Peranan Institusi dalam Pembentukan dan Pembatasan Perilaku Sosial

Dipublikasikan oleh Dimas Dani Zaini

20 Maret 2024, 10.18

Sumber: id.wikipedia.org

Institusi adalah struktur dan proses buatan manusia yang membentuk dan membatasi perilaku manusia. Semua definisi bisnis melibatkan beberapa aspek keberlanjutan dan kesinambungan. Hukum, peraturan, norma sosial, dan adat istiadat merupakan contoh institusi. Universitas memiliki tingkat otoritas dan informalitas yang berbeda-beda.

Universitas adalah institusi pembelajaran penting dalam ilmu-ilmu sosial seperti politik, antropologi, ekonomi, dan politik. Institusi primer, atau metaobjek, adalah institusi yang cukup luas untuk mencakup beberapa institusi yang berkepentingan, seperti keluarga atau uang. Institusi juga merupakan sumber utama hukum, proses formal untuk pengembangan dan penerapan aturan politik. Para sejarawan mempelajari dan mendokumentasikan asal usul, pertumbuhan, kemunduran, dan perkembangan korporasi sebagai bagian dari wacana politik, ekonomi, dan budaya.

Istilah korporasi memiliki beberapa definisi. Definisi-definisi ini mencakup berbagai tingkat formalitas dan kompleksitas organisasi. Definisi yang luas mungkin mencakup kegiatan informal namun rutin seperti jabat tangan, sedangkan definisi yang lebih sempit hanya mencakup lembaga yang sangat formal.

Menurut Wolfgang Streeck dan Kathleen Thelen, lembaga adalah "bagian dari tatanan sosial. untuk sesuatu yang bersifat sosial. " sanksi: suatu ekspektasi, yaitu ekspektasi yang disetujui atas perilaku sekelompok aktor atau kinerja suatu tugas. Artinya, yang mencakup hak dan kewajiban para pelakunya.” Para antropolog dan antropolog mempunyai definisi yang luas mengenai proses-proses yang terjadi di usaha informal. Ilmu politik sering kali mendefinisikan institusi dalam cara yang lebih formal di mana pihak ketiga harus secara andal dan dapat diprediksi menerapkan aturan-aturan yang mengatur transaksi-transaksi pihak pertama dan kedua.

Institusi juga bisa berarti sebagai keseluruhan aturan yang mengatur interaksi sosial, yang bisa berupa hukum, aturan, norma, atau kebiasaan yang diterima secara luas oleh masyarakat. Definisi-definisi tersebut mencakup kategori formal dan informal dari institusi.

Menurut Randall Calvert, institusi dapat didefinisikan sebagai "keseimbangan perilaku dalam permainan mendasar." Ini berarti "haruslah rasional bagi hampir setiap individu hampir selalu untuk mematuhi preskripsi perilaku institusi, mengingat bahwa hampir semua individu lainnya juga melakukannya."

Semua definisi institusi umumnya menyiratkan bahwa ada tingkat keberlanjutan dan kontinuitas. Hukum, aturan, konvensi sosial, dan norma-norma semuanya contoh dari institusi-institusi tersebut. Organisasi dan institusi bisa sinonim, tetapi Jack Knight menulis bahwa organisasi adalah versi yang lebih sempit dari institusi atau mewakili kumpulan institusi; keduanya berbeda dalam arti bahwa organisasi berisi institusi-institusi internal.

Sebuah institusi informal cenderung memiliki aturan yang saling dibagikan secara sosial, yang tidak tertulis namun sering diketahui oleh semua penduduk suatu negara tertentu. Praktik-praktik informal sering disebut sebagai "budaya", misalnya, klienelisme atau korupsi terkadang dinyatakan sebagai bagian dari budaya politik di suatu tempat tertentu. Namun, karena tidak ada pusat yang memandu dan mengoordinasikan kegiatan mereka, transformasi lembaga informal merupakan proses yang lambat dan lambat.

Menurut Geoffrey M. Hodgson, keliru jika mengatakan bahwa lembaga informal adalah suatu jenis pekerjaan . . bisnis . Sebaliknya, Hodgson mendefinisikan institusi sebagai "sistem aturan yang mengatur interaksi sosial".

Disadur dari Artikel : id.wikipedia.org