Volume Kecelakaan Transportasi Naik 6,4% di Indonesia: Jawa Timur Puncaki Daftar, Namun Korban Jiwa Turun 6,5%

Dipublikasikan oleh Dimas Dani Zaini

01 April 2024, 09.40

Sumber: id.wikipedia.org

Menurut Institut Transportasi Indonesia (MTI), jumlah kecelakaan lalu lintas di Indonesia akan meningkat sebesar 6,4% menjadi sekitar 116.000. Jawa Timur merupakan wilayah paling rawan bencana, menyumbang hampir seperempat dari seluruh bencana di Indonesia. Rivan Purwantono, Wakil Presiden Keselamatan MTI, mengatakan kecelakaan sepeda motor menyumbang mayoritas, atau 70 persen, dari seluruh kecelakaan tahun ini. Separuh dari seluruh kecelakaan sepeda motor disebabkan oleh tabrakan langsung.

Meskipun terjadi peningkatan kecelakaan, jumlah orang yang meninggal dalam kecelakaan menurun sebesar 6,5%. “Golden time penanganan kecelakaan adalah 30 menit pertama. Waktu penanganan PT Jasa Raharja adalah 10 menit 45 detik dari saat terjadinya kecelakaan hingga proses di rumah sakit. Hal inilah yang menurunkan angka kematian”. Hal itu disampaikan Rivan dalam jumpa pers yang digelar di Stasiun Whoosh Halim, Rabu (27/12). Jasa Raharja merupakan perusahaan asuransi pertama di tanah air yang bertindak sebagai penjamin kecelakaan lalu lintas. Rivan yang juga CEO Jasa Raharja menghubungkan 2.600 rumah sakit dan kepolisian di seluruh Tanah Air untuk menangani kecelakaan lalu lintas. Ia mencatat, mayoritas atau sepertiga dari seluruh kecelakaan lalu lintas pada tahun 2023 terjadi di Pulau Jawa. Wilayah dengan kecelakaan terbanyak adalah Jawa Timur dengan 25.000 kecelakaan.

Menurut Rivan, Jawa Timur menjadi negara dengan jumlah kecelakaan terbanyak karena jumlah penduduk kendaraan bermotor yang tinggi atau lebih dari 18 juta jiwa. Kegiatan di Jawa Timur disusul Jawa Tengah sebanyak 23.000 kejadian dan Jawa Barat kurang lebih 10.799 kejadian. Rivan mengatakan 65% korban adalah laki-laki, 45% adalah usia kerja, antara 15 dan 64 tahun. Selain itu, mayoritas atau 30% dari seluruh insiden terjadi antara pukul 06:00 hingga 09:00 WIB.

Pada periode tersebut, kata Rivan, DI mencatat Jogjakarta mengalami penurunan jumlah kecelakaan sebesar 17%. Menurut dia, penurunan angka kecelakaan di Kota Gudeok salah satunya disebabkan adanya reformasi peraturan lalu lintas seperti penetapan jalur cepat dan jalur lambat. Ia menambahkan: "Saya rasa upaya untuk menghindari kecelakaan di Jogja dan di titik persimpangan layak dilakukan."

Disadur dari Artikel : katadata.co.id