Menatap Masa Depan Teknik: Pengambilan Sumpah Insinyur ke-10 Menyoroti Tantangan dan Peluang Pengembangan Prodi di Indonesia

Dipublikasikan oleh Admin

12 April 2024, 11.03

Sumber: undip.ac.id

Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknik Universitas Diponegoro menggelar acara Pengambilan Sumpah Insinyur ke-10 untuk periode Januari 2024 pada Selasa, 30 Januari 2024 yang lalu. Pengambilan sumpah insinyur ini dilaksanakan secara hybrid di Engineering Hall, Gedung Prof. Ir. Eko Budihardjo, M.Sc di Universitas Diponegoro.

Para Pengambilan Sumpah ini, PSPPI Fakultas Teknik Universitas Diponegoro berhasil meluluskan 69 insinyur baru. Seluruh insinyur yang dilantik merupakan mahasiswa dari kelas Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Menurut Prof. Dr. Ir. Widayat, S.T, M.T, IPM, ASEAN Eng, Ketua PSPPI Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, kelas RPL di PSPPI Fakultas Teknik Universitas Diponegoro sedikit berbeda karena ada tambahan 4 Satuan Kredit Semester (SKS) yang harus ditempuh secara langsung. Dengan adanya tambahan SKS tersebut, mahasiswa masih harus menyelesaikan sisa SKS melalui kuliah selama satu semester. Hal ini merupakan terobosan baru yang bisa dipraktikkan di Indonesia.

“Di PSPPI ini, penerapan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)-nya tidak penuh. Rekognisi Anda sekalian memberikan sekitar 20 SKS. 4 SKS masih harus ditempuh secara riil. Artinya, laporan studi kasus dapat ditempuh dalam satu semester. Ini bisa jadi pionir, ke depannya bisa jadi model RPL yang ada di Indonesia,” ungkap Prof. Widayat

Dekan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Jamari, S.T, M.T. berharap, ke depannya PSPPI Fakultas Teknik Universitas Diponegoro bisa terus berkembang dan bisa mencetak lebih banyak insinyur bagi Indonesia. Prof. Jamari mengatakan, “Di Indonesia, jumlah insinyur itu masih jauh dari target. Harusnya tiap 1 juta penduduk insinyurnya ada 10 ribu. Tapi kenyataannya baru ada 2600 (per 1 juta penduduk), artinya jauh dari target. Sehingga PR kita bersama untuk mengembangkan Program Profesi Insinyur ini. Kita harus segera,”.

Pada pengambilan sumpah insinyur ini, ada beberapa sivitas akademika Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang juga diambil sumpahnya. Beberapa diantaranya adalah Prof. Dr. Dipl.Ing. Ir. Berkah Fajar Tamtama Kiono dari Departemen Teknik Mesin, Prof. Dr. Ir. Nuroji, M.T dari Departemen Teknik Sipil, Dr. Ir. Naniek Utami Handayani, S.T, M.T dari Departemen Teknik Industri, Ir. Vanadia Mardiastuti, S.T, M.Eng dan Ir. Narulita Santi, S.T, M.Eng. dari Departemen Teknik Geologi.

Sekretaris Jenderal Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ir. Bambang Goeritno, M.Sc, MPA, IPU, APEC Engineer berharap, para insinyur baru ini bisa ikut mengenalkan Program Profesi Insinyur ke khalayak umum. “Kita berharap para lulusan yang baru saja dikukuhkan bisa dilibatkan untuk mengampanyekan program ini, sehingga semakin banyak insinyur yang bisa kita cetak. Karena gap-nya (antara jumlah insinyur dan jumlah penduduk) semakin besar tiap tahunnya.”

Disadur dari: psppi.ft.undip.ac.id