Manajemen Strategis

Beberapa Cara Untuk Menghadapi Persaingan Usaha

Dipublikasikan oleh Mochammad Reichand Qolby pada 30 Januari 2023


Cara Untuk Menghadapi Persaingan Usaha

1. Menciptakan Produk Yang Berbeda/Berinovasi

Memiliki produk yang memiliki keunikan tersendiri membangun banyaknya peminat konsumen untuk memilih produk tersebut dibandingkan dengan pesaingnya. Hal ini terjadi karena produk yang berbeda lebih mudah untuk diingat oleh banyak konsumen pada umumnya. Konsumen akan tertarik jika itu adalah produk inovasi dan memiliki keunggulan yang lebih banyak.

2. Tonjolkan Keunggulan Produk

Menonjolkan keunggulan sebuah produk akan memiliki daya minat dikarenakan sebuah benefil/manfaat yang didapatkan akan lebih banyak dibandingkan dengan pesaingnya. Setiap saat produk melakukan inovasi untuk menonjolkan sebuah keunggulan. Hal ini biasanya didapat saat produk sudah terjual ke pasaran, namun banyaknya komplain maupun rekomendasi apa saja yang kurang pada produk tersebut. 

3. Mempelajari Kelebihan dan Kelemahan Pesaing

Hal ini harus dipelajari sebagai acuan untuk membuat sebuah strategi yang tidak terkalahkan oleh pesaing lainnya. Strategi ini biasanya terbuat saat sudah melakukan survei maupun mendapatkan informasi bahwa apa saja yang kurang pada produk pesaing dan keunggulan pada pesaing. Hal ini dapat membantu terhadap membentuknya sebuah produk dengan memenuhi kebutuhan konsumen yang baik. 

 

Sumber : teknohits

 

Selengkapnya
Beberapa Cara Untuk Menghadapi Persaingan Usaha

Manajemen Strategis

Apa Itu Quality Function Deployment?

Dipublikasikan oleh Mochammad Reichand Qolby pada 27 Januari 2023


Quality Function Deployment

Quality Function Deployment adalah salah satu metode untuk membantu kesuksesan perubahan pada operasi bisnis yang lebih berfokus pada pencegahan (preventive), dibandingkan penekanan pada reaksi (reactive).

Penggunaan QFD dapat membantu mendefinisikan apa saja yang akan dilakukan dan perubahan apa yang dilakukan terhadap cara memperbaiki suatu proses.

Pengertian Menurut Para Ahli 

1. Yoji Akao

QFD adalah suatu metodologi untuk menterjemahkan kebutuhan dan keinginan konsumen ke dalam suatu rancangan produk yang memiliki persyaratan teknik dan karakteristik kualitas tertentu.

2. Lou Cohen

Metode terstruktur yang digunakan dalam proses perencanaan dan pengembangan produk untuk menetapkan spesifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen, serta mengevaluasi suatu produk dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.

3. Revelle

QFD juga dapat diartikan sebagai penyebaran fungsi-fungsi yang terkait dengan pengembangan produk dan pelayanan dengan mutu yang memenuhi kepuasan konsumen.

Tujuan Quality Function Development

- Mengetahui kebutuhan dan keinginan pelanggan

- Melakukan pengembangan produk

- Alat bantu untuk menganalisa kompetitor

- Menetapkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang perusahaan

 

Sumber : standarku.com

 

Selengkapnya
Apa Itu Quality Function Deployment?

Manajemen Strategis

6 Strategi Bisnis Yang Efektif Untuk Mencapai Keuntungan - Diklatkerja

Dipublikasikan oleh Mochammad Reichand Qolby pada 14 Oktober 2022


6 Strategi Bisnis Yang Efektif Untuk Mencapai Keuntungan

Dalam sebuah bisnis, strategi diperlukan untuk mengambil suatu kebijakan dan pedoman untuk membentuk sebuah komitmen dan tindakan yang terintegrasi untuk membangung sebuah keunggulan dalam persaingan bisnis untuk mencapai dan memenuhi sebuah tujuan bisnis. Adanya sebuah strategi bisnis, sebuah perusahaan akan lebih mudah untuk mengidentifikasi pasar, pesaing, pelanggan dan aspek lainnya. Berikut merupakan 6 strategi bisnis yang efektif untuk mencapai keuntungan sebuah perusahaan. 

Identifikasi Masalah Dalam Sebuah Bisnis

Untuk menunjang bisnis yang baik, sebuah bisnis harus mengidentifikasi setiap masalah yang ada dalam bisnisnya. Hal tersebut berguna untuk mempermudah suatu improvisasi maupun langkah kedepan untuk mencari solusi yang tepat dalam menunjang masalah tersebut. Jika bisnis anda mulai terlihat masalah, alangkah baiknya anda menelusuri penyebab sistem dalam bisnis anda. 

Hal ini dapat mendampak pada efisiensi untuk membuat sebuah bisnis lebih kompetitif dan dapat meningkatkan kepercayaan kepada pembeli, sehingga pendapatan bisnis akan meningkat. 

Melibatkan Semua Pihak

Melibatkan semua pihak dapat juga berdampak terhadap keberlangsungan bisnis anda. Sebuah tim akan menjadi lebih baik jika adanya sebuah kerjasama untuk membangun suatu tujuan yang dicapai. Semua merupakan demi kebaikan sebuah bisnis. 

Memperbaiki Kualitas

Kualitas dalam bisnis adalah hal penting yang perlu ditingkatkan untuk menarik banyak konsumen. Perhatikan kualitas dari beberapa unsur yang Anda jual dalam bisnis tersebut. Mulai dari kualitas kemasan, kualitas rasa (jika menjual produk makanan), kualitas isi produk, kualitas bahan baku hingga kualitas layanan yang terbaik.

Sumber : Glints.com

Mengenal Target Pasar

Sebelum menjual produk, kita sebagai pembisnis alangkah baiknya untuk mengenal konsumen dari setiap calon pembeli kita. Hal ini menjadikan pembisnis tahu terhadap apa produk yang dibutuhkan dan diinginkan oleh pasar dari produk anda. 

Kreativitas dan Inovasi

Sebuah kemunculan terhadap kreativitas merupakan sebuah modal dalam menjalankan strategi bisnis. Sebuah bisnis akan diminati oleh pasar jika mempunyai sebuah kreativitas dan inovasi dalam setiap produknya. Ide kreatif dapat menjadi sumber inspirasi dalam menciptakan suatu inovasi produk tertentu sehingga akan memberikan peluang sukses yang lebih besar pada bisnis Anda.

Berani Mengambil Risiko

Setiap bisnis memiliki risiko, tidak dipungkiri setiap mengambil keputusan kita harus memikirkan secara baik untuk tidak terjerumus terhadap hal yang salah. Salah satu cara membuat strategi agar lebih efisin yaitu anda harus siap untuk menghadapi kejadian-kejadian yang terduga maupun tidak terduga. Mengambil risiko dapat menciptakan perusahaan yang maju dan sukses

Sumber : Jurnal.id

Selengkapnya
6 Strategi Bisnis Yang Efektif Untuk Mencapai Keuntungan - Diklatkerja

Manajemen Strategis

Keekonomian Skala

Dipublikasikan oleh Merlin Reineta pada 29 Juli 2022


Keekonomian skala merupakan fenomena turunnya biaya produksi per unit dari suatu perusahaan yang terjadi bersamaan dengan meningkatnya jumlah produksi (output). Istilah keekonomian skala sering kali dicampuradukan dengan istilah Pengembalian Skala (return to scale). Keekonomian skala membahas hubungan antara biaya produksi (per unit) dengan jumlah produksi (output), sedangkan 'pengembalian skala' membahas hubungan antara jumlah produksi (output) dengan faktor-faktor produksi. Namun kedua fenomena tersebut saling berhubungan: pengembalian skala yang terjadi dari sisi biaya produksi merupakan keekonomian skala.

Penyebab

Biaya-biaya tetap dalam produksi, seperti biaya pembelian gedung, mesin atau infrastruktur produksi lainnya, merupakan penyebab utama keekonomian skala. Peningkatan hasil produksi memungkinkan suatu perusahaan untuk mengalokasikan biaya-biaya tetap tersebut dalam komponen-komponen biaya produksi per unit. Komponen biaya tetap per unit akan menurun seiring dengan meningkatnya jumlah produksi. Pada saat yang sama, biaya variabel tidak berubah.

Keekonomian skala sangat berperan pada sektor-sektor ekonomi ber-biaya tetap tinggi, misalnya pada sektor-sektor ekonomi yang berbasis infrastruktur jaringan seperti produksi tenaga listrik, angkutan jalan rel, dan sebagainya, atau pada sektor-sektor yang memerlukan investasi berbiaya tinggi untuk riset dan pengembangan seperti industri penerbangan. Dalam situasi tertentu fenomena keekonomian skala dapat memicu timbulnya monopoli alamiah.

Sumber Artikel: Wikipedia

Selengkapnya
Keekonomian Skala

Manajemen Strategis

Merger dan Akuisisi

Dipublikasikan oleh Merlin Reineta pada 29 Juli 2022


Merger adalah suatu proses penggabungan dua perusahaan atau lebih menjadi satu perusahaan saja, dimana perusahaan tersebut mengambil dengan cara menyatukan saham berupa aset dan non aset perusahaan yang di merger.

Perusahaan yang melakukan merger dengan perusahaan lainnya harus memiliki paling tidak 50% saham dan sisanya bisa di miliki oleh investor dari luar perusahaan. Dalam hal ini perusahaan yang membeli akan melanjutkan nama dan identitasnya, perusahaan pembeli juga akan mengambil baik aset maupun kewajiban perusahaan yang dibeli.

Akuisisi adalah pembelian suatu perusahaan oleh perusahaan lain atau oleh kelompok investor dimana membeli sebagian besar atau seluruh saham perusahaan lain dengan tujuan untuk mengambil kendali. Tujuan utama mengapa perusahaan bergabung dengan perusahaan lain atau melakukan akuisisi karena perusahaan akan mencapai pertumbuhan lebih cepat daripada harus membangun unit usaha sendiri selain di samping motif ekonomi yang lain yaitu mendapat keuntungan.

Akuisisi sering digunakan untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan baku atau jaminan produk akan diserap oleh pasar. 

Akuisisi berasal dari sebuah kata dalam bahasa Inggris acquisition yang berarti pengambilalihan. Kata akuisisi aslinya berasal dari bahasa Latinacquisitio, dari kata kerja acquirere.

Kata ini sering digunakan dalam konteks bisnis, misalnya: "BenQ secara resmi melakukan akuisisi terhadap salah satu bisnis mobile device (MD) milik perusahaan elektronik raksasa Jerman Siemens AG." (Kompas 13 Juni 2005).

Sumber Artikel : Wikipedia

Selengkapnya
Merger dan Akuisisi

Manajemen Strategis

Integrasi Horizontal

Dipublikasikan oleh Merlin Reineta pada 28 Juli 2022


Integrasi horizontal adalah keadaan dimana sebuah perusahaan mengintegrasikan produksi dari barang atau jasa yang masih ada di dalam satu tahap produksi di dalam rantai suplai, baik melalui ekspansi internal, akuisisi, ataupun merger.

Integrasi ini dapat mengarah ke monopoli, jika barang atau jasa yang mereka integrasikan, berhasil menguasai sebagian besar pangsa pasar.

Integrasi horizontal berbeda dengan integrasi vertikal, dimana perusahaan mengintegrasikan berbagai tahap produksi di dalam satu rantai suplai.

Aliansi Horizontal

Selain integrasi horizontal, dimana sebuah perusahaan akan mengakusisi ataupun bergabung dengan perusahaan lain untuk menciptakan integrasi, juga terdapat aliansi horizontal, dimana sebuah perusahaan akan mengadakan kontrak dengan perusahaan lain agar tercipta integrasi, namun kedua perusahaan tersebut tetap dapat berdiri sendiri, tanpa ada akusisi ataupun penggabungan.

Contoh

Contoh dari integrasi horizontal dalam industri makanan adalah bergabungnya Heinz dan Kraft pada tanggal 25 Maret 2015. Keduanya sama-sama merupakan produsen makanan olahan.

Sysco awalnya juga ingin mengakusisi US Foods, sebelum akhirnya pemerintah melarangnya. Pemerintah beralasan bahwa akuisisi ini akan menciptakan integrasi horizontal, karena keduanya sama-sama mendistribusikan makanan, perawatan kesehatan, dan fasilitas pendidikan.

Sumber Artikel : Wikipedia

Selengkapnya
Integrasi Horizontal
page 1 of 5 Next Last »