Heboh Startup Terkenal PHK Pegawai, Inilah Daftarnya

Dipublikasikan oleh Siti Nur Rahmawati

28 Juli 2022, 15.35

ekbis.sindonews.com

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih melanda beberapa perusahaan dunia termasuk di Indonesia. Yang terbaru ialah TikTok yang dilaporkan memangkas pegawainya dan berdampak di Amerika Serikat (AS), Uni Eropa serta Inggris, dilansir dari CNBC Indonesia, Jakarta.

Nama lain yang juga malaksanakan PHK ialah Mamikos, Mobile Premier League, sampai Stoqo. Inilah beberapa perusahaan yang memberhentikan pegawainya, dilansir dari CNBC Indonesia, Jumat (22/7/2022):

1. TikTok PHK global

Laporan Wired menguraikan bahwa beberapa pegawai diberitahu akan kehilangan pekerjaan dan dijadwalkan diundang ke bagian SDM dalam beberapa minggu ke depan. Kebijakan PHK dan penutupan beberapa peran kosong terjadi di Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, dan Inggris.

Salah satu pegawai eksekutif awal di luar China yakni David Ortiz, mengumumkan di laman Linkedin-nya bahwa dia meninggalkan perusahaan. Alasan perannya dihilangkan disebabkan itu adalah bagian dari upaya re-organisasi yang jauh lebih besar.

Juru bicara Tiktok, Anna Sopel menyampaikan perusahaan sering menjelankan penyesuaian pada stafnya. Ini laksanakan oleh perusahaan dalam rangka mendukung tujuannya.

2. Mamikos terimbas resesi

Aplikasi pencari indekos ini juga memutuskan memberhentikan sejumlah pegawainya. Maria Regina Anggit selaku Co-founder dan CEO Mamikos mengonfirmasi hal itu dan menyampaikan bahwa perusahaan melaksanakan restrukturisasi guna membuat struktur Mamikos lebih sehat dan berkelanjutan.

Alasan lainnya ialah melihat kondisi pasar dan ekonomi makro sekarang ini. "Upaya restrukturisasi ini dilaksanakan dengan adanya perubahan fokus yang salah satu dampaknya adalah pengurangan kapasitas pegawai atau layoff," ungkap Maria kepada CNBC Indonesia.

3. Mobile Premier League hengkang dari RI

Mobile Premier League, platform game dan turnamen, memutuskan menutup bisnisnya di Indonesia. Alasannya sebab adanya perlambatan ekosistem akibat pandemi Covid-19.

Selain itu, MPL dilaporkan pula memberhentikan 100 orang pegawai atau 10 persen dari total pekerjanya. Pegawai yang terdampak dijanjikan memperoleh pesangon lengkap dan manfaat lainnya. Perusahaan asal Bengaluru, India itu dilaporkan pula menghapus produk streaming-nya di aplikasi MPL.

4. Stoqo tutup

Startup yang memasok bahan makanan segar ini diketahui sudah menutup operasionalnya pada 22 April 2020 dengan alasan pandemi. Menurut laporan pegawai Stoqo mencapai 250 orang. Berbagai investor juga sudah mendanai perusahaan termasuk Alpha JWC Ventures, Mitra Accel, Insignia Ventures Partners dan Monk's Hill Ventures.

"Dengan berat hati, kita mengumumkan bahwa STOQO sudah berhenti beroperasi," tutur perusahaan dalam website-nya.

5. Shopee rem ekspansi

Shopee dikabarkan melaksanakan PHK skala besar di beberapa pasar utama. Keputusan untuk melakukan kebijakan PHK, menurut beberapa sumber CNBC Indonesia, sudah diumumkan kepada pegawai dalam pertemuan town hall secara global.

Dalam memo internal yang dilansir oleh The Straits Times pada Selasa (14/6/2022), CEO Shopee Chris Feng, menyampaikan bahwa pihaknya "membuat beberapa penyesuaian untuk mengoptimalkan operasi kami di segmen dan pasar tertentu".

6. Lummo pilih fokus

Startup fintech yang didukung Jeff Bezos, Lummo (sebelumnya dikenal sebagai BukuKas) dikabarkan melaksanakan PHK kepada stafnya. Perusahaan menghentikan pula ekspansi LummoSHOP, layanan yang memungkinkan pedagang offline untuk mendirikan toko online.

Kabarnya sekitar 100 pegawai dilaporkan sudah kehilangan pekerjaan, menurut orang-orang yang mengetahui masalah itu. Keputusan diambil disebabkan situasi ekonomi global yang berdampak pada ekosistem startup dan akses sulit ke modal.

7. iPrice PHK 20% pegawai

Platform e-commerce Asia Tenggara ini juga memberhentikan 20 persen stafnya. PHK terjadi hanya berselang 3 bulan sesudah perusahaan mengumumkan investasi US$5 juta dari Konglomerat Jepang Itochu Corporation dan KDDI Corporation.

"Dalam lingkungan ekonomi yang tak menentu sekarang ini, penting untuk fokus pada produk inti perusahaan," ungkap Co-founder iPrice Group David Chmelař, dilansir dari Marketing Interactive.

8. Pahamify buat heboh medsos

Startup sektor pendidikan ini juga disebut melaksanakan adaptasi pada situasi ekonomi sekarang ini. "Kami sudah memutuskan untuk mengoptimalkan proses bisnis kami yang mengharuskan kami untuk berpisah dengan beberapa pegawai kami," ungkap CEO Syarif Rousyan Fikri.

"Setelah mengevaluasi bisnis kami, kami telah memutuskan untuk mengoptimalkan proses bisnis kami yang mengharuskan kami untuk berpisah dengan beberapa pegawai kami yang luar biasa".

 


Disadur dari sumber cnbcindonesia.com

Artikel lainnya