Badan Geologi Identifikasi 47 Komoditas Mineral Penting dan Strategis di Indonesia

Dipublikasikan oleh Cindy Aulia Alfariyani

07 Mei 2024, 08.05

Sumber: indonesiawindow.com

Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada tahun 2023 berhasil mengidentifikasi sebaran 47 komoditas mineral penting dan strategis.

Dalam melakukan eksplorasi mineral-mineral kritis tersebut, Badan Geologi bekerja sama dengan sejumlah institusi di luar negeri, termasuk Korea Institute of Geoscience.

Dalam rangka mendukung program transisi energi dan pengembangan energi hijau, Badan Geologi telah melakukan pemetaan sebaran mineral kritis dan strategis dan menemukan 47 komoditas.

“Di antara mineral kritis dan strategis yang diteliti oleh Badan Geologi adalah lithium dan boron,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid dalam konferensi pers tentang capaian Badan Geologi tahun 2023 dan rencana tahun 2024, di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/1), dikutip dari laman kementerian, Minggu.

Hasil investigasi Badan Geologi menunjukkan bahwa kandungan lithium dan boron yang cukup menjanjikan ditemukan di Provinsi Jawa Tengah yang meliputi daerah Bledug Kuwu, Bledug Cangkring, Jono, Crewek, dan Kasonga, serta di Kota Mamuju, Sulawesi Barat.

“Kami telah merekomendasikan wilayah izin usaha pertambangan logam tanah jarang yang pertama kali diusulkan di Indonesia untuk mineral-mineral yang ditemukan di Mamuju. Kedepannya, kami berharap dapat mengeluarkan lebih banyak rekomendasi untuk wilayah-wilayah lain di Indonesia,” ujar Wafid.

Boron merupakan komponen penting dalam sel bahan bakar hidrogen, yang merupakan energi alternatif untuk kendaraan listrik. Mineral ini juga merupakan bahan baku magnet neodymium-besi-boron (NdFeB) dan pyrex.

Permintaan Boron meningkat sebesar 30 persen pada tahun 2022 dan diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan permintaan dari industri kendaraan listrik dan energi terbarukan di tahun-tahun mendatang.

Selain mineral kritis dan strategis, pada tahun 2023 Badan Geologi melakukan survei hidrogen alami di Indonesia, yaitu di bagian timur Pulau Sulawesi karena daerah ini memiliki kondisi geologi yang ideal untuk pembentukan gas hidrogen alami.

“Dari hasil survei tersebut ditemukan rembesan gas hidrogen dengan kandungan 20-35 persen di daerah Tanjung Api, dan sembilan persen di daerah Bahodopi, serta gas metana abiogenik dan nitrogen dengan konsentrasi yang cukup besar,” kata Wafid.

Meskipun keekonomian sumber daya alam ini belum ditentukan, hasil survei membuktikan bahwa Indonesia memiliki sistem hidrogen alami. Studi yang lebih rinci diperlukan untuk menentukan model pembentukan, migrasi, dan mekanisme deposit elemen-elemen ini.

Disadur dari: indonesiawindow.com