Badan Usaha Milik Negara
Dipublikasikan oleh Afridha Nu’ma Khoiriyah pada 10 Februari 2025
Diawali dengan pernyataan bersama antara Menteri Bappenas, Menteri Infrastruktur Swedia, dan Menteri Lingkungan Hidup Swedia pada bulan Oktober 2021, yang menekankan pentingnya ekonomi biru dalam meningkatkan perekonomian kita. Selanjutnya, kami bekerja sama dengan OECD, yang telah menyelesaikan diagnosis negara untuk ekonomi kelautan untuk Indonesia.
Setelah berdiskusi secara menyeluruh dengan Swedia dan OECD, kami sepakat untuk mengembangkan kerangka kerja sebagai titik awal. Kami mulai merumuskan konsep ekonomi biru yang disesuaikan dengan konteks unik Indonesia. Pada bulan November 2021, satu bulan kemudian, kami dengan bangga meluncurkan kerangka kerja tersebut dalam acara Pekan Kemitraan Keberlanjutan Indonesia-Swedia, dengan dukungan dari OECD. Setelah pencapaian tersebut, kami mendedikasikan waktu kurang lebih satu setengah tahun untuk menyusun peta jalan yang komprehensif.
Kami bermaksud mengirimkan pesan kepada negara-negara anggota ASEAN lainnya bahwa konsolidasi semacam itu dapat dilakukan di tingkat negara. Kami berharap dapat menginspirasi dan mendorong negara-negara anggota ASEAN lainnya untuk mengikuti jejak kami dalam mengkonsolidasikan konsep ekonomi biru untuk berbagai pemangku kepentingan dalam sebuah peta jalan yang terpadu. Kami sangat senang menerima tanggapan positif, terutama dari Filipina. Mereka menyatakan ketertarikannya untuk meniru pendekatan Indonesia dan berkomitmen untuk mengkonsolidasikan upaya mereka setelah menyaksikan pencapaian kami selama Forum Ekonomi Biru ASEAN yang diadakan di Belitung.
Kedua, sebagai Ketua ASEAN 2023, Indonesia memprioritaskan Kerangka Kerja Pengembangan Ekonomi Biru ASEAN sebagai salah satu Priority Economic Deliverables (PED). Forum Ekonomi Biru ASEAN diselenggarakan untuk memperkaya diskusi mengenai kerangka kerja dan bagaimana menginisiasi kolaborasi dan mengeksplorasi peluang pembiayaan biru.
Tujuan kami adalah agar para peserta mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai peta jalan ekonomi biru yang telah dikembangkan oleh Indonesia. Hal ini mencakup wawasan tentang kerangka kerja, bagaimana memulai implementasinya, mendorong kolaborasi, dan mengamankan pendanaan. Sebagai Ketua ASEAN saat ini, kami mempresentasikan sebuah paket komprehensif yang menampilkan Indonesia dalam mengkonsolidasikan dan mengembangkan ekonomi biru.
Menyadari bahwa tidak semua negara ASEAN memiliki perbatasan laut, kami telah memasukkan aspek air tawar dalam kerangka kerja pengembangan ekonomi biru, yang mencakup danau dan sungai. Selain itu, peta jalan ekonomi biru Indonesia juga mencakup akuakultur, yang sangat relevan bagi negara-negara yang terkurung daratan yang mengandalkan akuakultur daripada perikanan tangkap untuk industri perikanan mereka. Laos, sebagai salah satu negara yang terkurung daratan di kawasan ini, juga telah mengusulkan perspektif yang lebih luas tentang ekonomi biru, mengaitkannya dengan perdagangan. Mereka berharap bahwa meskipun tidak memiliki akses langsung ke laut, pengembangan ekonomi biru di ASEAN akan berdampak positif pada perdagangan di Laos, mendorong kemajuan dan pertumbuhan ekonomi.
Secara kebetulan, dalam konteks Indonesia, perdagangan, transportasi, dan logistik merupakan salah satu sektor prioritas dalam ekonomi biru. Oleh karena itu, aspek-aspek ini juga sangat relevan dengan pendekatan komprehensif Indonesia terhadap ekonomi biru.
T: Sektor apa saja yang diprioritaskan dalam Peta Jalan Ekonomi Biru?
TS: Pengembangan Ekonomi Biru Indonesia akan berfokus pada peningkatan sektor-sektor yang sudah mapan, yang meliputi perikanan tangkap laut dan akuakultur; industri berbasis kelautan seperti pengolahan makanan berbasis kelautan, galangan kapal, dan industri garam dan kimia; perdagangan, transportasi, dan logistik maritim; dan pariwisata.
Peta Jalan Ekonomi Biru Indonesia juga sangat mendukung pertumbuhan sektor-sektor yang sedang berkembang, yaitu energi terbarukan, bioteknologi dan bioekonomi, penelitian dan pendidikan, serta konservasi laut dan pengelolaan jasa ekosistem yang berkelanjutan. Pengembangan sektor-sektor ini merupakan upaya penting untuk memanfaatkan potensi sumber daya laut yang belum dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.
T: Apa saja potensi manfaat dan hasil yang diharapkan dari Peta Jalan Ekonomi Biru?
TS: Ekonomi Biru dibayangkan untuk menjadi sumber pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif bagi Indonesia. Visi ini diterjemahkan ke dalam tiga target utama. Pertama, kami bertujuan untuk meningkatkan Kawasan Konservasi Perairan menjadi 30% atau 97,5 juta hektar dari perairan Indonesia pada tahun 2045, mendorong lingkungan laut yang sehat, beragam, dan produktif. Kedua, kami berupaya agar sektor maritim dapat berkontribusi sebesar 15% terhadap PDB Indonesia pada tahun 2045, dengan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Terakhir, kami bercita-cita untuk melihat lapangan kerja maritim menyumbang 12% dari total lapangan kerja di Indonesia pada tahun 2045, berkontribusi pada kemakmuran bagi individu, masyarakat, provinsi, dan negara secara keseluruhan. Dengan demikian, peta jalan ekonomi biru ini diharapkan dapat memberikan banyak manfaat, terutama bagi kesejahteraan masyarakat pesisir yang mata pencahariannya bergantung pada laut.
T: Apa saja langkah konkret untuk mengimplementasikan Peta Jalan Ekonomi Biru?
TS: Langkah krusial pertama dalam mengimplementasikan Peta Jalan Ekonomi Biru adalah menyebarluaskannya kepada seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk mendorong keterlibatan dan pemahaman yang lebih kuat, sehingga menjadi referensi yang berharga bagi semua pihak. Kami berharap berbagai kementerian, lembaga, lembaga internasional, dan pemerintah daerah akan mengadopsi dan mengintegrasikan peta jalan ini ke dalam strategi dan rencana kerja mereka. Pada tahap awal implementasi (2023-2024), fokus utama kami adalah mengkonsolidasikan ekosistem ekonomi biru Indonesia dan mendorong koordinasi yang lebih baik di antara para pemangku kepentingan. Untuk memfasilitasi hal ini, kami akan membentuk Sekretariat Ekonomi Biru yang berbasis di Bappenas, yang bertanggung jawab untuk mengoordinasikan dan membina kolaborasi di antara para pihak yang relevan.
Sebagai langkah awal untuk mengimplementasikan Peta Jalan Ekonomi Biru, kami akan melakukan Penilaian Pangan Biru, yang bertujuan untuk membuat cetak biru sistem pangan berbasis laut di Indonesia. Selanjutnya, kami akan menganalisis dan menerjemahkan temuan-temuan tersebut ke dalam peraturan yang secara ideal akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat pesisir.
Peta jalan ini menguraikan rencana aksi strategis yang akan diimplementasikan dalam lima tahap, mulai dari tahun 2023 hingga 2045. Mengikuti fase pertama yang telah disebutkan sebelumnya, strategi fase kedua (2025-2029) menekankan pada peningkatan pengembangan ekonomi biru Indonesia sebagai sumber pertumbuhan baru. Hal ini mencakup peningkatan nilai tambah ekonomi biru di sektor-sektor yang sudah mapan dan meningkatkan ketahanan ketahanan pangan melalui peningkatan sistem pangan biru.
Pada fase ketiga (2030-2034), pengembangan ekonomi biru akan berkonsentrasi pada perluasan sektor ekonomi biru Indonesia melalui diversifikasi, dengan penekanan khusus pada sektor-sektor yang sedang berkembang seperti energi terbarukan, bioekonomi dan bioteknologi, serta penelitian dan inovasi. Fase ini diharapkan dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja berkualitas, yang mengarah pada kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.
Pengembangan ekonomi biru pada fase keempat (2035-2039) berfokus pada peningkatan kontribusi dan daya saing ekonomi biru Indonesia dalam rantai nilai global. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan kualitas dan rantai pasokan dari sektor-sektor yang sudah mapan dan sektor-sektor yang sedang berkembang.
Pengembangan ekonomi biru pada fase akhir (2040-2045) bertujuan untuk menciptakan ekonomi biru Indonesia yang inklusif, maju, dan berkelanjutan, memimpin keberlanjutan rantai nilai global, serta menciptakan kurva pertumbuhan baru untuk generasi berikutnya. Setiap fase akan diimplementasikan melalui serangkaian rencana aksi yang akan menjadi acuan bagi rencana kerja para pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun swasta, untuk mendukung tercapainya visi pembangunan ekonomi biru yang berkelanjutan di Indonesia.
T: Baru-baru ini, Anda berpartisipasi dalam misi studi yang difasilitasi oleh ARISE+ Indonesia, di mana Anda mengunjungi beberapa negara Eropa untuk menjalin kontak dan mengeksplorasi inovasi di bidang mobilitas perkotaan, energi terbarukan, kota berkelanjutan, dan perawatan kesehatan. Dari pengalaman yang memperkaya ini, apa yang Anda anggap sebagai hal penting yang dapat diambil, terutama terkait dengan bagaimana Peta Jalan Ekonomi Biru dapat menarik investasi di sektor energi terbarukan? Dengan cara apa saja yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan ini?
TS: Selama misi studi kami dengan ARISE+ Indonesia, kami berkesempatan untuk mengunjungi Denmark dan menyaksikan kemajuan luar biasa mereka dalam transformasi energi terbarukan. Banyaknya turbin angin menarik perhatian kami saat mereka menghiasi lanskap, dan kami juga takjub dengan keberadaan mereka di laut. Yang lebih luar biasa lagi, Denmark telah membuat langkah yang signifikan dalam mengembangkan ladang angin lepas pantai dengan berbagai jenis turbin. Mereka menggunakan turbin pondasi tetap untuk area dengan perairan yang relatif dangkal dan menggunakan turbin angin terapung untuk perairan yang lebih dalam. Tujuan ambisius mereka untuk mencapai 100% ketergantungan pada turbin angin pada tahun 2030 menunjukkan pendekatan mereka yang berpikiran maju.
Menariknya, kami pernah melakukan kunjungan kerja sebelumnya ke lokasi yang sama pada tahun 2021. Namun, kali ini, kami menggali lebih jauh dengan menjajaki lembaga-lembaga pembiayaan yang menunjukkan ketertarikannya untuk berinvestasi di Indonesia guna mendukung pengembangan sumber energi baru terbarukan, khususnya memanfaatkan arus laut dan turbin angin. Untuk Indonesia, para ahli merekomendasikan penggunaan turbin angin terapung, terutama karena wilayah Indonesia yang luas dan penyebaran penduduk yang padat. Mengembangkan ladang angin di darat dapat menyebabkan gangguan di daerah pemukiman, sementara turbin angin dengan pondasi tetap mungkin tidak cocok mengingat aktivitas seismik di Indonesia.
Seiring dengan perkembangannya, sangat penting untuk dicatat bahwa penerapan inovasi-inovasi tersebut di Indonesia memerlukan penilaian menyeluruh terhadap penerapannya pada kondisi lokal. Dengan demikian, kami dapat memastikan bahwa kemajuan ini membawa manfaat maksimal bagi masyarakat tanpa menimbulkan konflik sosial dan lingkungan. Penerapan inisiatif terobosan ini membutuhkan pemahaman yang cermat mengenai kondisi lokal, dan kami berkomitmen untuk mencapai kemajuan yang berkelanjutan bagi negara kita.
Peta jalan ekonomi biru Indonesia meletakkan dasar bagi perluasan berbagai sektor, dengan energi terbarukan sebagai salah satu prioritas utama. Pemerintah membayangkan energi terbarukan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang penting, yang mampu mendiversifikasi peluang dan memperkuat ekonomi berbasis kelautan sambil memastikan pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan di negara ini. Dalam peta jalan yang komprehensif ini, analisis SWOT terhadap sektor-sektor prioritas, termasuk energi terbarukan, menjadi dasar untuk menentukan misi, hasil, indikator, dan Rencana Aksi Strategis yang bertujuan untuk memajukan sektor energi terbarukan.
Dirancang untuk periode 2023-2045, Peta Jalan Ekonomi Biru Indonesia bertujuan untuk mengkonsolidasikan kebijakan, program, dan kegiatan. Roadmap ini mendorong pendekatan kolaboratif, menyatukan semua pemangku kepentingan dalam visi bersama untuk mendorong pengembangan dan kemajuan energi terbarukan. Dengan meletakkan dasar yang kuat ini, roadmap memfasilitasi pembuatan kebijakan dan peraturan yang lebih baik, sehingga dapat menarik investasi di sektor energi terbarukan.
T: Dapatkah Anda berbagi perspektif Anda tentang kerja sama dan kontribusi ARISE+ Indonesia dalam pengembangan Peta Jalan Ekonomi Biru? Dapatkah Anda juga berbagi pelajaran yang dapat dipetik dari kerja sama ini yang dapat memandu kolaborasi di masa depan dengan mitra pembangunan?
TS: Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ARISE+ Indonesia atas dukungan dan kontribusinya yang tak ternilai dalam pengembangan Peta Jalan Ekonomi Biru ini. Melalui studi mereka yang sangat teliti, termasuk Pengembangan Ekonomi Biru di Indonesia Berdasarkan Kerangka Kerja Permintaan dan Penawaran, penghitungan data Indeks Ekonomi Biru Indonesia (IBEI), dan Proyeksi IBEI, mereka telah memberikan kami wawasan yang sangat berguna. Hasil-hasil ini memiliki potensi untuk membentuk kebijakan tidak hanya di tingkat provinsi tetapi juga pada skala nasional.
Meskipun kami sangat puas dengan hasilnya, kami mengakui bahwa masih ada ruang untuk perbaikan. Sebagai pelajaran berharga untuk upaya di masa depan, kami percaya bahwa memiliki ahli kelautan sebagai bagian dari tim peneliti akan sangat memperkaya dimensi temuan. Keahlian dan pengalaman mereka tidak diragukan lagi akan membawa tingkat kedalaman dan pemahaman baru pada penelitian kami, mendorongnya ke tingkat yang lebih tinggi.
Seiring dengan berakhirnya program ARISE+ Indonesia, kami berterima kasih atas kerja sama dengan proyek lain yang didanai Uni Eropa yang difasilitasi oleh ARISE+ Indonesia. Kolaborasi ini akan memainkan peran penting dalam memajukan implementasi peta jalan ekonomi biru kami, yang mencakup pelaksanaan penilaian pangan biru. Kontribusi ARISE+ Indonesia sangat penting dalam mendorong visi kami ke depan, dan kami sangat menghargai dukungan mereka.
Disadur dari: ariseplus-indonesia.org
Perancangan Mesin
Dipublikasikan oleh Raynata Sepia Listiawati pada 10 Februari 2025
Design Engineer
Seorang insinyur desain adalah seorang insinyur yang berfokus pada proses desain teknik di salah satu dari berbagai disiplin ilmu teknik (termasuk sipil, mekanik, listrik, kimia, tekstil, kedirgantaraan, nuklir, manufaktur, sistem, dan struktur / bangunan / arsitektur) dan disiplin ilmu desain seperti Interaksi Manusia dan Komputer. Insinyur desain cenderung bekerja pada produk dan sistem yang melibatkan pengadaptasian dan penggunaan teknik ilmiah dan matematika yang kompleks. Penekanannya cenderung pada penggunaan fisika teknik dan ilmu terapan lainnya untuk mengembangkan solusi bagi masyarakat.
Seorang insinyur desain biasanya bekerja dengan tim insinyur lain dan jenis desainer lainnya (misalnya desainer industri), untuk mengembangkan desain konseptual dan terperinci yang memastikan suatu produk berfungsi, berkinerja, dan sesuai dengan tujuannya. Mereka juga dapat bekerja sama dengan pemasar untuk mengembangkan konsep dan spesifikasi produk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, dan dapat mengarahkan upaya desain. Di banyak bidang teknik, ada perbedaan antara "insinyur desain" dan peran teknik lainnya (misalnya insinyur perencanaan, insinyur proyek, insinyur pengujian). Analisis cenderung memainkan peran yang lebih besar untuk bidang yang terakhir, sementara sintesis lebih penting untuk bidang yang pertama; namun demikian, semua peran tersebut secara teknis merupakan bagian dari proses desain teknik secara keseluruhan.
Ketika sebuah proyek perekayasaan melibatkan keselamatan publik, para insinyur desain yang terlibat sering kali diharuskan memiliki lisensi - misalnya, sebagai Insinyur Profesional (di AS dan Kanada). Sering kali terdapat "pengecualian industri" untuk insinyur yang bekerja pada proyek hanya secara internal di organisasi mereka, meskipun ruang lingkup dan ketentuan pengecualian tersebut sangat bervariasi di seluruh yurisdiksi.
Tugas Design Engineer
Insinyur desain dapat bekerja dalam tim bersama dengan desainer lain untuk membuat gambar yang diperlukan untuk pembuatan prototipe dan produksi, atau dalam kasus bangunan, untuk konstruksi. Namun, dengan munculnya perangkat lunak CAD dan pemodelan solid, insinyur desain dapat membuat gambar sendiri, atau mungkin dengan bantuan banyak penyedia layanan perusahaan.
Tanggung jawab berikutnya dari banyak insinyur desain adalah pembuatan prototipe. Model produk dibuat dan ditinjau. Prototipe dapat bersifat fungsional atau non-fungsional. Prototipe "alfa" fungsional digunakan untuk pengujian; prototipe non-fungsional digunakan untuk pengecekan bentuk dan kesesuaian. Pembuatan prototipe virtual dan karenanya untuk solusi perangkat lunak semacam itu juga dapat digunakan. Tahap ini adalah tahap di mana kekurangan desain ditemukan dan diperbaiki, serta perkakas, perlengkapan manufaktur, dan pengemasan dikembangkan.
Setelah prototipe "alfa" diselesaikan setelah banyak iterasi, langkah selanjutnya adalah prototipe pra-produksi "beta". Insinyur desain, bekerja sama dengan insinyur industri, insinyur manufaktur, dan insinyur kualitas, meninjau proses awal komponen dan rakitan untuk kesesuaian desain dan analisis metode fabrikasi/pabrikasi. Hal ini sering kali ditentukan melalui kontrol proses statistik. Variasi dalam produk dikorelasikan dengan aspek proses dan dieliminasi. Metrik yang paling umum digunakan adalah indeks kapabilitas proses Cpk. Cpk sebesar 1,0 dianggap sebagai penerimaan awal untuk memulai produksi penuh.
Insinyur desain dapat mengikuti produk dan membuat perubahan dan koreksi yang diminta selama masa pakai produk. Hal ini disebut sebagai rekayasa "dari buaian ke liang lahat". Insinyur desain bekerja sama dengan insinyur manufaktur di seluruh siklus hidup produk, dan sering kali diminta untuk menyelidiki dan memvalidasi perubahan desain yang dapat mengarah pada kemungkinan pengurangan biaya produksi untuk secara konsisten mengurangi harga ketika produk menjadi matang dan dengan demikian dikenakan diskon untuk mempertahankan volume pasar terhadap produk pesaing yang lebih baru. Selain itu, perubahan desain juga dapat diwajibkan oleh pembaruan hukum dan peraturan.
Proses desain adalah proses yang intensif informasi, dan para insinyur desain telah terbukti menghabiskan 56% waktu mereka untuk terlibat dalam berbagai perilaku informasi, termasuk 14% secara aktif mencari informasi. Selain kompetensi teknis inti para insinyur desain, penelitian telah menunjukkan sifat penting dari atribut pribadi, keterampilan manajemen proyek, dan kemampuan kognitif mereka untuk berhasil dalam peran tersebut.
Di antara temuan yang lebih rinci lainnya, sebuah studi pengambilan sampel kerja baru-baru ini menemukan bahwa insinyur desain menghabiskan 62,92% waktunya untuk melakukan pekerjaan teknis, 40,37% untuk pekerjaan sosial, dan 49,66% untuk pekerjaan berbasis komputer. Terdapat tumpang tindih yang cukup besar di antara berbagai jenis pekerjaan ini, dengan para insinyur menghabiskan 24,96% waktu mereka untuk melakukan pekerjaan teknis dan sosial, 37,97% untuk pekerjaan teknis dan non-sosial, 15,42% untuk pekerjaan non-sosial dan teknis, serta 21,66% untuk pekerjaan non-sosial dan teknis.
Disadur dari: en.wikipedia.org
Pendidikan
Dipublikasikan oleh Muhammad Armando Mahendra pada 10 Februari 2025
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi melalui Direktorat Kelembagaan & Sumber Daya Pendidikan Tinggi Vokasi (KLSD Vokasi) mengadakan Program Non Degree Peningkatan Kompetensi Dosen. Ini merupakan program yang mendorong dan memfasilitasi pendidikan tinggi vokasi membangun ekosistim dalam menyiapkan SDM menyongsong Indonesia Emas 2045, melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi, profesi dan Industri serta peningkatan tata kelola pendidikan tinggi melalui pelatihan industri (magang) pada industri dan perguruan tinggi luar negeri yang bereputasi global. paya fasilitasi tersebut adalah bentuk komitmen pemerintah membangunan SDM Indonesia yang Unggul, Berbudaya dan Menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Terdapat beberapa skema pelatihan yang ditawarkan meliputi Sertifikasi Kompetensi, Sertifikasi Profesi dan Industri, Industrial Training/ Internship, dan Training/ Internship in higher education. Skema-skema pelatihan dan magang ini dilakukan baik di Industri serta Perguruan Tinggi dalam dan luar negeri. Durasi pelaksanaan kegiatan ini berkisar antara 2-4 minggu selama rentang bulan September – Desember 2023. Dalam penyelenggaraan dan pembiayaan kegiatan ini KLSD bekerjasala dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dari Kementrian Keuangan.
Politeknik Negeri Bandung selain menjadi penyelenggara dalam beberapa skema sertifikasi kompetensi juga berhasil mengirimkan 3 staf dosen yang telah lolos seleksi dalam skema Internship in higher education yaitu magang di perguruan tinggi yang berada di luar negeri. 3 staf dosen yang mengikuti pelatihan ini adalah Luthfi Muhammad Mauludin, Sudrajad Harris Abdulloh, dan Ayu Ratna Permanasari.
Saat ini Luthfi Muhammad Mauludin menjabat sebagai Ketua Jurusan Teknik Sipil, Sudrajat Harris Abdulloh sebagai Sekretaris Jurusan Teknik Kimia, dan Ayu Ratna Permanasari sebagai Koordinator Program Studi Sarjana Terapan Teknik Kimia Produksi Bersih di Jurusan Teknik Kimia.
Sumber: www.polban.ac.id
Selain dari inisiatif KLSD, pelatihan ini juga terselenggara berkat peran Benny Tjahjono, Professor of Sustainability and Supply Chain Management yang juga merangkap Director of Research Engagement dari Coventry University. Menurut Professor Benny Tjahjono, dengan memanfaatkan hubungan yang kuat dengan industri, Coventry mendesain program pelatihan unik ini, yang memungkinkan para pemimpin Perguruan Tinggi Vokasi untuk ‘belajar dalam kemitraan dengan industri’.
“Para pemimpin di Coventry University dan industri kami hadirkan sebagai fasilitator dan narasumber untuk melakukan transfer knowledge kepada peserta pelatihan.” “Pengalaman berinteraksi dengan world-class company dan research centre di Coventry diharapkan dapat menjadi role model untuk peningkatan kapasitas dosen PTV sebagai future leader yang mampu mendefinisikan visi berkelas dan perencanaan strategis yang berkelanjutan.”
Dalam pelaksanaannya selama 3 minggu, pelatihan ini seutuhnya berfokus pada pengembangan keterampilan dan kompetensi yang diperlukan untuk mengidentifikasi tren di dunia akademis yang sedang berkembang, memprediksi perubahan, dan menetapkan visi. Program ini mencakup berbagai topik, termasuk perencanaan strategis, inovasi, kreativitas, pemikiran desain, dan peramalan masa depan.
Sumber: www.polban.ac.id
Badan Usaha Milik Negara
Dipublikasikan oleh Afridha Nu’ma Khoiriyah pada 10 Februari 2025
Bali, Indonesia - “Berbagai kepentingan negara-negara besar sering kali berbenturan di kawasan maritim Indo-Pasifik. Kegagalan dalam mengelola tantangan-tantangan ini dapat mengancam perdamaian dan stabilitas di kawasan,” ujar Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi dalam pidato kuncinya pada pertemuan pembukaan Forum Maritim ASEAN yang diperluas (EAMF) ke-11 di Bali (02/08).
“Kita harus menghindari kawasan kita menjadi episentrum konflik. Bidang maritim memainkan peran kunci dalam menciptakan kawasan ini sebagai pusat pertumbuhan,” ujar Menlu Retno. Menlu Retno juga menyampaikan pentingnya visi bersama dalam memandu kawasan maritim Indo-Pasifik.
Pertama, memastikan bahwa laut adalah “laut perdamaian”, melalui penerapan hukum internasional secara konsisten dan memastikan tidak ada tindakan yang mengancam keamanan pihak lain. Kedua, menciptakan “lautan kerja sama” sebagai katalisator dalam membangun kepercayaan dan perdamaian yang langgeng.
Dalam hal ini, ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP) memainkan peran sentral dalam mendorong kerja sama di bidang maritim, termasuk di dalamnya sektor ekonomi biru, keamanan maritim, dan mendukung kemakmuran masyarakat pesisir. Menlu Retno mendorong agar EAMF dapat menjadi forum untuk mengembangkan dan memperkuat sinergi kebijakan terkait kerja sama dan tata kelola maritim di Indo-Pasifik.
“Semua pemangku kepentingan harus mengambil bagian dalam mewujudkan tujuan ini,” ujar Menlu Retno. Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Sidharto Suryodipuro menyampaikan pentingnya membangun kepercayaan, serta keaktifan dan sentralitas ASEAN dalam membentuk kebijakan dan tata kelola maritim di kawasan. “ASEAN juga baru saja meluncurkan edisi pertama ASEAN Maritime Outlook (AMO) yang merangkum kemajuan dan arah kerja sama maritim ASEAN dalam satu dokumen yang komprehensif,” ujar Dirjen.
EAMF dihadiri oleh perwakilan pejabat senior dari seluruh negara ASEAN, serta delapan negara mitra yaitu Amerika Serikat, Australia, India, Jepang, Korea Selatan, Rusia, Tiongkok, dan Selandia Baru. Sejumlah panelis juga hadir untuk mempresentasikan inisiatif kerja sama maritim yang mencakup aspek perdamaian, stabilitas, dan ekonomi biru. EAMF diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan ASEAN Senior Officials' Meeting (SOM) yang diselenggarakan di Bali pada tanggal 31 Juli hingga 5 Agustus 2023.
Disadur dari: kemlu.go.id
Perancangan Mesin
Dipublikasikan oleh Raynata Sepia Listiawati pada 10 Februari 2025
Otomatisasi desain elektronik
Otomatisasi desain elektronik (EDA), juga disebut sebagai desain berbantuan komputer elektronik (ECAD), adalah kategori alat perangkat lunak untuk mendesain sistem elektronik seperti sirkuit terpadu dan papan sirkuit tercetak. Alat-alat ini bekerja bersama dalam alur desain yang digunakan perancang chip untuk mendesain dan menganalisis seluruh chip semikonduktor. Karena chip semikonduktor modern dapat memiliki miliaran komponen, alat EDA sangat penting untuk desain mereka; artikel ini secara khusus menjelaskan EDA secara khusus sehubungan dengan sirkuit terpadu (IC).
Sejarah
Masa-masa awal
Otomatisasi desain elektronik paling awal dikaitkan dengan IBM dengan dokumentasi komputer seri 700 pada tahun 1950-an.
Sebelum pengembangan EDA, sirkuit terpadu dirancang dengan tangan dan ditata secara manual. Beberapa toko canggih menggunakan perangkat lunak geometris untuk menghasilkan kaset untuk photoplotter Gerber, yang bertanggung jawab untuk menghasilkan gambar eksposur monokromatik, tetapi bahkan menyalin rekaman digital dari komponen yang digambar secara mekanis. Proses ini pada dasarnya bersifat grafis, dengan penerjemahan dari elektronik ke grafis yang dilakukan secara manual; perusahaan paling terkenal dari era ini adalah Calma, yang format GDSII-nya masih digunakan sampai sekarang. Pada pertengahan 1970-an, para pengembang mulai mengotomatiskan desain sirkuit selain penyusunan dan alat penempatan dan perutean pertama dikembangkan; ketika hal ini terjadi, prosiding Konferensi Otomasi Desain mengkatalogkan sebagian besar perkembangan pada saat itu.
Era berikutnya dimulai setelah publikasi "Introduction to VLSI Systems" oleh Carver Mead dan Lynn Conway pada tahun 1980; yang dianggap sebagai buku teks standar untuk desain chip. Hasilnya adalah peningkatan kompleksitas chip yang dapat didesain, dengan akses yang lebih baik ke alat verifikasi desain yang menggunakan simulasi logika. Chip lebih mudah ditata dan lebih mungkin berfungsi dengan benar, karena desainnya dapat disimulasikan secara lebih menyeluruh sebelum konstruksi. Meskipun bahasa dan alat telah berevolusi, pendekatan umum untuk menentukan perilaku yang diinginkan dalam bahasa pemrograman tekstual dan membiarkan alat mendapatkan desain fisik yang terperinci tetap menjadi dasar desain IC digital saat ini.
Alat EDA paling awal diproduksi secara akademis. Salah satu yang paling terkenal adalah "Berkeley VLSI Tools Tarball", seperangkat utilitas UNIX yang digunakan untuk mendesain sistem VLSI awal. Yang banyak digunakan adalah peminimalisasi logika heuristik Espresso, yang bertanggung jawab atas pengurangan kompleksitas sirkuit dan Magic, platform desain berbantuan komputer. Perkembangan penting lainnya adalah pembentukan MOSIS, sebuah konsorsium universitas dan perakit yang mengembangkan cara yang murah untuk melatih para perancang chip mahasiswa dengan memproduksi sirkuit terpadu yang sesungguhnya. Konsep dasarnya adalah menggunakan proses IC yang andal, murah, dan berteknologi relatif rendah serta mengemas sejumlah besar proyek per wafer, dengan beberapa salinan chip dari setiap proyek yang tetap dipertahankan. Perakit yang bekerja sama menyumbangkan wafer yang telah diproses atau menjualnya dengan biaya, karena mereka melihat program ini membantu pertumbuhan jangka panjang mereka sendiri.
Kelahiran komersial
Tahun 1981 menandai awal mula EDA sebagai sebuah industri. Selama bertahun-tahun, perusahaan elektronik yang lebih besar, seperti Hewlett-Packard, Tektronix, dan Intel, telah mengejar EDA secara internal, dengan para manajer dan pengembang mulai keluar dari perusahaan-perusahaan ini untuk berkonsentrasi pada EDA sebagai sebuah bisnis. Daisy Systems, Mentor Graphics, dan Valid Logic Systems semuanya didirikan pada masa ini dan secara kolektif disebut sebagai DMV. Pada tahun 1981, Departemen Pertahanan AS juga mulai mendanai VHDL sebagai bahasa deskripsi perangkat keras. Dalam beberapa tahun, ada banyak perusahaan yang berspesialisasi dalam EDA, masing-masing dengan penekanan yang sedikit berbeda.
Pameran dagang pertama untuk EDA diadakan di Design Automation Conference pada tahun 1984 dan pada tahun 1986, Verilog, bahasa desain tingkat tinggi yang populer, pertama kali diperkenalkan sebagai bahasa deskripsi perangkat keras oleh Gateway Design Automation. Simulator dengan cepat mengikuti perkenalan ini, memungkinkan simulasi langsung desain chip dan spesifikasi yang dapat dieksekusi. Dalam beberapa tahun, back-end dikembangkan untuk melakukan sintesis logika.
Masa kini
Aliran digital saat ini sangat modular, dengan ujung depan menghasilkan deskripsi desain standar yang dikompilasi menjadi doa unit yang mirip dengan sel tanpa memperhatikan teknologi masing-masing. Sel mengimplementasikan logika atau fungsi elektronik lainnya melalui pemanfaatan teknologi sirkuit terpadu tertentu. Perakit umumnya menyediakan pustaka komponen untuk proses produksi mereka, dengan model simulasi yang sesuai dengan alat simulasi standar.
Sebagian besar sirkuit analog masih dirancang dengan cara manual, membutuhkan pengetahuan khusus yang unik untuk desain analog (seperti konsep pencocokan). Oleh karena itu, alat EDA analog jauh lebih tidak modular, karena lebih banyak fungsi yang diperlukan, mereka berinteraksi lebih kuat, dan komponen, secara umum, kurang ideal.
EDA untuk elektronik telah meningkat pesat dalam hal kepentingan dengan peningkatan teknologi semikonduktor yang terus menerus. Beberapa pengguna adalah operator pengecoran, yang mengoperasikan fasilitas fabrikasi semikonduktor ("fabs") dan individu tambahan yang bertanggung jawab untuk memanfaatkan perusahaan jasa desain teknologi yang menggunakan perangkat lunak EDA untuk mengevaluasi desain yang masuk untuk kesiapan produksi. Alat EDA juga digunakan untuk memprogram fungsionalitas desain ke dalam FPGA atau susunan gerbang yang dapat diprogram di lapangan, desain sirkuit terpadu yang dapat disesuaikan.
Fokus perangkat lunak
Desain
Alur desain terutama tetap dicirikan melalui beberapa komponen utama; ini termasuk:
Simulasi
Analisis dan verifikasi
Persiapan manufaktur
Keamanan fungsional
Disadur dari: en.wikipedia.org
Badan Usaha Milik Negara
Dipublikasikan oleh Afridha Nu’ma Khoiriyah pada 10 Februari 2025
Ringkasan
Strategi Laut Cina Selatan dari para calon presiden Indonesia menjadi topik utama dalam debat baru-baru ini, dengan ketiga peserta mengusulkan pendekatan yang berbeda untuk masalah keamanan utama yang melibatkan Cina. Ganjar Pranowo menyarankan Indonesia untuk mengambil langkah-langkah sementara berdasarkan Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCLOS) untuk menjaga perdamaian dan keamanan, Anies Baswedan berargumen untuk pendekatan ASEAN yang terpadu, sementara Prabowo Subianto menekankan perlunya membangun kapasitas pertahanan maritim yang kuat di Laut Natuna Utara.
Seiring dengan memanasnya pemilihan presiden Indonesia tahun 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyelenggarakan debat putaran ketiga dari lima calon presiden pada tanggal 7 Januari lalu, yang berfokus pada kebijakan luar negeri dan keamanan nasional. Laut Cina Selatan adalah salah satu poin terpenting yang dibahas.
Sengketa Laut Cina Selatan telah menjadi salah satu isu keamanan terpenting di Indonesia. Ini adalah satu-satunya titik panas di mana ada potensi bentrokan militer dengan negara-negara asing. Mempertimbangkan apa yang terjadi dengan Filipina pada Desember 2023, tampaknya Cina akan mempertahankan perilaku asertifnya di wilayah yang disengketakan.
Konflik ini juga memiliki konsekuensi karena melibatkan Cina - salah satu kekuatan yang semakin meningkat di wilayah tersebut. Strategi Indonesia akan menunjukkan bagaimana Indonesia memandang Cina sebagai mitra ekonomi yang sedang berkembang, namun juga sebagai ancaman utama.
Selama debat calon presiden pada bulan Januari, pertanyaan-pertanyaan mengenai Laut Cina Selatan ditujukan kepada Ganjar Pranowo, dan dua calon lainnya - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan mantan gubernur Jakarta Anies Baswedan - diundang untuk menanggapi jawaban dari Ganjar. Ganjar menegaskan kembali bahwa Indonesia bukanlah pihak yang bersengketa. Ia berargumen bahwa Indonesia memiliki banyak potensi untuk berperan dalam mengelola konflik. Dia secara khusus menunjukkan bahwa dalam 20 tahun terakhir, hanya ada sedikit kemajuan dalam sengketa tersebut.
Dengan adanya Deklarasi Perilaku Para Pihak di Laut Cina Selatan baru-baru ini dan negosiasi Kode Etik yang sedang berlangsung, sengketa ini masih menjadi masalah besar bagi kawasan ini. Ganjar menyarankan agar Indonesia memulai 'langkah-langkah sementara' untuk menjaga perdamaian dan keamanan di wilayah yang disengketakan. Namun, tidak jelas apa yang ia maksud dengan 'langkah-langkah sementara' dan bagaimana langkah-langkah sementara tersebut dapat mengelola konflik.
Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) menyediakan kerangka kerja untuk membuat pengaturan sementara di wilayah maritim yang tidak terbatas. Dalam praktiknya, beberapa negara telah menerapkan pengaturan sementara semacam itu dalam berbagai jenis sengketa maritim - terutama untuk menangani pengelolaan sumber daya di wilayah yang disengketakan. Namun, apa yang ingin ditawarkan oleh Ganjar tentang poin-poin ini dan bagaimana hal ini dapat membedakannya dengan Kode Etik yang sedang berjalan masih belum jelas.
Dalam pernyataan terakhirnya, Ganjar menunjukkan bahwa penting bagi Indonesia untuk memastikan hak-hak pertambangannya yang berdaulat di Laut Natuna Utara. Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi ketegangan dengan Cina terkait eksplorasi Blok Tuna Indonesia, yang menurut Cina merupakan bagian dari sembilan garis putus-putusnya.
Anies Baswedan memiliki perspektif yang berbeda, dengan menyatakan bahwa apa yang kurang dari strategi Ganjar adalah bagaimana Indonesia harus menggunakan dan menjaga kepercayaan pada ASEAN untuk menangani sengketa tersebut. Anies menunjukkan bahwa ASEAN perlu memiliki posisi yang solid dan menyatukan dalam menangani masalah ini. Anies menyebutkan bahwa masalah ASEAN dalam menghadapi Cina bermula dari negara-negara seperti Laos dan Myanmar yang memiliki hubungan dekat dengan Beijing.
Peran ASEAN di Laut Cina Selatan selalu berubah-ubah. Beberapa analis berpendapat bahwa ASEAN adalah tempat yang tepat karena memberikan posisi tawar yang lebih kuat ketika menghadapi Cina terkait masalah ini. Namun, ASEAN selalu memiliki perbedaan dalam menangani masalah ini. Pada tahun 2012, di bawah kepemimpinan Kamboja, ASEAN gagal mengeluarkan pernyataan tentang Laut Cina Selatan. Baru pada Desember 2023, ASEAN mengeluarkan pernyataan tegas mengenai masalah ini. Dengan hanya mengandalkan ASEAN, kemajuan yang signifikan di Laut Cina Selatan tidak mungkin terjadi.
Menanggapi pernyataan debat Ganjar tentang Laut Cina Selatan, Prabowo Subianto tidak menyebutkan jalan atau strategi apa pun yang harus digunakan Indonesia untuk menjaga perdamaian dan keamanan di wilayah yang disengketakan. Sebaliknya, ia hanya menggarisbawahi bagaimana Indonesia harus membangun kapasitas pertahanan maritim yang kuat sehingga dapat mempertahankan diri di Laut Natuna Utara. Pertahanan dan kemampuan maritim angkatan laut dan penjaga pantai Indonesia sangat penting. Dengan strategi ini, Prabowo adalah kandidat yang kemungkinan besar akan menerapkan kebijakan yang lebih tegas di Laut Natuna Utara dibandingkan dengan kandidat lainnya.
Namun, hanya mengandalkan kapasitas militer tidak akan secara signifikan membantu menjaga perdamaian dan keamanan di wilayah yang disengketakan. Untuk menunjukkan kepemimpinan di ASEAN, Indonesia seharusnya tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga memikirkan peran yang lebih besar dalam membantu kawasan ini untuk menghindari eskalasi dan konflik.
Dalam dokumen visi dan misi resmi masing-masing kandidat, hanya Ganjar yang tidak secara khusus menyebutkan Natuna. Anies Baswedan menunjukkan pentingnya memastikan kedaulatan, menegakkan keamanan nasional, dan melindungi sumber daya laut di Pulau Natuna.
Prabowo menyebutkan Laut Cina Selatan sebagai salah satu tantangan strategis yang dihadapi Indonesia. Dokumen-dokumennya menguraikan bahwa wilayah ini berpotensi menjadi konflik besar bagi dua negara adidaya - Amerika Serikat dan Cina. Indonesia harus mengantisipasi konflik di masa depan dan menyusun strategi untuk mengurangi potensi ancaman.
Laut Cina Selatan merupakan salah satu potensi ancaman keamanan tradisional terbesar bagi Indonesia. Strategi calon presiden di Laut Cina Selatan penting untuk memastikan kedaulatan dan hak-hak berdaulat wilayah Indonesia serta menunjukkan kepemimpinan Indonesia di ASEAN dalam menghadapi tantangan regional.
Disadur dari: eastasiaforum.org