Pengangguran Terbuka di Sumbar Didominasi Lulusan SMK

Dipublikasikan oleh Kania Zulia Ganda Putri

13 Mei 2024, 19.22

Sumber: sumatra.bisnis.com

Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) mencatat bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Provinsi Sumatra Barat didominasi tamatan dari sekolah menengah kejuruan (SMK). Kepala BPS Sumbar Sugeng Arianto menyampaikan hasil Sakernas Februari 2024 itu menunjukkan kalau TPT di Sumbar sebesar 5,79% ini mengalami penurunan sebesar 0,11% poin dibandingkan Februari 2023.

"Jadi bila diperinci berdasarkan pendidikan tertinggi yang ditamatkan oleh angkatan kerja, TPT tertinggi adalah dari tamatan SMK yaitu sebesar 7,99%," katanya dikutip dari data resmi BPS. Sementara TPT yang paling rendah adalah pada pendidikan sekolah dasar (SD) ke bawah yaitu sebesar 3,57%. Bila dibandingkan Februari 2023, penurunan TPT paling tinggi terjadi pada kategori pendidikan SMK yang turun 3,03% poin menjadi sebesar 7,99%.

"Sedangkan kenaikan terbesar pada kategori pendidikan SMA yang naik 1,80% poin menjadi 7,89%," ujarnya. BPS menyampaikan untuk penduduk usia kerja mengalami tren yang cenderung meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk di Provinsi Sumbar. Dimana untuk penduduk usia kerja pada Februari 2024 sebanyak 4,38 juta orang, naik sebanyak 93,53 ribu orang dibanding Februari 2023.

Sebagian besar penduduk usia kerja merupakan angkatan kerja sebanyak 3,09 juta orang (70,44%), sisanya termasuk bukan angkatan kerja. Komposisi angkatan kerja pada Februari 2024 terdiri dari 2,91 juta orang penduduk yang bekerja dan 178,84 ribu orang pengangguran. Apabila dibandingkan Februari 2023 jumlah angkatan kerja meningkat sebanyak 86,78 ribu orang.

"Dengan demikian penduduk bekerja naik sebanyak 84,91 ribu orang dan pengangguran naik sebanyak 1,87 ribu orang," jelasnya. Dari kondisi itu melihat pada TPT perempuan sebesar 5,96%, lebih tinggi dibanding TPT laki-laki yang sebesar 5,68%. Jika dibandingkan Februari 2023, baik TPT laki-laki maupun TPT perempuan mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,12% dan 0,08% poin.

Selain itu apabila dilihat menurut daerah tempat tinggal, TPT perkotaan 7,55% lebih tinggi hampir dua kali TPT di daerah perdesaan 3,98%. Namun dibandingkan Februari 2023, TPT perkotaan dan perdesaan mengalami penurunan masing-masing 0,45% dan 0,03% poin. "Jadi pengangguran terbuka itu paling besar di perkotaan. Kenapa di pedesaan lebih kecil, karena dari segi lapangan kerjanya itu, yang dominan adalah sebagai petani," ungkap dia.

Sugeng menjelaskan melihat pada lapangan pekerjaan, adapun pekerjaan yang menyerap tenaga kerja paling banyak di Sumbar adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan yaitu sebesar 29,27%. Kemudian di perdagangan besar dan eceran sebesar 22,81% dan akomodasi dan makan minum sebesar 8,54%.

Dibandingkan Februari 2023, terjadi pergantian sektor ketiga terbesar yang sebelumnya adalah sektor industri pengolahan, menjadi sektor akomodasi makan dan minum pada Februari 2024. Tiga kategori lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan penyerapan tenaga kerja terbesar jika dibandingkan dengan Februari 2023 adalah perdagangan besar dan eceran 2,98% poin.

Serta untuk pertanian, kehutanan, dan perikanan 0,91 % poin, dan untuk konstruksi 0,53%. "Ada tiga lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan penyerapan tenaga kerja terbesar adalah jasa lainnya, industri pengolahan, dan akomodasi dan makan minum," jelas Sugeng.

Kemudian untuk tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) Sumbar pada Februari 2024, Sugeng menyampaikan TPAK sebesar 70,44%, naik 0,48% poin dibanding Februari 2023. Berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki sebesar 83,11%, lebih tinggi dibanding TPAK perempuan yang sebesar 57,71%. Apabila dibandingkan Februari 2023, TPAK laki-laki mengalami peningkatan 1,77% poin, sedangkan TPAK perempuan mengalami penurunan 0,81% poin.

Sumber: sumatra.bisnis.com