Arus Lalu Lintas Digital di Indonesia 97% nya Masih Melintasi Singapura

Dipublikasikan oleh Siti Nur Rahmawati

22 Juli 2022, 18.24

www.katadata.co.id

Telin hendak meluncurkan "second gateway " internasional di Manado yang harapannya jadi hub arus lalu lintas digital pengganti Singapore.

Arus lalu lintas digital melalui jalur kabel laut dari Indonesia ke luar negari masih wajib melalui Singapore. CEO PT. Telekomunikasi Indonesia Internasional atau Telin, Budi Satria Dharma Purba berkata bahwa hanya 3 persen arus lalu lintas yang tidak melintasi Singapore. Budi berkata sebanyak 17 kabel laut dari Indonesia ke luar negari, sebanyak 16 ataupun 97 persen menuju ke Singapore serta Malaysia. Budi mengatakan, keadaan ini penuh resiko, tidak hanya kepadatan lalu lintas trefik yang dapat kurangi kecepatan.

Resikonya sangat besar untuk ditangani begitu adanya gangguan besar di Singapore ataupun Selat Malaka," ungkap Budi saat pertemuan di Jakarta, Senin(18/7). Telin yang dimana anak usaha PT. Telkom Indonesia atau Persero (Tbk) Telkom ini hendak meluncurkan" gateway" internasional di Menado yang harapannya jadi hub arus lalu lintas digital pengganti Singapore.

Budi mengungkapkan dengan perlahan-lahan, gateway di Menado hendak untuk kurangi arus lalu lintas digital Indonesia ke Singapore. Targetnya di tahun 2025, arus lalu lintas digital tidak lagi mayoritas di Singapore. " Sekitar 50 persen - 50 persen antara gateway Singapore serta Menado. Telin menginisiasi rute kabel laut Indonesia Global Gateway (IGG) SEA - US yang menghubungkan Singapore, Manado (Indonesia), Hawaii serta langsung ke Amerika Serikat. Jalan kabel laut ini alternatif rute yang biasanya melintasi Hong Kong serta Shanghai. " Sesudah terdapat kabel IGG SEA-US, saat ini terdapat alternatif supaya tidak membawa internet Singapore sentris," ungkapnya. Kabel IGG SEA- US ini beroperasi semenjak tahun 2017, ungkap Budi, tahun depan mungkin telah penuh.

Keadaan geopolitik di Laut Cina Selatan ikut pengaruhi atensi yang besar bagi gateway Manado ini." Provider AS juga menjauhi rute Laut Tiongkok Selatan serta memilih rute IGG SEA-US," ungkap Budi.

Budi menilai, tidak hanya alasan keamanan dan supaya tidak bergantung kepada negera lain, gateway Manado diharapkan pula akan menunjang kecepatan internet yang lebih menyeluruh di daerah timur.

Bogi Witjaksono selaku Direktur Wholesale & International Service Telkom menyampaikan bahwa, satu-satunya metode supaya mereka yang ada berada di daerah timur dapat menikmati layanan yang lebih kilat ataupun setara di daerah barat dengan harga yang nyaris sama yakni dengan membuka pintu baru supaya lalu lintas tidak terpusat di satu titik saja." Ibaratnya kita membelah jalur raya. Tidak seluruhnya masuk ke pintu tol yang sama, namun pintu tolnya ditambah," ungkapnya.

Melalui gateway Manado, warga di daerah Indonesia timur dapat memperoleh mutu layanan konektivitas serta harga yang mendekati daerah barat. Disamping itu, terdapatnya gateway Manado harapannya dapat menunjang keamanan nasional bila terjadi suatu hal di daerah barat." Harapan kita, jika di sana terdapat gateway, pelaku industri digital juga tentu akan mengarah ke sana dan menunjang ekonomi digital di wilayah Indonesia bagian timur," ungkap Bogi.

 

Disadur dari sumber katadata.co.id

Artikel lainnya