Badan Usaha Milik Negara

Negara Paling Penting yang Belum Anda Ketahui

Dipublikasikan oleh Afridha Nu’ma Khoiriyah pada 10 Februari 2025


Ketika anda menyebut Indonesia kepada orang Kanada, gambaran yang biasa muncul di benak mereka adalah pulau tropis Bali. Namun, negara kepulauan terbesar di dunia ini lebih dari sekadar pohon kelapa dan pantai. Indonesia adalah negara terpadat keempat di dunia, negara demokrasi terbesar ketiga, negara dengan penduduk muslim terbesar dan negara dengan ekonomi G20 yang tumbuh lebih cepat daripada Cina. Sebagai markas besar Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Indonesia merupakan model Islam yang hidup berdampingan dengan demokrasi yang baru berusia 25 tahun dan memiliki keragaman etnis.

Negara ini baru saja menyelenggarakan pemilu satu hari terbesar dan paling kompleks di dunia yang telah memberikan hasil yang mengejutkan dan memprihatinkan banyak pengamat. Sebelum beralih ke hasil pemilu tersebut dan apa maknanya, mari kita pertimbangkan terlebih dahulu beberapa konteks yang membantu menjelaskan mengapa perkembangan di Indonesia mempengaruhi Kanada dan dunia.

Indonesia adalah sebuah negara yang terdiri dari 17.000 pulau yang membentang seluas Kanada. Berada di antara Samudra Hindia dan Pasifik, negara dengan ekonomi terbesar di ASEAN ini menempati posisi geostrategis di tengah-tengah jalur laut yang sangat penting. Setelah dijajah selama 300 tahun oleh Belanda dan pada abad terakhir dijajah oleh Jepang, Indonesia saat ini sangat bergantung pada Cina untuk pertumbuhan ekonomi dan Amerika Serikat untuk keamanan dan pertahanan. Sadar akan masa lalu kolonialnya, negara demokrasi baru ini menghindari memilih di antara kekuatan-kekuatan besar, mempertahankan kebijakan luar negeri yang non-blok, aktif, dan independen. Jika dilihat dari peta, Indonesia terletak di ujung selatan garis sembilan garis putus-putus Cina yang kontroversial, yang melintasi Laut Natuna.

Garis pantai Indonesia, seperti halnya Kanada, adalah salah satu yang terpanjang di dunia. Oleh karena itu, ekonomi maritim Indonesia sangat penting. Indonesia kaya akan sumber daya alam seperti minyak, gas, batu bara, kelapa sawit, perikanan, hasil hutan, dan logam. Sejauh ini, Indonesia merupakan produsen nikel terbesar di dunia, bahan penting untuk baterai listrik. Sebanyak 275 juta penduduk Indonesia, sebagian besar berusia muda, mengandalkan basis sumber daya yang kuat untuk masa depan ekonomi mereka. Hal ini menjadikan Indonesia, dengan kelas menengahnya yang terus meningkat, sebagai salah satu pasar negara berkembang utama di dunia. Jakarta saat ini berpenduduk 10 juta jiwa, memiliki gedung-gedung pencakar langit yang mengesankan, kereta bawah tanah baru yang didesain dan didanai oleh Jepang, serta bandara yang modern.

Ada banyak ruang untuk melanjutkan pertumbuhan di negara yang semakin terhubung dengan 160 juta pengguna YouTube, di mana 51 persen dari populasinya masih belum memiliki rekening bank. Semakin banyak wirausahawan mendirikan perusahaan rintisan baru yang mengambil alih dunia, terutama di bidang fintech. Pergeseran ini melengkapi perusahaan milik negara yang kuat dan basis manufaktur sektor swasta yang sedang berkembang yang didukung oleh investasi asing langsung terutama dari Cina, Jepang, Korea, Australia, Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Ketika kita mempertimbangkan kondisi lingkungan dunia yang rapuh, Indonesia harus menjadi bagian dari persamaan. Keanekaragaman hayati di negara ini sangat mengesankan, baik di daratan dengan hutan hujannya yang luas maupun di lautan, terutama di antara terumbu karangnya yang kaya. Misalnya, orang utan, komodo, kawanan ikan tropis raksasa, dan kehidupan burung yang melimpah. Namun, ancaman terhadap alam juga mengkhawatirkan. Sebagai penghasil batu bara utama, nusantara ini membakar dan mengekspor batu bara kotor dalam jumlah besar.

Lahan gambutnya yang luas menyimpan karbon dalam jumlah yang sangat besar, yang terkadang dilepaskan ke atmosfer melalui pembakaran sebelum penanaman perkebunan kelapa sawit yang menguntungkan. Penebangan liar dan deforestasi yang didukung oleh korupsi merugikan negara. Indonesia adalah negara ketiga terbesar penyumbang sampah plastik ke lautan dunia. Jakarta yang padat penduduknya semakin tenggelam karena akuifer air tanah habis sementara permukaan air laut meningkat, membuat ibu kota rentan terhadap banjir.

Jadi bagaimana hal ini mempengaruhi Kanada? Pertaruhan ekonominya cukup besar dan terus berkembang. Indonesia adalah salah satu pasar utama Kanada untuk gandum yang diubah menjadi mie untuk pasar domestik dan ekspor. Perusahaan-perusahaan pertambangan Kanada aktif di sektor nikel, tembaga, dan emas. Pesawat terbang dan simulator penerbangan Kanada beroperasi di seluruh negeri. Manulife dan Sun Life adalah perusahaan jasa keuangan terkemuka yang tumbuh bersama dengan kelas menengah. Dana pensiun Kanada mulai berinvestasi di infrastruktur negara yang berkembang pesat. Perusahaan pulp dan kertas terbesar di Kanada, yang mengoperasikan pabrik-pabrik di seluruh negeri, dimiliki oleh orang Indonesia. Perusahaan Indonesia lainnya sedang mengembangkan terminal ekspor LNG di dekat Vancouver.

Hubungan antar pemerintah juga penting. Kanada saat ini sedang merundingkan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif dengan Indonesia. Pembicaraan ini berlangsung bersamaan dengan negosiasi untuk Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-Kanada. Kanada telah menempatkan seorang utusan perdagangan regional di Jakarta di mana sebuah kantor pembiayaan ekspor dan asuransi EDC telah dibuka. Di bawah Strategi Indo-Pasifik Kanada yang baru, tahun lalu hubungan dengan ASEAN ditingkatkan menjadi Kemitraan Strategis dengan Indonesia yang merupakan inti dari kepentingan Kanada di kawasan ini. Kunjungan angkatan laut dan pelatihan militer telah diintensifkan sejalan dengan pilar keamanan ASEAN. Beasiswa juga telah ditingkatkan sebagai bagian dari kerja sama sosial-budaya ASEAN.

Mengapa beberapa pihak mengkhawatirkan masa depan demokrasi Indonesia? Mengapa kita tidak perlu terkejut? Apa yang akan terjadi di masa depan?

Sebagai pemegang saham utama Bank Pembangunan Asia, Kanada juga membantu mendanai transisi energi di Indonesia dengan membeli dan menutup produksi pembakaran batu bara dan beralih ke energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin. Dukungan keuangan Kanada melalui ADB juga telah memperkuat basis panas bumi di Sumatra. Operasi wanatani telah difasilitasi untuk membantu melestarikan kanopi hutan hujan demi kepentingan petani. Pupuk kalium dari Saskatchewan digunakan di perkebunan kelapa sawit untuk mengintensifkan produksi dan menghindari deforestasi lebih lanjut. Kanada bermitra dengan sektor swasta dan publik Indonesia serta pihak-pihak lain dalam memerangi pencemaran plastik di laut. Bekerja sama dengan Bank Dunia dan pihak-pihak lainnya, Kanada telah membantu pemerintah Indonesia untuk meningkatkan reformasi tata kelola di bidang dana pensiun dan pengumpulan pajak.

Dengan latar belakang ini, pada tanggal 14 Februari lalu, masyarakat Indonesia memberikan suara dalam pemilihan umum di tingkat nasional dan daerah. Sejak terpilih pada tahun 2014, Joko Widodo (dikenal sebagai Jokowi) telah menjadi Presiden yang populer, Presiden pertama yang tidak berasal dari kalangan militer atau keluarga kaya yang memenangkan kursi kepresidenan. Dengan berakhirnya era Jokowi, kami akan menganalisa lebih lanjut apa arti hasil pemilihan umum bulan Februari lalu bagi masyarakat Indonesia dan pada akhirnya bagi masyarakat Kanada. Mengapa beberapa pihak khawatir tentang masa depan demokrasi Indonesia? Mengapa kita tidak perlu terkejut? Apa yang akan terjadi di masa depan?

Disadur dari: cips-cepi.ca

Selengkapnya
Negara Paling Penting yang Belum Anda Ketahui

Pendidikan

Kedutaan Besar Jepang di Indonesia Buka Beasiswa untuk Lulusan SMA dan SMK

Dipublikasikan oleh Muhammad Armando Mahendra pada 10 Februari 2025


Kedutaan Besar Jepang mengumumkan bahwa mereka menawarkan beasiswa bagi pelajar Indonesia yang telah lulus SMA atau SMK dan sederajat untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas/GAKUBU, Sekolah Tinggi Teknologi/KOSEN, dan Sekolah Tinggi Pelatihan Khusus/SENSHU di Jepang untuk tahun ajaran 2025 (April 2025). Beasiswa ini merupakan bagian dari Program Beasiswa Monbukagakusho Pemerintah Jepang.

Dalam keterangan pers yang diterima Tempo, Jumat, 19 April 2024, sebelum masuk universitas/perguruan tinggi, penerima beasiswa akan terlebih dahulu mengikuti sekolah persiapan selama satu tahun. Selama di sekolah persiapan, penerima beasiswa akan dibekali dengan pembelajaran sesuai dengan program yang dipilih.

Program GAKUBU untuk bidang studi sosial akan mempelajari pengetahuan umum Jepang, matematika, dan bahasa Inggris. Program GAKUBU untuk bidang studi IPA akan mempelajari fisika, kimia, dan biologi.

Program KOSEN akan mempelajari bahasa Jepang sesuai dengan peminatan perguruan tinggi, pengetahuan umum bahasa Jepang, matematika, dan lain-lain. Program SENSHU akan mempelajari bahasa Jepang sesuai dengan peminatan perguruan tinggi, pengetahuan umum bahasa Jepang, dan lain-lain.

Bagi pendaftar yang memilih program GAKUBU bidang studi sosial, setelah dinyatakan lulus seleksi utama, jika MEXT menilai bahwa pendaftar memiliki kemampuan bahasa Jepang yang memadai, maka pendaftar akan langsung ditempatkan di universitas tanpa mengikuti sekolah persiapan terlebih dahulu. Hal ini tergantung pada keputusan MEXT dan universitas di Jepang. Ketentuan terkait hal ini akan dijelaskan setelah lulus seleksi utama.

Bagi pelamar yang memilih program GAKUBU di bidang studi sains yang memiliki kemampuan bahasa Jepang yang kuat dan berminat untuk langsung masuk ke universitas tanpa sekolah persiapan, permohonan dapat dilakukan setelah dinyatakan lulus seleksi utama.

Untuk dapat mengajukan beasiswa ini, salah satu persyaratannya adalah memiliki nilai akademik yang baik dan lahir pada atau setelah bulan April 2000. Di antara fasilitas yang akan Anda dapatkan adalah biaya kuliah yang ditanggung sepenuhnya, tunjangan hidup sekitar 117.000 yen/bulan (Rp12 juta) dan tidak ada ikatan dinas.

Dokumen untuk seleksi beasiswa ini harus dikirim/diserahkan ke kantor Kedutaan Besar Jepang di Jakarta paling lambat tanggal 8 Mei 2024. Informasi lebih lanjut mengenai beasiswa ini dapat dilihat di situs Kedutaan Besar Jepang di Jakarta.

Disadur dari: en.tempo.co

Selengkapnya
Kedutaan Besar Jepang di Indonesia Buka Beasiswa untuk Lulusan SMA dan SMK

Teknik Mesin

Aerodinamika: Dari Konsep Kuno hingga Aplikasi Modern

Dipublikasikan oleh Raynata Sepia Listiawati pada 10 Februari 2025


Aerodinamika

Aerodinamika adalah salah satu cabang dinamika yang berkenaan dengan kajian pergerakan udara, khususnya ketika udara tersebut berinteraksi dengan benda padat. Aerodinamika adalah cabang dari dinamika fluida dan dinamika gas, dengan banyak teori yang saling berbagi pakai di antara mereka. Aerodinamika sering kali digunakan secara sinonim dengan dinamika gas alam, dengan perbedaan bahwa dinamika gas berlaku bagi semua gas.prinsipnya seperti gas yang dikeluarkan oleh bagian belakang manusia.

Deskripsi

Pada tahun 1810 Sir George Canley berpendapat bahwa udara dipaksa meniup berlawanan dengan arah gerak dari sayap dalam udara atau fluida tersebut. Kemudian pada tahun 1871 Pranoim Wenham merencanakan airfoil yang melengkung seperti bentuk dari sayap burung. Juga pada tahun ini Wenham yang pertama-tama membuat terowongan angin yang digerakkan dengan tenaga uap. Penyelidikan airfoil ini dilanjutkan oleh Wreight bersaudara dengan mengadakan percobaan-percobaan kurang lebih 150 buah air foil disamping melengkapi alat-alat kemudi untuk mengemudikan pesawat yang sedang terbang.dalam penyelidikan Iaanc Newton telah menemukan gaya-gaya udara yang melalui benda yang bergerak yaitu gaya angkat (lift dan hambatan/drag). Pada tahun 1902-1907 N Wilhelm Kutti (jerman), N.E. Janhowaki (rusia), Frederiek W. Launohoster (Inggris) menemukan teori bagaimana terjadinya gaya angkat (lift) pada airfoil.

Dengan penemuan-penemuan pada tahun-tahun di atas jelaslah bahwa aerodinamika merupakan ilmu yang masih baru, dan bukanlah suatu pengetahuan yang abstrak seperti ilmu pasti dan mekanik karena hingga kini penyelidikan-penyelidikan masih terus dilakukan.

Aerodinamika sebenarnya tidak lain daripada suatu yang mempelajari atau menyelidiki sifat-sifat udara,reaksi-reaksi dan akibat-akibat yang timbul dari gerakan udara terhadap benda yang dilalui oleh udara atau gerakan benda-benda di dalam udara tersebut. Jadi aerodinamika berarti pula pengetahuan atau penyelidikan mengenai gerakan-gerakan benda di dalam udara di mana pengertian ini sangat erat hubungannya denganilmu penerbangan.

Adapun factor-faktor yang mempengaruhi Aerodinamika:

  • Temperature (suhu udara)
  • Tekanan udara
  • Kecepatan udara
  • Kerapatan / kepadatan udara

Untuk mempelajari ilmu aerodinamika, ada beberapa hukum di antaramya

Hukum Newton

Hukum Newton I
Mengatakan bahwa benda yang diam akan tetap diam sedangkan benda yang bergerak akan tetap bergerak dalam garis lurus dan kecepatan yang tetapkecuali suatu sebab dari luar yaitu gaya yang memaksanya mengubah keadaan tersebut

Hukum Newton II
Mengatakan bahwa perubahan banyaknya gerakan berbanding langsung dengan gaya yang bekerja dan menurut garis kerja gaya tersebut. Selanjutnya Hukum Newton II mengatakan bahwa benda yang bergerak akan mendapat perlambatan.

Hukum Newton III
Mengatakan bahwa aksi sama besar dan berlawanan arah dengan reaksi. Artinya gaya yang dilaksanakan oleh dua benda terhadap sesamanya sama besar dan berlawanan arahnya.

Tinjauan

Pemahaman akan pergerakan udara (sering kali disebut "medan aliran") di sekitar suatu benda membolehkan perhitungan gaya-gaya dan momen-momen yang bertindak pada benda tersebut. Sifat-sifat sejenis yang dihitung untuk suatu medan aliran meliputi kecepatan, tekanan, kerapatan, dan temperatur sebagai fungsi posisi ruang dan waktu. Aerodinamika membolehkan definisi dan solusi persamaan untuk kekekalan massa, momentum, dan energi di dalam udara. Penggunaan aerodinamika melalui analisis matematika, hampiran empirik, percobaan lorong angin, dan simulasi komputer membentuk landasan ilmiah bagi pesawat terbang dan sejumlah teknologi lainnya.

Persoalan-persoalan aerodinamik dapat dikelompokkan menurut lingkungan alirannya. Aerodinamika eksternal adalah kajian aliran di sekitar benda-benda padat dengan bentuk yang berbeda-beda. Pengevaluasian gaya angkat dan gaya hambat pada sebuah pesawat terbang bersayap diam atau gelombang kejut yang terbentuk di depan moncong roket merupakan contoh-contoh aerodinamika eksternal. Aerodinamika internal adalah kajian aliran melalui bagian-memanjang di dalam benda padat. Misalnya, aerodinamika internal mencakup kajian aliran udara melalui enjin jet atau melalui pipa penyaman udara.

Pemahaman akan pergerakan udara (sering kali disebut "medan aliran") di sekitar suatu benda membolehkan perhitungan gaya-gaya dan momen-momen yang bertindak pada benda tersebut. Sifat-sifat sejenis yang dihitung untuk suatu medan aliran meliputi kecepatan, tekanan, kerapatan, dan temperatur sebagai fungsi posisi ruang dan waktu. Aerodinamika membolehkan definisi dan solusi persamaan untuk kekekalan massa, momentum, dan energi di dalam udara. Penggunaan aerodinamika melalui analisis matematika, hampiran empirik, percobaan lorong angin, dan simulasi komputer membentuk landasan ilmiah bagi pesawat terbang dan sejumlah teknologi lainnya.

Persoalan-persoalan aerodinamik dapat dikelompokkan menurut lingkungan alirannya. Aerodinamika eksternal adalah kajian aliran di sekitar benda-benda padat dengan bentuk yang berbeda-beda. Pengevaluasian gaya angkat dan gaya hambat pada sebuah pesawat terbang bersayap diam atau gelombang kejut yang terbentuk di depan moncong roket merupakan contoh-contoh aerodinamika eksternal. Aerodinamika internal adalah kajian aliran melalui bagian di dalam benda padat. Misalnya, aerodinamika internal mencakup kajian aliran udara melalui enjin jet atau melalui pipa penyaman udara.

Persoalan-persoalan aerodinamik dapat juga dikelompokkan menurut perbandingannya terhadap laju suara, yaitu laju aliran di bawah, di sekitar, atau di atas laju suara. Suatu persoalan disebut subsonik jika semua laju dalam persoalan tersebut lebih kecil daripada laju suara, transonik jika laju di atas dan di bawah laju suara kedua-duanya hadir (biasanya ketika laju karakteristik hampir menyamai laju suara), supersonik ketika laju aliran karakteristik lebih besar daripada laju suara, dan hipersonik ketika laju aliran sangat-lebih-besar daripada laju suara. Para aerodinamikawan tidak sepakat dalam hal ketepatan definisi aliran hipersonik; bilangan Mach minimum untuk aliran hipersonik berada pada kisaran 3 sampai 12.

Pengaruh viskositas dalam aliran memberikan klasifikasi ketiga. Beberapa persoalan mungkin hanya akan menghadapi efek viskos sangat kecil pada solusinya, di mana kasus viskositas dianggap dapat diabaikan. Hampiran terhadap persoalan-persoalan ini disebut aliran invisid. Aliran di mana viskositas tidak dapat diabaikan disebut aliran viskos.

Sejarah

Gagasan mula-mula – zaman kuno sampai abad ke-17

Lukisan sebuah desain mesin terbang, karya Leonardo da Vinci (kira-kira tahun 1488). Mesin ini merupakan sebuah ornitopter, dengan sayap yang mengepak serupa dengan sayap burung, kali pertama disajikan dalam karyanya Kodeks tentang Penerbangan Burung pada tahun 1505.

Manusia telah memanfaatkan gaya-gaya aerodinamik selama ribuan tahun berupa kapal layar dan kincir angin. Gambar-gambar dan kisah-kisah penerbangan telah muncul sepanjang sejarah ditulis, misalnya kisah legendaris Icarus dan Daedalus. Meskipun pengamatan beberapa efek aerodinamik seperti hambatan angin (misalnya gaya geser) telah ditulis oleh Aristoteles, Leonardo da Vinci, dan Galileo Galilei, sangat sedikit usaha telah dilakukan untuk mengembangkan teori kuantitatif yang menyeluruh mengenai aliran udara sebelum abad ke-17.

Pada tahun 1505, Leonardo da Vinci menulis Kodeks tentang Penerbangan Burung, salah satu risalah terawal mengenai aerodinamika. Dia menulis untuk kali pertama bahwa pusat massa seekor burung yang sedang terbang tidaklah koinsiden dengan pusat tekanannya, dan dia menjelaskan konstruksi ornitopter, dengan sayap yang mengepak, serupa sayap burung.

Sir Isaac Newton ialah orang pertama yang mengembangkan teori kelembaman udara, membuatnya menjadi salah satu aerodinamikawan perdana. Sebagai bagian dari teori itu, Newton memandang bahwa pergeseran disebabkan oleh dimensi benda, kerapatan fluida, dan kecepatan pangkat dua. Ini semua terbukti benar untuk laju aliran rendah. Newton juga mengembangkan sebuah hukum untuk gaya geser pada lempengan datar yang condong ke arah aliran fluida. Dengan menggunakan F untuk gaya geser, ρ untuk kerapatan, S untuk luas lempengan datar, V untuk kecepatan aliran, dan θ untuk sudut kecondongan, hukum ini disajikan sebagai

{\displaystyle F=\rho SV^{2}\sin ^{2}(\theta )}

Persamaan ini tidak benar untuk perhitungan pergeseran dalam sebagian besar kasus. Pergeseran pada lempengan datar mendekati linear dengan sudut kecondongan, berkebalikan kuadratik dengan tindakan pada sudut kecil. Rumus Newton dapat menggiring seseorang untuk percaya bahwa penerbangan lebih sukar daripada yang sebenarnya, karena salah memperkirakan pergeseran ini dan dengan demikian juga gaya dorong yang diperlukan, dan keadaan ini ikut serta menunda penerbangan manusia. Meski demikian, rumus ini lebih tepat digunakan untuk lempengan yang sangat ramping ketika sudut membesar dan pemisahan aliran terjadi, atau jika laju aliran tergolong supersonik.

Aerodinamika

Aerodinamika merupakan ilmu yang mempelajari, meneliti dan mengembangkan karakteristik gerakan aliran udara di sekitar permukaan benda dengan bentuk tertentu untuk mengetahui distribusi tekanan udara sekitar permukaan benda tersebut serta menetapkan gaya dan momen yang dibangkitkannya.

Pentingnya Aerodinamika: Contoh contoh Historis

Jika kita melihat sejarah, bisa dikatakan ada tiga periode sejarah berkenaan dengan perkembangan aerodinamika ini, periode pertama dimulai dari aerodinamika pada kapal tahun 1588, di mana ketika itu kapal dari spanyol memiliki ukuran yang besar dan memiliki massa yang besar, sebaliknya kapal kapal inggris memiliki ukuran yang kecil dan memiliki massa yang kecil juga. Pada periode kedua pada tahun 1901 Wilbur dan Orville wright mendisain glider yang desain aerofoil sayapnya berdasarkan data data aerodinamika yang diterbitkan pada tahun 1890 oleh Otto Lilienthal dan Samuel Pierpont Langley, sayangnya desain tersebut tidak membuahkan hasil alias gagal, pada tahun yang sama yaitu 1901 wright merancang sebuah wind tunnel yang memiliki panjang 6 feet dan luas penampang 16 inchi persegi kemudian lebih dari 200 bentuk aerofoil dan sayap yang berbeda diuji atau dites dalam wind tunnel tersebut akhirnya diperoleh data data aerodinamika. Berdasarkan data data tersebut wright mendesain kembali glidernya yang baru pada tahun 1902, aerofoilnya lebih efisien dan membuahkan hasil. Sejak saat itu terjadi perkembangan yang amat pesat di dunia penerbangan terutama dari segi aerodinamikanya.

Perioda selanjutnya yaitu perioda ketiga mengenai perkembangan roket dan penerbangan ruang angkasa, penerbangan high speed atau supersonik menjadi pembicaraan yang hangat dalam aerodinamika setelah perang dunia kedua, saat itu aerodinamika sudah tidak dipandang sebelah mata lagi dalam artian sudah dihargai dalam membuat berbagai bentuk benda agar benda tersebut memiliki drag yang kecil. Pada tahun 1953 bom hidrogen diledakkan oleh amerika lalu dikembangkanlah ICBMs (Intercontinental Balistic Missile), ICBMs tersebut didesain untuk bisa melewati luar atmosfer yang memiliki kecepatan 20.000 sampai dengan 22.000 ft/s, karena kecepatan tersebut maka timbullah masalah baru dalam aerodinamika yaitu temperatur. Agar panas yang ditimbulkan seminimal mungkin, kita harus membuat alirannya laminer karena aliran yang laminer akan sedikit menimbulkan panas jika dibandingkan dengan aliran yang turbulen. Permasalah heat aerodinamic ditanggulangi oleh H Julian Allen, dia memperkenalka n konsep blunt reentry body.

Pada saat memasuki atmosfer vehicles memiliki energi kinetik yang besar sebab kecepatannya sangat tinggi begitu pula dengan energi potensialnya karena ketinggiannya bertambah menjadi lebih tinggi dibandingkan ketika pada saat di permukaan bumi, pada saat sampai dipermukaan bumi vehicles memiliki energi kinetik yang cenderung kecil dan energi potensialnya nol, energinya hilang dan berubah menjadi panas pada badan/body dan panas udara disekitar body. Shock wave dan hidung pesawat membuat panas aliran udara di sekeliling pesawat pada saat yang sama badan pesawat mengalami gesekan yang hebat antara boundary layer dengan permukaan sehingga menimbulkan panas. Allen berpendapat jika energi masuk atmosfer yang besar itu bisa dibuang dalam aliran udara maka panas sisa yang tidak begitu besar ini bisa diserap oleh pesawat itu sendiri, sedangkan cara untuk membuat yang panas adalah udara di sekeliling pesawat yaitu dengan membuat shockwave yang kuat, misalnya dengan ujung yang tumpul, sehingga shock wave dapat membuat panas udara di sekeliling pesawat.

Aerodinamika: Klasifikasi dan Kenyataan Kenyataan Praktis

Perbedaan antara padat, cair dan gas jika ditinjau dari keadaan fisik. Zat padat jika dimasukkan kedalam ruangan tertutup maka bentuknya tetap tidak berubah, zat cair jika dimasukkan kedalam ruangan tertutup maka bentuknya akan berubah sesuai dengan bentuk tempatnya, sedangkan gas jika dimasukkan kedalam ruangan tertutup akan memenuhi ruangan. Perbedaan antara padat dan fluida (gas dan cair) jika ditinjau dari tegangan dan deformasi, zat padat jika diberi gaya tangensial pada permukaannya maka akan mengalami deformasi yang terbatas, jika fluida dikenakan gaya geser maka fluida itu akan berdeformasi terus menerus, dan tegangan gesernya atau shear stressnya sebanding dengan perubahan deformasi rata rata. Selanjutnya perbedaan padat, cair dan gas jika ditinjau dari atom atom dan molekul molekul yang menyusunnya, zat padat molekul molekulnya rapat dan bentuk struktur geometri dari elektron adalah struktur geometri padat, liquid atau cair ruang antar molekulnya besar dan walaupun gaya antar molekul masih kuat tetapi masih memungkinkan pergeseran molekul, sedangkan gas jarak antara molekul cenderung lebih jauh sehingga gaya antar molekulnya kecil menyebabkan pergerakan molekulnya bergerak dengan bebas.

Dinamika fluida merupakan ilmu yang mempelajari dinamika dari fluida dan gas. Dinamika fluida terbagi menjadi tiga bagian yaitu hidrodinamika, gasdinamika, dan aerodinamika. Hidrodinamika merupakan ilmu yang mempelajari dinamika aliran air atau zat cair, gasdinamika aliran gas sedangkan aerodinamika mempelajari dinamika aliran udara atau aliran udara sekitar benda. Aerodinamika merupakan ilmu terapan yang banyak digunakan dalam penerapan plastik. Pada buku fundamental of aerodynamics ini kita dapat menentukan pergerakan aliran yang melalui pipa, untuk nomor 1 merupakan aplikasi dari external aerodinamik sedangkan nomor dua merupakan aplikasi dari internal aerodinamika.

Sumber: id.wikipedia.org

Selengkapnya
Aerodinamika: Dari Konsep Kuno hingga Aplikasi Modern

Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Pengelolaan Sumber Daya Air di Indonesia

Dipublikasikan oleh Muhammad Armando Mahendra pada 10 Februari 2025


Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) mengakui tiga isu strategis pengelolaan air di Indonesia: ketersediaan air, bencana air, dan produktivitas air. Kelangkaan air diperkirakan akan semakin parah pada tahun 2045 akibat perubahan iklim, degradasi lahan, dan penggunaan air yang tidak berkelanjutan (Republik Indonesia, 2020).

Pada tahun 2016, sebagian besar wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi mengalami kekurangan air (BAPPENAS, presentasi 2022). Kelangkaan air dapat menghambat pembangunan ekonomi karena 67% kegiatan ekonomi diproyeksikan berada di wilayah yang mengalami kelangkaan air pada tahun 2045 (Bank Dunia, 2021).

Indonesia termasuk dalam sepuluh negara konsumen air tanah terbesar (berdasarkan volume pengambilan air tanah), yang mengambil air tanah terutama untuk keperluan rumah tangga (ADB, 2016). Indonesia merupakan salah satu negara paling rawan bencana di dunia (Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia, 2021). Lebih dari 75% bencana di negara ini diklasifikasikan sebagai bencana meteorologi atau hidrologi.

Frekuensi kejadian banjir meningkat dalam 20 tahun terakhir (Bank Dunia, 2021). Terjadinya banjir tidak terbatas pada wilayah tertentu saja; ini adalah fenomena nasional. Peristiwa banjir dengan periode ulang 50 tahun diperkirakan akan menyebabkan penurunan PDB hingga 1,65 persen.

Produktivitas air termasuk yang terendah di Asia. Sekitar 80 persen air dikonsumsi oleh irigasi, sebagian besar oleh tanaman bernilai rendah. Selain itu, kehilangan air pada irigasi relatif tinggi, hampir separuh sistem irigasi tergolong “rusak” (Republik Indonesia, 2020). Selain ketiga isu strategis pengelolaan air tersebut, penurunan kualitas air seringkali dimunculkan sebagai ancaman terhadap sumber daya air.

Lebih dari separuh sungai di negara ini sangat tercemar, yang disebabkan oleh berbagai aktivitas seperti buang air besar sembarangan, infrastruktur pengolahan air limbah yang buruk, perluasan perkebunan kelapa sawit, penggundulan hutan, dan emisi polutan dari pertanian dan sanitasi (Bank Dunia, 2021) .

Intrusi air asin semakin mengancam kualitas air. Indonesia menghadapi risiko iklim yang tinggi, menempati peringkat ke-59 dari 191 negara pada Indeks Risiko INFORM 2019 (Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia, 2021). Menyajikan beberapa risiko terkait perubahan iklim di Indonesia. Proyeksi paparan risiko banjir sungai dan pesisir di negara ini adalah salah satu yang tertinggi di dunia (peringkat ke-17).

Perubahan iklim juga kemungkinan besar akan memicu kekurangan air dan kekeringan, meskipun kekeringan tidak merata dalam hal intensitas (episode kekeringan akibat El Niño, pergeseran musim hujan) dan geografi (beberapa wilayah lebih terkena dampak dibandingkan wilayah lainnya). Defisit air diperkirakan terjadi di wilayah seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan sebagian wilayah Sulawesi.

Pasokan air ke rumah tangga

Indonesia telah mencapai hasil yang mengesankan dalam meningkatkan akses terhadap ‘peningkatan pasokan air’ dalam beberapa dekade terakhir. Pada tahun 2018, 20,14 persen dari seluruh rumah tangga di Indonesia memiliki akses terhadap pasokan air pipa (Republik Indonesia, 2020). Tantangan-tantangan penting tetap ada untuk memberikan layanan berkualitas tinggi kepada semua pengguna.

Kurangnya layanan pasokan air yang dapat diandalkan mendorong pengguna untuk menggunakan sumber daya air tanah. Pengambilan air tanah untuk keperluan rumah tangga merupakan masalah besar yang mempunyai dampak lingkungan dan ekonomi.

Dampak dari pengambilan air tanah yang berlebihan diperkirakan akan menurunkan PDB hingga 1,42 persen pada tahun 2045.Saat ini, hanya 9 persen dari total kebutuhan air domestik disediakan oleh perusahaan air minum; sumur air tanah pribadi merupakan sumber air yang dominan. Bahkan dengan adanya akses terhadap air pipa, pelayanan seringkali terputus-putus.

Banyak perusahaan utilitas perkotaan (PDAM) tidak dapat menyediakan layanan 24/7 dan gangguan layanan dapat berlangsung selama beberapa hari (Bank Dunia, 2021). Kesenjangan antara pasokan dan permintaan air dalam jumlah besar menimbulkan tantangan bagi penyedia layanan air.

Secara nasional, 24 persen dari jumlah air baku yang tersedia untuk penyediaan air tidak digunakan, sementara – secara paradoks – hanya 30 persen dari total kebutuhan air baku nasional yang dapat dipenuhi dengan infrastruktur curah yang ada saat ini. Banyak perusahaan air minum menyediakan layanan yang terputus-putus karena kurangnya pasokan dalam jumlah besar. Pada saat ini, sistem pasokan air curah lainnya tidak digunakan karena tidak ada permintaan (Bank Dunia, 2021). Laporan ini akan mendalami masalah ini lebih dalam di Bab 3.

Tanah dan air

Keterhubungan antara tanah dan air membuat pengelolaan air semakin menantang. Hutan dan ekosistem lain yang memiliki fungsi hidrologis penting, seperti lahan basah, lahan gambut, dan bakau, mengalami penurunan. Total tutupan hutan Indonesia diperkirakan akan berkurang dari 50 persen total luas lahan pada tahun 2017 menjadi 38 persen pada tahun 2045 (Republik Indonesia, 2020).

Tren deforestasi yang terus berlanjut berdampak pada sumber daya air dan dapat memperburuk bahaya terkait air seperti tanah longsor dan kelangkaan air, serta berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca yang signifikan jika terjadi hilangnya lahan gambut. Namun demikian, setelah mencapai puncaknya pada tahun 2015, laju deforestasi telah menurun secara signifikan.

Reformasi kebijakan

Pemerintah telah menerapkan beberapa reformasi pengelolaan air. Reformasi tersebut mencakup revisi kerangka hukum dan peraturan setelah diundangkannya UU Air tahun 2019 dan Omnibus Law tahun 2020. Empat rancangan peraturan pemerintah tentang air minum, sumber air, pengelolaan sumber daya air dan irigasi direncanakan akan disahkan pada tahun 2021 namun proses reformasi masih berlangsung. Setelah keempat peraturan tersebut disahkan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan mengisi rinciannya melalui peraturan teknis (Kuesioner, 2022).

Disadur dari: www.oecd.ilibrary.org

Selengkapnya
Pengelolaan Sumber Daya Air di Indonesia

Badan Usaha Milik Negara

Pertanian Regeneratif dalam Sistem Produksi Kelapa Sawit Petani Kecil di Kalimantan Tengah, Indonesia

Dipublikasikan oleh Afridha Nu’ma Khoiriyah pada 10 Februari 2025


Masalah Sistemik

Kelapa sawit sering kali dibudidayakan secara monokultur dengan menggunakan bahan kimia yang intensif untuk mendapatkan hasil panen yang tinggi, sehingga cenderung dikaitkan dengan degradasi lingkungan. Petani kelapa sawit, yang memperoleh sebagian besar teknik penanaman kelapa sawit mereka dari perkebunan di daerah sekitarnya, percaya bahwa sistem monokultur adalah cara yang paling efisien untuk menanam kelapa sawit karena menghasilkan keuntungan yang maksimal. Sebagai alternatif, pertanian regeneratif di perkebunan kelapa sawit menjanjikan produksi minyak kelapa sawit organik yang produktif dan berkelanjutan dengan berkontribusi pada penciptaan lingkungan yang sehat. Selain itu, memperkenalkan pola tumpang sari melalui wanatani kelapa sawit dengan tanaman pohon lainnya dapat membantu meningkatkan mata pencaharian dan pendapatan petani.

Pertanian regeneratif adalah praktik yang didasarkan pada pemeliharaan dan pemulihan kesehatan dan kesuburan tanah, melindungi dan meningkatkan retensi air, melindungi keanekaragaman hayati dalam praktik pertanian, memperbaiki kerentanan iklim untuk meningkatkan produktivitas dan keuntungan lahan pertanian, dan meningkatkan kesejahteraan rumah tangga melalui pertanian. Praktik pertanian ini terdiri dari serangkaian teknik seperti praktik pemupukan organik, pengendalian hama-penyakit secara organik, penanaman tanaman penutup tanah, dan praktik wanatani yang didukung oleh teknologi inovatif untuk mengatasi tantangan yang disebabkan oleh perubahan iklim melalui pemulihan kesehatan tanah dan perlindungan ekosistem tanah.

Intervensi

Kami melakukan uji coba pertanian regeneratif dengan petani swadaya kelapa sawit di Kalimantan Tengah dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas dan profitabilitas bisnis pertanian kelapa sawit mereka. Petani yang berpartisipasi dalam program ini terdiri dari petani kelapa sawit yang sedang dalam proses mendapatkan sertifikasi hingga mereka yang telah mendapatkan sertifikasi Roundtable for Sustainable Palm Oil (RSPO).

Kami bertujuan untuk memperkenalkan tiga kegiatan utama pertanian regeneratif kepada para petani. Pertama, para petani didorong untuk menggunakan pupuk organik dan daur ulang, mulsa, dan pengendalian hama/gulma secara organik. Kedua, karena wanatani kelapa sawit ditanam di lahan kosong dan tanpa tutupan hutan, memulihkan ekosistem merupakan tugas yang menantang; oleh karena itu, para petani didorong untuk menanam kelapa sawit dalam wanatani, menggabungkannya dengan spesies pohon lain dan menjauh dari pengaturan perkebunan monokultur. Ketiga, program ini mendukung petani kelapa sawit untuk melakukan diversifikasi mata pencaharian dengan mengintegrasikan kelapa sawit dengan sapi dan tanaman tumpang sari. Tumpang sari dilakukan dengan bantuan berbagai tanaman mulai dari tanaman buah hingga tanaman penutup tanah dan semak anti hama.

Lokasi

Pelaksanaan intervensi dilakukan di empat desa di Kalimantan Tengah, yaitu Desa Sulung, Bahaur, Bangkal, dan Selunuk. Desa Sulung terletak di Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, sedangkan di Kabupaten Seruyan, Desa Bahaur terletak di Kecamatan Hanau dan Desa Bangkal dan Selunuk terletak di Kecamatan Seruyan Raya.

Pada tahun 2024, tiga desa tambahan - yaitu Sandul, Tanjung Rangas II, dan Sukorejo di Kabupaten Seruyan - juga mulai berpartisipasi dalam intervensi ini. Desa Sandul dan Sebabi terletak di Kecamatan Batu Ampar, sedangkan Desa Tanjung Rangas II dan Sukorejo terletak di Kecamatan Danau Seluluk dan Seruyan Tengah.

Metode dan Kemajuan

1. Penyusunan panduan teknis budidaya kelapa sawit organik

Tujuan dari penyusunan panduan teknis budidaya kelapa sawit organik ini adalah untuk memandu petani kelapa sawit dalam membuat dan mengaplikasikan pupuk organik untuk melindungi kelapa sawit dari serangan hama dan penyakit, menanamkan praktik wanatani kelapa sawit, serta mengajarkan cara mencatat pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dalam sebuah buku catatan harian (logbook).

Panduan teknis aplikasi pupuk organik ini mengarahkan petani untuk memahami dan mempraktikkan prinsip-prinsip pembuatan pupuk organik, menentukan dosis pupuk, menyiapkan lahan untuk aplikasi pupuk, dan teknik-teknik pemupukan. Selain itu, panduan perlindungan tanaman juga memberikan pemahaman mengenai gejala dan penanganan mekanis hama dan penyakit serta gulma pada tanaman kelapa sawit, serta pembuatan dan penggunaan larutan tetes tebu (dekomposer) dan pestisida organik. Selain itu, dengan terlibat dalam praktik wanatani kelapa sawit, petani dapat memahami dan menerapkan prinsip-prinsip perencanaan dan strategi desain sistem wanatani kelapa sawit, pola tanam dan jarak tanam, persyaratan jumlah tanaman kelapa sawit dan jenis pohon/tanaman lainnya, serta kinerja ekonomi perkebunan kelapa sawit dalam praktik monokultur dan wanatani.

2. Penyebaran informasi mengenai pertanian regeneratif melalui proses FPIC

Sebelum memulai kegiatan pertanian regeneratif, pemerintah desa dan masyarakat di desa-desa tersebut mendapatkan informasi yang memadai mengenai praktik pertanian regeneratif berdasarkan prinsip persetujuan atas dasar informasi awal tanpa paksaan (PADIATAPA) untuk memastikan bahwa mereka dapat mendukung dan berpartisipasi penuh dalam pelaksanaan praktik-praktik tersebut. Sesi sosialisasi yang dilakukan berfokus pada pengenalan konsep praktik pertanian regeneratif yang diterapkan di perkebunan kelapa sawit dengan meningkatkan pemahaman petani dalam mengembangkan budidaya kelapa sawit organik, dimana produksi pupuk organik didasarkan pada pemanfaatan bahan baku lokal yang potensial seperti limbah pertanian dan ikan, limbah rumah tangga, kotoran ternak, limbah gula yang diekstraksi, dan limbah tandan kosong yang diperoleh dari pabrik.

3. Pemilihan perkebunan kelapa sawit sebagai demplot pertanian regeneratif

Setelah melalui beberapa kali pertemuan, masyarakat desa diyakinkan untuk mengajukan beberapa kebun kelapa sawit mereka yang dikelola secara monokultur dan wanatani untuk dijadikan demplot sebagai sarana pembelajaran praktik pertanian regeneratif. Sebagai informasi tambahan, mereka memberikan informasi mengenai pengelolaan perkebunan sebelumnya seperti penggunaan pupuk, kepemilikan lahan, produktivitas perkebunan, dan pendapatan dari perkebunan kelapa sawit tersebut.

Kami melakukan survei yang melibatkan semua petani yang berpartisipasi. Karakteristik petani yang berpartisipasi dalam program ini adalah sebagai berikut:

  • Petani yang berpartisipasi memiliki usia rata-rata 49 tahun, dan 40,7% dari mereka melaporkan bahwa pekerjaan utama mereka adalah petani kelapa sawit dengan pengalaman bertani kelapa sawit selama 11 tahun. Selain itu, sebanyak 57,6% dari mereka memiliki tingkat pendidikan yang rendah (yaitu sampai dengan sekolah dasar), sementara rata-rata jumlah anggota keluarga rumah tangga untuk setiap petani responden adalah sekitar tiga atau empat orang. Dari total 96 petani yang berpartisipasi dalam kegiatan pertanian regeneratif, 29,2% diikuti oleh petani perempuan yang juga tertarik untuk mengikuti praktik ini.
  • Produktivitas kebun kelapa sawit mencapai 1,2 ton/ha per panen setiap 16 hari sekali, sedangkan rata-rata panen kelapa sawit per tahun mencapai 27,3 ton/ha/tahun pada usia tanam 11 tahun. Lebih lanjut, pendapatan bulanan dari perkebunan kelapa sawit dan kegiatan pertanian lainnya mencapai USD 164, dengan nilai tukar Rp 15.000. Hampir semua petani (90,3%) memiliki akses yang mudah untuk memasarkan hasil panen mereka, terutama ke tengkulak lokal di sekitar desa.
  • Sebagian besar petani (94,9%) melaporkan memiliki pengetahuan yang minim tentang pemupukan tanaman kelapa sawit, dan hanya 5,1% yang menyatakan memiliki pengetahuan yang cukup tentang hal tersebut.
  • Petani yang berpartisipasi dalam program ini hanya mampu mengalokasikan sejumlah kecil input untuk mengelola pertanian kelapa sawit berdasarkan praktik pertanian regeneratif karena mereka memiliki sumber daya dan akses yang terbatas terhadap informasi tentang pertanian regeneratif.
  • Sekitar 71,2% petani mulai mencoba menggunakan bahan organik di kebun kelapa sawit mereka, meskipun masih dikombinasikan dengan pupuk anorganik yang lebih dominan. Bahan organik ini diperoleh dari pelepah daun kelapa sawit yang digunakan untuk mengendalikan erosi dan didegradasi untuk mendukung ketersediaan bahan organik di sekitar pohon.

5. Pengumpulan dan analisis metrik pertanian regeneratif dari demplot kelapa sawit

Pada setiap demplot kelapa sawit di empat desa, analisis metrik lingkungan dilakukan, dan sampel tanah diambil pada kedalaman tertentu untuk menilai karakteristik fisik, kimia, dan biologi tanah, termasuk tekstur tanah, SOM (C-Org), C/N, efisiensi N, bulk density, populasi cacing tanah, dan pH tanah. Selain itu, kekeruhan dan kandungan nitrat di dalam air juga dinilai, bersama dengan keanekaragaman spesies vegetasi dan tutupan kanopi pohon. Selain itu, data emisi yang terkait dengan perubahan iklim dan kondisi kehidupan rumah tangga petani juga diamati.

Disadur dari: kaleka.id

Selengkapnya
Pertanian Regeneratif dalam Sistem Produksi Kelapa Sawit Petani Kecil di Kalimantan Tengah, Indonesia

Asosiasi Profesi

Ikatan Surveyor Indonesia

Dipublikasikan oleh Viskha Dwi Marcella Nanda pada 10 Februari 2025


Ikatan Surveyor Indonesia (ISI) (Indonesian Surveyors Association) adalah asosiasi profesi bidang survei dan pemetaan yang didirikan pada tahun 1972. ISI berperan aktif dalam pengembangan profesi surveyor di Indonesia dan mendukung peran profesi surveyor dalam pembangunan nasional. Sampai dengan hari ini, tercatat lebih dari 6500 surveyor menjadi anggota ISI, dengan sebaran komisariat wilayah di 11 provinsi di seluruh Indonesia.

ISI menjadi satu-satunya asosiasi profesi di bidang survei dan pemetaan di Indonesia yang merupakan anggota dari Federasi Surveyor Internasional dan The ASEAN Federation of Land Surveying and Geomatics (ASEAN FLAG) atau Federasi Asosiasi Profesi Surveyor tingkat Asia Tenggara.

Sejak tahun 2017 ISI membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi ISI (LSP) yang terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pranala nonaktif permanen, dan juga merupakan mitra dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK). LSP ini merupakan bagian dari upaya ISI untuk menciptakan sumber daya manusia di bidang survey dan pemetaan yang kompeten. ISI mengharapkan terciptanya One Certificate Policy, dimana satu sertifikat profesi surveyor dapat berlaku seluruh Kementerian/Lembaga.

Domisili

ISI berkantor di Ibu kota Negara Republik Indonesia, dengan alamat Wisma Angsana Unit U, Jl. Rawajati Timur No. 1 Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jakarta 12510, Indonesia

Ruang Lingkup Kegiatan

[ISI] Surveyor adalah orang perorangan yang mempunyai pendidikan Survey & Pemetaan yang melakukan kegiatan pengadaan Data Geospasial serta data lainnya dengan cara pengambilan langsung di lapangan guna memenuhi kebutuhan pembangunan Informasi Geospasial.

Ruang lingkup kegiatan Surveyor :

  1. Survey Terestris untuk pembuatan peta wilayah (Ilmu ukur wilayah )
  2. Survey Hidrogafi
  3. Survey Foto Udara
  4. Survey Citra Satelit
  5. Survey Kadasteral
  6. Sistem Informasi Geografis (GIS)

Pengurus ISI

Kepengurusan ISI terdiri dari :

  • Pengurus Pusat
  • Dewan Etik
  • Pengurus Komisariat Wilayah

Pengurus Pusat ISI saat ini dipimpin oleh Viviani Suhar sejak 27 Oktober 2021, dengan Wakil Ketua Umum I Sofan Prihadi, Wakil Ketua Umum II Taufik Kusetyohadi, Wakil Ketua Umum III Moh. Masykur, Sekretaris Jenderal Amri Chatib dan Bendahara Umum Gilang Wirata

Sejarah Kepemimpinan

  • 2021-sekarang Viviani Suhar
  • 2017-2020 Virgo Eresta Jaya
  • 2014-2017 Virgo Eresta Jaya
  • 2011-2014 Budi Andono Soehandi
  • 2008-2011 Wenny Rusmawar Idrus
  • 2005-2008 Benny
  • 2002-2005 Sobar Sutisna
  • 1999-2002 Kurdinanto Sarah
  • 1996-1999 Rizal Anshari
  • 1993-1996 R.W. Matindas
  • 1990-1993 Paul Suharto
  • 1987-1990 Paul Suharto
  • 1984-1987 Tranggono
  • 1981-1984 Pranoto Asmoro
  • 1978-1981 Pranoto Asmoro
  • 1975-1978 Soekotjo Tjokrosoewarno
  • 1972-1975 Soekotjo Tjokrosoewarno

Continuing Professional Development (CPD)

Continuing Professional Development atau Pengembangan Profesional Berkelanjutan adalah cara yang profesional  untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaan. Pencapaian CPD harus melibatkan pendekatan terstruktur untuk belajar yang  meliputi pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman praktis. CPD penting untuk :

  1. Meningkatkan kompetensi profesional Anggota baik keuntungan sendiri, klien, pengusaha dan masyarakat umum
  2. Mempertahankan kompetensi Anggota secara profesional
  3. Mematuhi peraturan yang berlaku di bidang profesi surveying
  4. Memperoleh pengetahuan yang diperlukan untuk bidang bisnis lainnya
  5. Memperoleh keterampilan yang dibutuhkan untuk promosi , seperti keahlian manajemen
  6. Meningkatkan perkembangan keahlian dan pengetahuan anggota serta kemajuan teknologi  dibidang surveying

Komisariat Wilayah

Sampai saat ini ISI telah mempunyai komisariat wilayah di 11 provinsi di seluruh Indonesia

1. Komisariat Wilayah Jawa Barat

2. Komisariat Wilayah Jawa Tengah

3. Komisariat Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta

4. Komisariat Wilayah Jawa Timur

5. Komisariat Wilayah Sumatera Barat

6. Komisariat Wilayah Riau

7. Komisariat Wilayah Kepulauan Riau

8. Komisariat Wilayah Kalimantan Timur

9. Komisariat Wilayah Lampung

10. Komisariat Wilayah Sumatra Utara

11. Komisariat Wilayah Bali

Sumber artikel: id.wikipedia.org

Selengkapnya
Ikatan Surveyor Indonesia
« First Previous page 970 of 1.143 Next Last »