Menjelajahi Pelabuhan 2023: Produktivitas Pelindo meningkat

Dipublikasikan oleh Nurul Aeni Azizah Sari

02 Mei 2024, 07.10

Sumber: Pinterest.com

Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatatkan peningkatan produktivitas di beberapa pelabuhan petikemas setelah penggabungan empat badan usaha milik negara (BUMN) kepelabuhanan lebih dari 2 tahun lalu. Direktur Utama PT Pelindo Terminal Petikemas, subholding PT Pelabuhan Indonesia, Muhammad Adji menjelaskan peningkatan produktivitas tersebut dinyatakan oleh perusahaan pelayaran yang menjadi pelanggan tetap BUMN tersebut.

“Level of service [perusahaan pelayaran] tersebut adalah layanan mingguan. Pelayanan mingguan pasti akan [memberikan dampak positif]. Itu efek dari transformasi Pelindo,” ujarnya kepada Bisnis akhir pekan lalu. Sebagai contoh, dia menyebutkan pengiriman dari Pelabuhan Belawan di Medan ke Pelabuhan Jayapura memakan waktu 36 hari. Padahal, sebelum ada standarisasi layanan terminal peti kemas, pengiriman dari Belawan ke Jayapura memakan waktu 42 hari. “Itu yang diterima pelanggan Pelindo setelah Pelindo melakukan transformasi,” katanya.

Adji mengatakan bahwa biaya logistik di Indonesia masih tinggi karena adanya kesenjangan antara wilayah timur dan barat Indonesia. Pada tahun 2020, ia mencatat bahwa ada tujuh pelabuhan strategis di Indonesia bagian timur, yaitu Bitung, Makassar, Biak, Ambon, Sorong, Jayapura, dan Kupang, yang membongkar 13,8 juta ton kargo dari pelayaran domestik. Sebaliknya, ketujuh pelabuhan tersebut hanya memuat 6,2 juta ton kargo.

Saat kembali dari timur, kapal-kapal dari Jakarta dan Surabaya hanya bermuatan 30% atau bahkan kosong. Sejak penggabungan pada 1 Oktober 2021, Pelindo melakukan transformasi di beberapa pelabuhan di Indonesia, termasuk pelabuhan di Indonesia Timur seperti Makassar, Ambon, dan Sorong.

Sejak September 2023, PT Pelindo telah mengelola Pelabuhan Ternato (Maluku Utara), Pelabuhan Merauke (Papua Selatan), Pelabuhan Nunukan (Kalimantan Timur), dan Pelabuhan Tarakan (Kalimantan Utara). Adji juga mengungkapkan bahwa Pelindo Terminal Petikemas ditugaskan untuk melakukan standarisasi 17 terminal petikemas dalam rangka transformasi Pelindo.

Setelah hampir dua tahun transformasi pelabuhan, ia menambahkan bahwa kecepatan kegiatan bongkar muat yang diukur berdasarkan box ship per hour (BSH) dan waktu sandar kapal semakin cepat. Secara keseluruhan, Kepala Pelindo Regional 4 Enriany Muis menambahkan transformasi di wilayahnya telah dilakukan di 13 pelabuhan dan terminal.

Sehingga produktivitas bongkar muat di Terminal Peti Kemas (TPK) Makassar dan TPK Ambon meningkat dari rata-rata 35 boks per jam per kapal menjadi rata-rata 50 boks per jam per kapal. Hal ini juga berdampak pada waktu inap kapal di pelabuhan yang semula dua hari menjadi hanya satu hari.

Enriany menambahkan peningkatan produktivitas bongkar muat juga terjadi pada kegiatan curah kering di Pelabuhan Makassar, dimana untuk bongkar muat 40.000 ton kargo yang sebelumnya membutuhkan waktu 12-13 hari, saat ini hanya membutuhkan waktu enam hari. Makassar kini memiliki tiga unit harbour mobile crane (HMC). “Kami juga telah membuka arus lalu lintas baru untuk kegiatan curah dengan menggunakan Gate 4 di Terminal Peti Kemas Makassar 1,” ujarnya dalam konferensi pers.

Pola operasi

Proses transformasi yang dilakukan di pelabuhan-pelabuhan PT Pelindo (Persero) meliputi standarisasi pola operasi dan keterampilan pekerja, digitalisasi melalui berbagai aplikasi, serta perencanaan dan pengendalian pelaksanaan pelayanan kapal, pelayanan kargo, dan pelayanan peti kemas melalui ruang kendali yang terintegrasi.

Sebagai contoh, pola operasi di seluruh pelabuhan di Regional 4 saat ini adalah 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Sebelum transformasi, setiap pelabuhan atau terminal memiliki pola masing-masing. Transformasi juga meningkatkan kinerja Pelindo Regional 4 pada semester pertama tahun 2023 dengan kunjungan kapal mencapai 208,9 juta GT, meningkat 11% dari 188,4 juta GT pada semester pertama tahun 2022. Lalu lintas kargo mencapai 21,5 juta ton/m3, meningkat 57% dari 13,7 juta ton/m3.

Jumlah peti kemas yang dibongkar pada semester pertama tahun 2023 mencapai 1,07 juta TEUs, meningkat 1% dari 1,06 juta TEUs pada tahun sebelumnya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga mengatakan bahwa pembangunan nasional masih terfokus di Indonesia bagian barat. Oleh karena itu, lalu lintas kargo di Indonesia bagian timur dan barat tidak seimbang.

Disadur dari: pwc.com