Investasi
Dipublikasikan oleh Mochammad Reichand Qolby pada 27 Oktober 2022
Biaya Investasi
biaya investasi merupakan seluruh biaya yang dikeluarkan oleh entitas investor dalam perolehan suatu investasi misalnya komisi broker, biaya legal, kewajiban pajak dan pungutan lainnya di pasar modal.
Atau biasa disebut investasi merupakan biaya transaksi yang digunakan untuk segala kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan instrumen investasi.
Semakin sering bertransaksi, semakin tinggi pula biaya investasi yang harus dikeluarkan..
Beberapa Jenis Investasi Saham
1. Komisi Broker
Komisi broker merupakan biaya investasi yang dikeluarkan untuk membayar jasa pada perusahaan sekuritas. Komisi broker biasanya 0.15%-0,25% atau 0,25%-0,35% dari transaksi.
a, Biaya Transaksi BEI (evy atau IDX Levy)
Biaya transaksi BEI adalah imbal jasa yang diserahkan investour untuk pasar saham.
b. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
Investor harus membayar PPN sebesar 0,03% dari setiap transaksi jual beli saham
c. Pajak Penghasilan
Investor harus membayar PPh sebesar 0,01% dari setuap transaksi yang sifatnya final dan akan dibayarkan melalui pihak sekuritas.
2. Biaya Investasi Emas
Biaya investasi emas memiliki banyak macam, berikut adalah jenisnya :
a. Spread
Artinya adalah selisih harga beli dengan harga jual
b. Storage Cost
Artinya adalah biaya penyimpanan emas fisik jika investor memakai save deposit box di bank
c. Biaya cetak atau sertifikat
Merupakan biaya yang dikeluarkan jika investor melaksanakan tabungan emas digital. Biasanya biaya cetak ke bentuk fisik mempunyai biaya sekitar Rp 70.000 - Rp. 100.000 per gram emas.
d. Biaya transaksi jual beli
Merupakan biaya yang dikeluarkan saat investor melakukan trading emas
e. Biaya pajak penghasilan (PPh)
Investor yang memiliki NPWP biasanya terkena oleh biaya PPH yang dikenakan sebesar 0,45%. Yang tidak memiliki NPWP, besaran PPh-nya 0,9%
3. Biaya investasi reksadana
Perusahaan yang mengeluarkan reksadana harus mengeluarkan biaya:
- Biaya untuk bank kustodian dan manajer investasi.
- Biaya cetak dan distribusi prospektus.
- Biaya cetak dan distribusi laporan untuk reksa dana.
- Biaya registrasi untuk efek dan transaksi.
- Biaya notaris dan auditor.
- Biaya dana darurat untuk kebutuhan reksa dana.
- Biaya pajak.
4. Biaya investasi SBR
(SBR) atau investasi Savings Bonds Retail (SBR):
- Terdapat biaya pembukaan rekening
- Terdapat biaya pembukaan rekening surat berharga
- Terdapat biaya penyimpanan rekening surat berharga dengan periode satu tahun
- Terdapat biaya transfer dana untuk pembayaran kupon
5. Biaya ORI
(ORI) Investasi Obligasi Ritel Indonesia
- Terdapat biaya membeli ORI di pasar primer
- Biaya untuk materai
- Terdapat biaya penyimpanan dana untuk surat berharga
- Biaya pajak penghasilan 15%
6. Biaya Investasi Deposito
Besaran pajak deposito biasanya tergantung dari nilai suku bunga. Jika suatu suku bunga besar, maka pajak pun akan ikut besar.
Pajak Deposito
Besaran pajak deposito tergantung dari nilai suku bunga. Suku bunga besar, maka pajaknya juga akan semakin besar. Biasanya besaran pajak deposito mencapai 20% jika depositonya di atas Rp. 7,5 juta.
7. Biaya investasi mata uang kripto
Bagi masyarakat umum yang tertarik untuk berinvestasi pada mata uang kripto biasanya biaya yang akan dikeluarkan adalah :
- Biaya pembelian aset
- Biaya penjualan aset
- Biaya penarikan dana dan deposit
Sumber : bmoney.id
Investasi
Dipublikasikan oleh Mochammad Reichand Qolby pada 26 Oktober 2022
Macam - Macam Investasi Yang Terkenal di Indonesia
Terdapat 2 macam investasi yang terkenal di Indonesia yaitu, Investasi Jangka Panjang dan Investasi Jangka Pendek.
Investasi Jangka Panjang
Investasi ini merupakan sebuah instrumen investasi yang butuh waktu bertahun-tahun untuk menghasilkan sebuah keuntungan. Biasanya seorang investor harus menahan dan menyimpan investasi ini hingga kurang lebih 10 tahun sebelum menjualnya.
Walaupun membutuhkan waktu yang lama untuk menghasilkan keuntungan, investasi jangka panjang memiliki pendapatan yang lebih optimal dibandingkan dengan investasi jangka pendek. Namun, tidak luput juga dengan resiko yang lebih tinggi.
Investasi Jangka Pendek
Investasi ini merupakan sebuah instrumen investasi yang memiliki waktu pendapatan lebih cepat. Hal ini bisa terlihat kurang lebih 3 sampai 12 bulan. Investasi ini biasanya memiliki kualitas tinggi dan investasi ini memiliki likuid dan mudah dijual kembali.
Dibandingkan dengan investasi jangka panjang, investasi ini memiliki keuntungan yang relatif lebih rendah.
Instrumen Investasi Yang Terkenal di Indonesia
1. Deposito
Deposito mirip seperti tabungan dan memiliki risiko yang lebih rendah karena biasa digunakan oleh investor pemula. Suku bunga deposito memiliki lebih tinggi dibanding dengan tabungan biasa. Bunganya ada di kisaran 5-6% per tahunnya.
2. Emas
Emas merupakan sebuah investasi yang menarik untuk diminati. Hal ini karena emas memilikki fisik dan nilai intrinsik yang lebih jelas, tetapi tidak dipungkiri bahwa emas juga memiliki risiko yang rendah. Nilainya cenderung stabil dan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Jika ingin berinvestasi emas, sebaiknya pilih emas batangan. Berbeda dengan emas perhiasan, nilai emas batangan ini murni dinilai dari beratnya. Anda juga harus menyiapkan tempat untuk menyimpan emas yang sudah dibeli. Untuk penyimpanan sendiri, Anda bisa menyimpannya sendiri atau menyewa deposit box di bank.
3. Properti
Investasi dalam bidang properti memiliki kesamaan dengan investasi emas, hal ini karena keduanya memiliki fisik dan gambaran pada produknya. Walaupun investasi ini menarik, tetaou harus selalu mempertimbangkan risiko seperti kerusakan bangunan. Risiko investasi ini terbilang rendah, properti merupakan aset yang dapat diruskan oleh waktu.
4. Saham
Investasi saham merupakan sebuah bukti kepemilikan sebuah perusahaan. Pembeli saham pada dasarnya memrupakan membeli sebagian kepemilikan atas perusahaan yang dibeli. Return investasi saham biasanya berasal dari dividen dan pertumbuhan nilai saham itu sendiri.
5. Reksa Dana
Reksana merupakan sebuah instrumen investasi di mana dana dari beberapa investor dikumpulkan menjadi satu untuk kemudia diinvestasikan ke instrumen-instrumen investasi yang ada di pasar modal. Terdapat 5 Jenis reksa dana yaitu, pasar uang, reksana dana pendapatan tetao, reksa dana saham dan reksa dana index.
Sumber : hsbc.co.id