 2025
Startup Genome dan Dealroom menghitung sejumlah sektor perusahaan rintisan atau startup yang mengalami peningkatan (scaleup) pada 2023.Peningkatan terbesar berasal dari sektor biofarma, gabungan bioteknologi dan farmasi, dengan jumlah 1.821 peningkatan. Teknologi finansial alias financial technology (fintech) mengekor di posisi kedua dengan jumlah 1.745 peningkatan. Ketiga, pemasaran atau marketing sebesar 853. Ketiga, startup transportasi sebanyak 960.

Perusahaan perangkat lunak atau software menyusul di posisi keempat dengan jumlah 941. Lalu ada pemasaran atau marketing sebesar 853. Sektor lainnya yang mengisi daftar 10 startup dengan peningkatan tertinggi yakni energi, media, keamanan, pangan, dan platform kesehatan dengan jumlah peningkatan startup-nya terlihat pada grafik. Startup Genome menyebut, peningkatan di atas angka 1.100 kali dikategorikan atau berfokus pada pemberian dampak pada pengguna. Ada juga peningkatan terhadap deep tech atau kedalaman teknologinya. "Sekitar 18% dari seluruh peningkatan global adalah deep tech dan ~9% adalah dampak," tulis Startup Genome.
Berbagai definisi digunakan untuk menetapkan standar peningkatan terhadap sebuah startup. Menurutnya, sebuah startup berada pada tahap peningkatan, ketika telah menentukan dan membuktikan skalabilitas model bisnisnya. Skalabilitas merupakan kemampuan suatu sistem menangani penambahan beban yang diberikan. Startup Genome mengusulkan definisi sederhana, praktis, dan objektif untuk skala peningkatan, yakni startup yang memiliki valuasi U$50 juta atau lebih.
Adapun alasan menggunakan standar kucuran investasi dari modal ventura (venture capital/VC) sebab menawarkan keuntungan karena dilaporkan secara luas, selain objektif dan diverifikasi oleh pihak ketiga. Lebih dari 100 ribu pemilik startup global disurvei dalam laporan ini. Startup Genome memberi catatan, penghitungan ganda dalam daftar ini bisa saja terjadi karena peningkatan skala mungkin memenuhi syarat bagi dua sektor atau industri, terkecuali perusahaan perangkat lunak.
Sumber: databoks.katadata.co.id
Startup
Dipublikasikan oleh Viskha Dwi Marcella Nanda pada 11 Februari 2025
Startup atau perusahaan rintisan di seluruh dunia saat ini tengah melewati masa atau tech winter. Sepanjang tahun ini saja, sudah terjadi 508 kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan startup di seluruh dunia. Dilansir dari laman resmi Trueup https://www.trueup.io/layoffs, PHK tersebut berdampak pada 87.457 karyawan. Adapun, PHK terbaru karyawan startup dilakukan Arete IR yaitu startup yang bergerak di bidang cybersecurity.
Arete IR dikabarkan PHK 90 karyawan atau 25 persen dari jumlah karyawannya. Tech Winter di Indonesia juga terlihat, saat ini sudah ada 10 startup di Tanah Air mengikis jumlah karyawan sejak awal tahun. Berikut daftar Startup di Indonesia yang melakukan PHK sejak awal tahun:
TaniHub Pada awal Maret 2022, TaniHub menghentikan seluruh layanan bisnis ke konsumen (B2C), termasuk menghentikan operasional gudang di Bandung dan Bali. Keputusan ini diambil untuk mempertajam fokus pada pertumbuhan segmen bisnis ke bisnis (B2B), yang menyebabkan PHK bagi sejumlah karyawan.
SiCepat Sama seperti TaniHub, SiCepat mengumumkan PHK terhadap ratusan karyawan di berbagai departemen yang tidak memenuhi standar penilaian perusahaan. Jumlah karyawan yang terkena dampak tersebut kurang dari 1% dari total karyawan.
LinkAja PT. Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja melakukan reorganisasi yang berdampak pada PHK sejumlah karyawan, dengan jumlah yang direorganisasi kurang dari 200 orang.
Zenius Startup edukasi teknologi Zenius mengumumkan PHK kepada 25% karyawan mereka, disebabkan oleh dampak kondisi makroekonomi saat ini.
JD.ID Startup e-commerce JD.ID mengakui adanya PHK sebagai bagian dari program restrukturisasi perusahaan, terkait dengan dampak penyebaran virus Corona di China yang memengaruhi bisnis online dan offline.
Mobile Premier League Startup gim dan turnamen asal India Mobile Premier League menutup operasionalnya di Indonesia, yang berdampak pada PHK terhadap 10% karyawan atau sebanyak 100 orang.
LINE Startup telekomunikasi LINE mengakui adanya PHK terhadap karyawan, tetapi jumlahnya tidak mencapai 80 karyawan seperti yang diberitakan. LINE sedang berfokus kembali pada bisnis teknologi keuangan di Indonesia.
Beres.Id Startup asal Malaysia Koadim mengumumkan penutupan seluruh operasi layanannya, dengan alasan pandemi Covid-19. Semua entitas bisnis di Singapura dan Filipina juga akan ditutup.
Pahamify Startup edutech Pahamify mengonfirmasi PHK kepada sejumlah karyawan sebagai bagian dari adaptasi terhadap kondisi makroekonomi yang sedang terjadi.
Mamikos Startup penyedia layanan pencarian dan sewa kos hunian sementara, Mamikos, mengkonfirmasi adanya PHK kepada karyawan karena adanya restrukturisasi yang dipertimbangkan berdasarkan kondisi pasar dan ekonomi.
Sumber: teknologi.bisnis.com
Startup
Dipublikasikan oleh Viskha Dwi Marcella Nanda pada 11 Februari 2025
Pemangkasan karyawan terus berlanjut di kalangan startup dengan MasterClass, platform pendidikan daring, yang dilaporkan telah melakukan PHK terhadap 20% karyawan. Menurut CEO MasterClass, David Rogier, langkah ini diambil untuk menyesuaikan diri dengan kondisi makro yang memburuk dan mencapai kemandirian lebih cepat. Meskipun sekitar 120 orang di hampir seluruh tim terdampak PHK, tidak ada eksekutif C-suite yang terpengaruh, kata juru bicara MasterClass yang dikonfirmasi oleh TechCrunch.
Rogier menegaskan bahwa misi perusahaan untuk memungkinkan siapapun belajar dari yang terbaik tetap tidak berubah. Langkah sulit yang diambil diharapkan akan memperkuat posisi perusahaan, baik secara finansial maupun strategis, kata Rogier. Perusahaan akan menawarkan paket pesangon berupa 11 minggu gaji pokok kepada seluruh karyawan, dengan tambahan 1 minggu untuk setiap tahun yang dihabiskan di MasterClass.
MasterClass telah berkomitmen untuk menyediakan jaminan kesehatan karyawan sampai akhir tahun, serta memberikan layanan kesehatan mental dan bantuan kerja selama 3 bulan ke depan. Perangkat kantor, seperti laptop, juga bisa disimpan untuk penggunaan pribadi. Meskipun demikian, perusahaan tidak akan membekukan rekrutmen. Ketika ditanya lebih lanjut tentang penyebab PHK, juru bicara menunjuk pada pernyataan Rogier di Twitter dan LinkedIn.
Sebelumnya, MasterClass telah mengejutkan dengan menyediakan konten pendidikan jarak jauh yang aspirasional dari selebritas seperti Serena Williams dan Issa Rae. Mereka juga menawarkan konten berbayar bergaya dokumenter. MasterClass telah mengumpulkan lebih dari US$460 juta dalam pendanaan dari investor seperti IVP, NEA, dan Owl Ventures. Mereka menawarkan biaya berlangganan tahunan sebesar US$180 bagi pengguna untuk mengakses perpustakaan konten. Model berlangganan ini telah menjadi sumber pendapatan utama bagi MasterClass, mencakup sekitar 80% pendapatannya pada tahun 2018, dan kini menjadi 100%.
Sumber: cnbcindonesia.com
Startup
Dipublikasikan oleh Viskha Dwi Marcella Nanda pada 11 Februari 2025
Startup edutech Habiskerja mengumumkan saat ini tengah membuka program 1000 beasiswa yang diperuntukkan ke mahasiswa dan fresh graduate. Para mahasiswa dan fresh graduate yang terpilih nantinya akan mendapatkan mentoring langsung dari ahli di berbagai bida digital perusahaan ternama di Indonesia. Dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (3/7/2022), program ini diharapkan bisa melihat besarnya digital skill di era digital yang makin berkembang beberapa tahun ke depan. Program ini sekaligus meningkatkan inklusivitas digital skill di kalangan mahasiswa.
Perlu diketahui, Habiskerja hadir dengan visi menyukseskan transformasi digital di Indonesia. Selain membantu para job-seeker untuk memulai karir digital, Habiskerja juga berfokus menjembatani para pekerja kantoran, fresh graduate, dan mahasiswa menambah pemasukan lewat pekerjaan paruh waktu. Habiskerja juga menawarkan peningkatan kemampuan yang fleksibel dengan metode video-based learning. Namun tidak hanya itu, startup ini juga rutin mengadakan sharing session untuk tiap kelas bagi member setiap bulannya.
Saat ini, pengenalan kemampuan digital memang dibutuhkan banyak kalangan. Terlebih, pandemi Covid-19 telah berdampak pada perubahan pola aktivitas masyarakat, termasuk pendorong digitalisasi di hampir semua sektor. "Sekarang itu udah zamannya GIG Economy dimana digital skill sangat dibutuhkan banyak kalangan. Skill ini menjadi salah satu skill yang sangat prospektif di masa depan," tutur Founder dan CEO Habiskerja.com Haitsam Shiddiq Siregar dalam Seminar Nasional di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Di samping itu, proses migrasi digitalisasi yang terjadi secara nasional membutuhkan banyak talenta sebagai roda penggerak. Karenanya, Habiskerja.com hadir untuk membantu talenta yang mengalami kesulitan bisa mulai menekuni digital skill sebagai profesi baru. Menurut Digital Marketing Consultant & Mentor di Habiskerja.com Muhammad Darun, di luar sana sebenarnya banyak talenta yang ingin terjun ke dunia digital, tapi masih bingung untuk memulai dari mana. Hal ini pun banyak dirasakan oleh para lulusan baru. "Nah, dengan adanya Habiskerja yang diprakarsai oleh mas Haitsam, semoga bisa membantu siapapun dalam memberikan pengarahan dan materi yang terstruktur dari pengalaman para expertise di bidangnya," ujarnya.
Sumber: liputan6.com
Startup
Dipublikasikan oleh Viskha Dwi Marcella Nanda pada 11 Februari 2025
Startup edutech Quipper menghadirkan materi dan fitur baru untuk mendukung belajar siswa. Quipper juga memutakhirkan aplikasi dan memperkenalkan figur inspiratif 'Teman Belajar Quipper.' Peningkatan dan update layanan dan fitur baru Quipper ini bertujuan agar siswa mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna dan nyaman untuk mengejar ketertinggalan capaian belajar atau learning loss akibat pandemi.
Sekadar informasi, dua tahun terakhir saat pandemi, learning loss memicu capaian belajar yang menurun. Untuk itu, dibutuhkan pemulihan pada sektor pendidikan agar bisa bangkit dari ketertinggalan. Salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi learning loss adalah dengan melakukan pembelajaran tatap muka 100 persen.
Dikatakan oleh Subkor Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang SMP dan SMA Disdik DKI, Horale Tua Simanullang, kini sebagian besar sekolah telah melakukan PTM 100 persen. "Kami terus mendorong proses belajar dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi," katanya. Di samping PTM 100 persen, teknologi terbukti menjadi solusi dalam pembelajaran jarak jauh, PTM, atau pembelajaran campuran. Sejumlah sekolah telah menerapkan teknologi dalam berbagai metode pembelajaran.
Perlu digarisbawahi juga, kesehatan mental menjadi salah satu faktor penyebab learning loss. Untuk itulah, Quipper sebagai platform teknologi yang menjadi bagian dari ekosistem pendidikan Indonesia menghadirkan fitur, materi baru, dan memperkenalkan teman belajar bagi para siswa. Head of Marketing Quipper Indonesia Dedy Purwanto menyebut, Quipper mengusung campaign #JadiLebihSiap untuk menambah semarak momen kembali ke sekolah.
"Quipper ingin hadir di setiap momen belajar siswa, baik yang sedang beradaptasi dengan pembelajaran tatap muka, mempertahankan prestasi belajar, hingga mengantarkan mereka meraih sekolah atau kampus impian melalui teman belajar figur inspiratif dan menambah sejumlah fitur dan materi baru," katanya.
Untuk tambahan materi baru, Quipper mengumumkan Paket Intensif SIMAK UI, Quipper Video After School, dan Quiper Video English. Sementara fitur baru yang dihadirkan meliputi Tes Kesiapan Belajar, Tes Uji Potensi, Profil Belajar, Prestasi Belajar, Forum Diskusi, Koin & XP, Live Class, serta Virtual Coaching.
Kini, Quipper juga hadir untuk pengguna iOS dan bisa diakses melalui smartphone atau desktop. Quipper Video Masterclass Manager Hanani Faiza menyebut, kenyamanan dan kebutuhan belajar siswa jadi prioritas Quipper untuk memberi pengalaman belajar berkualitas.
Sesuaikan Kebutuhan Siswa
Untuk itulah, Quipper menambah fitur dan materi baru secara berkala yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. "Masing-masing materi dan fitur memiliki tujuannya sendiri. Seperti materi Kurikulum Merdeka untuk menunjang siswa yang telah mengikuti implementasi kurikulum tersebut di sekolah," katanya.
Kemudian, materi Quipper Video English fokus pada pembelajaran Bahasa Inggris di luar kurikulum sekolah. Lalu, adanya fitur Profil Belajar dan Tes Kesiapan Belajar bertujuan untuk membantu siswa mencapai tujuan belajarnya. Fitur Forum Diskusi, Live Class, dan Virtual Coaching bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar online yang interaktif.
Sementara, fitur Prestasi Belajar dan Koin & XP hadir untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Quipper juga berkolaborasi dengan sjumlah figur publik berprestasi seperti Reybong, Jemimah Cita, dan Alshad Ahmad. Tujuannya untuk menginspirasi siswa, baik di bidang akademik atau non-akademik.
Sumber: liputan6.com