Startup
Dipublikasikan oleh Viskha Dwi Marcella Nanda pada 11 Februari 2025
Badai yang melanda startup di Indonesia masih berlanjut, setelah isu PHK, kini giliran Beres.id yang mengumumkan penghentian operasionalnya. Dikutip dari sumber resmi Beres.id, perusahaan ini menyatakan, "Dengan penuh penyesalan, kami mengumumkan bahwa Beres akan menghentikan operasionalnya mulai 30 Juni 2022." Beres.id adalah sebuah startup yang bergerak dalam bidang layanan rumah melalui teknologi. Mereka menyediakan berbagai jenis layanan, mulai dari perbaikan pipa air, AC, hingga jasa transportasi pindah rumah.
"Tumbang" gara-gara Covid-19
Beres.id merupakan bagian dari perusahaan rintisan asal Malaysia bernama Kaodim. Perusahaan yang bergerak dalam urusan jasa layanan rumah ini juga beroperasi di Singapura dan Filipina. Co-founder and CEO Kaodim Choong Fui Yu menjelaskan, pandemi Covid-19 selama 2 tahun ini jadi biang keroknya.
Ia memaparkan hal-hal yang berdampak pada bisnis adalah gangguan operasional, kekurangan tenaga kerja, dan biaya operasional yang lebih tinggi. "Maka dengan berat hati kami umumkan bahwa mulai 1 Juli 2022, Beres dan semua platform afiliasinya tidak akan beroperasi lagi," kata Choong Fui Yu dikutip Kompas.com Rabu (8/7/2022).
Pesangon karyawan tetap dibayarkan
Choong juga menyoroti bahwa keputusan ini dipengaruhi oleh inflasi dan kenaikan biaya yang terjadi belakangan ini. Ini berdampak pada permintaan pelanggan dan penyedia layanan, serta mengurangi margin dan pendapatan perusahaan. Meskipun begitu, perusahaan berjanji untuk tetap memenuhi kewajibannya kepada karyawan. Mereka akan membayar pesangon dan hak-hak lain yang mereka peroleh. Sebelumnya, beberapa startup seperti Link Aja, Tani Hub, Zenius, dan Pahamfy juga telah melakukan PHK, menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh industri startup di masa ini.
Sumber: money.kompas.com
Startup
Dipublikasikan oleh Viskha Dwi Marcella Nanda pada 11 Februari 2025
Patrick Walujo, Co-founder & Managing Partner di Northstar Advisors, memberikan pujian yang sangat tinggi kepada e-Fishery, menyebutnya memiliki profitabilitas yang melampaui Gojek, perusahaan decacorn. Menurut Patrick, pendapatan omzet e-Fishery dalam satu bulan mencapai Rp. 4 triliun, dan bisnisnya telah menghasilkan keuntungan. Hal ini membuatnya lebih menguntungkan daripada Gojek. e-Fishery juga mendapatkan perhatian dari dunia internasional, terbukti dari pendanaan yang melibatkan nama-nama besar seperti Temasek, Sequoia, dan Softbank.
Patrick menceritakan bahwa pertemuan pertamanya dengan pendiri e-Fishery, Gibran Huzaifah, terjadi ketika Gibran baru saja lulus dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Gibran berbagi ide awalnya tentang membuat alat dengan sensor untuk memberi makan ikan sesuai dengan pergerakannya.
Meskipun awalnya meragukan efektivitas ide tersebut, Patrick akhirnya terkesan dengan semangat dan ide Gibran, sehingga memberikan pendanaan awal untuk e-Fishery. Selama perkembangannya, e-Fishery telah mengalami pertumbuhan yang pesat. Mereka tidak hanya melayani petani ikan dengan menyediakan alatnya, tetapi juga memberikan modal kerja dan membeli ikan-ikan tersebut untuk dijual ke restoran. Menurut Patrick, model bisnis yang ditawarkan oleh e-Fishery adalah asli dari Indonesia, dan bisnis serupa di negara lain tidak seberhasil di Indonesia. Hal ini membuatnya melihat bahwa bisnis model tersebut benar-benar orisinal dan unik.
Sumber: cnbcindonesia-com
Startup
Dipublikasikan oleh Viskha Dwi Marcella Nanda pada 11 Februari 2025
Masayoshi Son kembali mendapat pukulan bagi reputasinya, menyusul kegagalan di WeWork Inc. dan Greensill Bank AG. Klarna Bank AB, perusahaan fintech berbasis Swedia yang terkenal dengan layanan pembelian sekarang bayar nanti, adalah bukti terbaru bahwa SoftBank Group Corp. tidak beruntung dalam dunia modal ventura yang kompetitif. Meskipun SoftBank memimpin putaran pendanaan sebesar $639 juta tahun lalu, mengangkat valuasi Klarna hingga $45,6 miliar, kini perusahaan tersebut tengah berbicara untuk mengumpulkan $650 juta dari investor yang sudah ada, dengan Sequoia Capital sebagai pemimpin. Jika kesepakatan ini terealisasi, valuasi Klarna akan disetel ulang menjadi $6,5 miliar, menunjukkan penurunan signifikan dalam satu tahun saja.
Pendaratan Kecelakaan
Pendaratan yang buruk bagi SoftBank terjadi lagi dengan penilaian ulang Klarna dalam putaran pembiayaan terbaru, yang berdampak pada kerugian Vision Fund kedua. Meskipun Klarna adalah investasi yang lebih kecil dalam hal jumlah dana yang terlibat, dampaknya terhadap reputasi Masayoshi Son tetap signifikan. Vision Fund kedua, yang sebelumnya mengalami penilaian ulang yang merugikan terhadap WeWork, sekarang akan mencatatkan kerugian besar dengan penilaian ulang saham Klarna. Per 31 Maret, dana senilai $56 miliar ini hanya mencatat keuntungan investasi sebesar $0,8 miliar.
Sementara itu, Sequoia, yang telah menjadi pendukung Klarna sejak awal, berhasil mempertahankan posisinya dengan baik. Dukungan jangka panjang Sequoia terhadap Klarna, termasuk investasi sejak 2010 dan memimpin putaran pendanaan pada 2014 dan 2019, memberinya keuntungan stabil. Michael Moritz dari Sequoia, yang juga menjabat sebagai ketua Klarna, tidak terlalu terpengaruh oleh penurunan valuasi ini karena posisinya yang kuat dalam perusahaan.
Di sisi lain, Tiger Global Management telah mengambil alih SoftBank sebagai pemodal ventura terkemuka. Dengan strategi yang agresif dan fokus pada hubungan perbankan yang kuat, Tiger berhasil mengumpulkan dana besar dalam waktu singkat, mengancam dominasi SoftBank dan lembah Silicon Valley. Sequoia sendiri menemukan cara untuk bersaing dengan model investasi Tiger, dengan merombak strukturnya menjadi penasihat investasi untuk menarik investor yang lebih memilih pendekatan yang lebih fleksibel.
Sequoia dilaporkan berhasil mengumpulkan dana baru yang signifikan, termasuk dana fokus AS senilai hingga $2,25 miliar, serta dukungan besar dari afiliasi China. Ini menunjukkan komitmen Sequoia untuk mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain utama di dunia modal ventura, meskipun persaingan yang semakin ketat dari Tiger Global Management.
Sumber: bloomberg.com
Startup
Dipublikasikan oleh Viskha Dwi Marcella Nanda pada 11 Februari 2025
Prospek pasar grosir online di China semakin suram, dan dampaknya dirasakan oleh unit bisnis supermarket Alibaba, Freshippo (Hema). Sejak bulan Mei, Freshippo telah mulai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), terutama di departemen pengadaan dan operasi di setiap wilayah operasinya. Perusahaan telah menyiapkan kompensasi untuk karyawan yang terkena dampak, dengan sebagian besar di antaranya akan menerima N+1.
Ini bukan kali pertama Freshippo melakukan PHK setelah beralih menjadi perusahaan independen dari Alibaba Group. Pada bulan Maret, 20 persen dari total karyawan diberhentikan, dan bisnis pembelian kelompok perusahaan menarik diri dari beberapa daerah seperti Guangzhou, Shenzhen, Suzhou, Beijing, Chengdu, dan Wuhan.
Selain PHK, bonus akhir tahun untuk tim manajemen senior juga terpengaruh. Porsinya berkurang setengahnya dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, sebagian insentif karyawan masih diberikan, meskipun bonus akhir tahun tertunda pembayarannya hingga satu bulan setelahnya, menurut sumber internal.
CEO Hou Yi mengungkapkan keinginannya untuk meningkatkan profitabilitas satu toko menjadi keuntungan penuh dalam komunikasi internal pada bulan Januari. Untuk mencapai tujuan tersebut, akan dilakukan penyesuaian pada mekanisme organisasi internal, kompensasi, dan kesejahteraan karyawan.
Freshippo diharapkan untuk mengencangkan ikat pinggang saat ini, tetapi akan memperluas cakupan opsi pengeluaran dan berbagi hasil pertumbuhan dengan lebih banyak karyawan di garis depan. Namun, perusahaan harus bersaing dengan pesaing domestik seperti MissFresh, Dingdong Maicai, dan Meituan di industri ini.
Sumber: cnbcindonesia.com
Startup
Dipublikasikan oleh Viskha Dwi Marcella Nanda pada 11 Februari 2025
Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi lonjakan signifikan dalam ekonomi digital Indonesia. Pada satu dekade yang lalu, jumlah orang yang mengakses internet kurang dari 25 juta. Namun, saat ini angka tersebut telah mencapai lebih dari 212 juta orang, atau lebih dari 70% dari populasi, menurut data dari Bank Dunia yang dilaporkan oleh CNBC Indonesia. Bukan hanya itu, keberadaan startup digital juga mengalami peningkatan yang pesat. Contohnya, Bukalapak, platform e-commerce yang berhasil mengumpulkan US$1,5 miliar saat menjadi unicorn pertama yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada bulan Agustus 2021. Total komunitas startup di Indonesia pun telah tumbuh menjadi lebih dari 5.400 bisnis.
Menurut Susanto, Head of Clients and Markets and Insurance Practice Leader di KPMG Indonesia, situasi ini mirip dengan apa yang terjadi di China pada tahun 2000-an. Indonesia saat ini sedang mengalami fase awal dari perkembangan industri digitalnya. Industri ini diprediksi akan terus mengalami percepatan. Pendapatan perdagangan e-commerce Indonesia mencapai US$275 miliar pada tahun 2021 dan diperkirakan akan tumbuh sekitar 20% hingga 25% setiap tahun dalam beberapa tahun ke depan.
Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi cepat kelas menengah dan pertumbuhan yang berkelanjutan dari jumlah pengguna internet dan smartphone di Indonesia. Dalam laporan yang diterbitkan oleh KPMG bersama HSBC, startup Indonesia diprediksi akan menjadi "raksasa-raksasa" baru di Asia Pasifik. Mereka berasal dari berbagai industri seperti e-commerce, fintech, foodtech, dan SaaS.
Daftar startup RI calon raksasa Asia Pasifik
Dalam menentukan startup yang berpotensi menjadi raksasa, KPMG dan HSBC menggunakan lima kriteria. Ini mencakup keunggulan dalam teknologi dan pengetahuan, pemahaman yang mendalam terhadap pasar lokal, keahlian dalam logistik dan rantai pasok, kemampuan dalam menyesuaikan model bisnis, serta budaya perusahaan yang mampu menarik para talenta terbaik.
Berikut daftarnya :
Sumber: cnbcindonesia.com
Startup
Dipublikasikan oleh Viskha Dwi Marcella Nanda pada 11 Februari 2025
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih melanda beberapa perusahaan dunia termasuk di Indonesia. Yang terbaru ialah TikTok yang dilaporkan memangkas pegawainya dan berdampak di Amerika Serikat (AS), Uni Eropa serta Inggris, dilansir dari CNBC Indonesia, Jakarta. Nama lain yang juga malaksanakan PHK ialah Mamikos, Mobile Premier League, sampai Stoqo. Inilah beberapa perusahaan yang memberhentikan pegawainya, dilansir dari CNBC Indonesia, Jumat (22/7/2022):
1. TikTok PHK global
Laporan Wired menyebutkan sejumlah karyawan diberitahu akan kehilangan pekerjaan dan dijadwalkan diundang ke bagian SDM dalam beberapa minggu ke depan. Kebijakan PHK dan penutupan beberapa peran kosong terjadi di Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, dan Inggris. David Ortiz, salah satu karyawan eksekutif awal di luar China, mengumumkan di laman Linkedin-nya meniggalkan perusahaan. Alasan perannya dihilangkan akibat bagian dari upaya re-organisasi yang jauh lebih besar.
Juru bicara Tiktok, Anna Sopel mengatakan perusahaan sering melakukan penyesuaian pada stafnya. Ini dilakukan perusahaan dalam rangka mendukung tujuannya. "Ada sejumlah kecil peran pada tim operasi dan pemasaran yang berubah fokus, yang tidak bisa disebut 'restrukturisasi seluruh perusahaan'," kata dia. Namun Sopel menolak menjelaskan soal Ortiz yang merujuk pada upaya re-organisasi lebih besar.
2. Mamikos terimbas resesi
Aplikasi pencari indekos ini juga memutuskan memberhentikan sejumlah karyawannya. Co-founder dan CEO Mamikos, Maria Regina Anggit mengonfirmasi hal tersebut dan mengatakan perusahaan melakukan restrukturisasi untuk membuat struktur Mamikos lebih sehat dan berkelanjutan.
Selain itu alasan lainnya adalah melihat kondisi pasar dan ekonomi makro saat ini. "Upaya restrukturisasi ini dilakukan dengan adanya perubahan fokus yang salah satu dampaknya adalah pengurangan kapasitas karyawan atau layoff," ujar Maria dalam keterangan tertulis kepada CNBC Indonesia. Maria tak menyebut jumlah karyawan yang terdampak kebijakan ini. Namun berdasarkan laman Linkedin Mamikos, total pegawai perusahaan sekitar 426 orang.
3. Mobile Premier League hengkang dari RI
Mobile Premier League, platform game dan turnamen, memutuskan menutup bisnisnya di Indonesia. Alasannya karena adanya perlambatan ekosistem akibat pandemi Covid-19.
Selain itu, MPL juga dilaporkan memberhentikan 100 orang pegawai atau 10% dari total pekerjanya. Pegawai yang terdampak dijanjikan mendapatkan pesangon lengkap dan manfaat lainnya. Perusahaan asal Bengaluru, India itu juga dilaporkan menghapus produk streaming-nya di aplikasi MPL. "Beberapa bulan terakhir ini gila. Filosofi pertumbuhan dengan segala cara sekarang terbalik. Saat ini pasar menghargai pertumbuhan yang menguntungkan daripada pertumbuhan dengan segala cara," kata pendiri MPL Sai Srinivas dan Shubh Malhotra.
4. Stoqo tutup
Startup yang memasok bahan makanan segar ini diketahui telah menutup operasionalnya pada 22 April 2020 dengan alasan pandemi. Menurut laporan pegawai Stoqo mencapai 250 orang. Berbagai investor juga telah mendanai perusahaan termasuk Alpha JWC Ventures, Mitra Accel, Insignia Ventures Partners dan Monk's Hill Ventures. "Dengan berat hati, kami mengumumkan bahwa STOQO telah berhenti beroperasi," tulis perusahaan dalam website-nya.
5. Shopee rem ekspansi
Shopee dikabarkan melakukan PHK skala besar di beberapa pasar utama. Keputusan untuk melaksanakan kebijakan PHK, menurut beberapa sumber CNBC Indonesia, telah diumumkan kepada karyawan dalam pertemuan town hall secara global. Dalam memo internal yang dikutip oleh The Straits Times pada Selasa (14/6/2022), CEO Shopee Chris Feng, menyatakan bahwa pihaknya "membuat beberapa penyesuaian untuk mengoptimalkan operasi kami di segmen dan pasar tertentu".
"[Mengingat] ketidakpastian yang meningkat pada ekonomi yang lebih luas, kami percaya akan bijaksana melakukan penyesuaian yang sulit namun penting untuk meningkatkan efisiensi operasional kami dan memfokuskan sumber daya kami," kata Feng dalam memo yang sama. Beruntung, karyawan di Indonesia tidak terimbas. Shopee Indonesia mengirim pernyataan dari Direktur Eksekutif Shopee Indonesia Handhika Jahja. Dia memastikan langkah penyesuaian yang dilakukan Shopee tidak berdampak pada Indonesia. "Langkah penyesuaian yang diambil pada segmen dan pasar tertentu, dipastikan tidak melibatkan Shopee Indonesia," kata Handhika, dikutip dari keterangan resminya yang disebarluaskan pada Rabu (15/6/2022).
6. Lummo pilih fokus
Startup fintech yang didukung Jeff Bezos, Lummo (sebelumnya dikenal sebagai BukuKas) dikabarkan melaksanakan PHK kepada stafnya. Perusahaan menghentikan pula ekspansi LummoSHOP, layanan yang memungkinkan pedagang offline untuk mendirikan toko online.
Kabarnya sekitar 100 pegawai dilaporkan sudah kehilangan pekerjaan, menurut orang-orang yang mengetahui masalah itu. Keputusan diambil disebabkan situasi ekonomi global yang berdampak pada ekosistem startup dan akses sulit ke modal.
7. iPrice PHK 20% pegawai
Platform e-commerce Asia Tenggara ini juga memberhentikan 20% stafnya. PHK terjadi hanya berselang tiga bulan setelah perusahaan mengumumkan investasi US$5 juta dari Konglomerat Jepang Itochu Corporation dan KDDI Corporation.
"Dalam lingkungan ekonomi yang tidak menentu saat ini, penting untuk fokus pada produk inti perusahaan," kata Co-founder iPrice Group David Chmelař, dikutip dari Marketing Interactive.
8. Pahamify buat heboh medsos
Startup sektor pendidikan ini juga disebut melaksanakan adaptasi pada situasi ekonomi sekarang ini. "Kami sudah memutuskan untuk mengoptimalkan proses bisnis kami yang mengharuskan kami untuk berpisah dengan beberapa pegawai kami," ungkap CEO Syarif Rousyan Fikri.
"Setelah mengevaluasi bisnis kami, kami telah memutuskan untuk mengoptimalkan proses bisnis kami yang mengharuskan kami untuk berpisah dengan beberapa pegawai kami yang luar biasa". Tidak disebutkan jumlah karyawan yang terdampak atas keputusan PHK tersebut.
Sumber: cnbcindonesia.com