Persaingan yang Ketat di Dunia Bisnis

Dipublikasikan oleh Farrel Hanif Fathurahman

26 Februari 2024, 01.01

Iklan yang Berdekatan di Surat Kabar Tahun 1885 - Wikipedia

Dalam ranah ekonomi, persaingan menciptakan panggung di mana berbagai perusahaan ekonomi berlomba untuk mendapatkan barang yang terbatas dengan mengatur faktor-faktor bauran pemasaran seperti harga, produk, promosi, dan distribusi. Dalam pandangan ekonomi klasik, persaingan mendorong perusahaan untuk terus mengembangkan produk, layanan, dan teknologi baru, memberikan konsumen pilihan lebih banyak dan produk yang lebih unggul. Semakin banyak pilihan yang tersedia di pasar, harga produk biasanya cenderung lebih terjangkau dibandingkan jika tidak ada persaingan (monopoli) atau persaingan yang minim (oligopoli).

Tingkat intensitas persaingan dalam suatu pasar ditentukan oleh berbagai faktor, baik dari sisi penjual maupun pembeli. Jumlah perusahaan, hambatan masuk, informasi yang tersedia, dan ketersediaan sumber daya menjadi faktor penentu. Selain itu, jumlah pembeli di pasar juga turut memengaruhi tingkat persaingan, dengan setiap pembeli memiliki keinginan membayar yang memengaruhi permintaan keseluruhan untuk produk di pasar.

Mari kita lihat contoh di industri penerbangan yang bersaing untuk pasar penerbangan penumpang Eropa-Jepang, seperti Swiss dan SAS. Mereka berkompetisi tidak hanya dalam hal harga tetapi juga dalam upaya merebut pangsa pasar dan memahami keinginan konsumen.

Daya saing, dalam konteks ekonomi, mencerminkan kemampuan dan kinerja suatu entitas - bisa berupa perusahaan, sub-sektor, atau bahkan sebuah negara - untuk menjual dan menyediakan barang serta jasa di pasar tertentu. Ini melibatkan strategi perusahaan dalam merebut pangsa pasar dari pesaingnya. Dalam kata "daya saing" terkandung semangat persaingan yang ditemukan di pasar dan industri. Konsep ini sering digunakan dalam pembahasan manajemen terkait perbandingan kinerja ekonomi nasional maupun internasional. Untuk mengukur tingkat persaingan, kita bisa melihat jumlah pesaing, kesamaan ukuran, dan seberapa besar porsi produksi industri yang dimiliki oleh perusahaan terbesar. Semakin kecil porsi ini, semakin sengit persaingannya.

Sebagai kesimpulan, persaingan ekonomi tidak hanya menciptakan dinamika bisnis yang sehat, tetapi juga mendorong inovasi dan peningkatan nilai bagi konsumen. Perusahaan yang berhasil dalam persaingan adalah yang mampu beradaptasi, membaca pasar, dan memberikan solusi terbaik. Dalam lingkungan yang kompetitif, konsumen menjadi pihak yang diuntungkan dengan beragam pilihan dan produk yang berkualitas. Namun, penting juga bagi perusahaan untuk memiliki kepekaan terhadap perubahan dan mengadopsi inovasi guna menjaga keunggulan kompetitif. Dengan demikian, persaingan tidak hanya merangsang pertumbuhan ekonomi tetapi juga menciptakan kesempatan untuk memberikan nilai maksimal bagi semua pemangku kepentingan.

Disadur dari https://en.wikipedia.org/wiki/Competition_(economics)