Kemenperin Dukung Perlindungan Kekayaan Intelektual Bagi Pelaku IKM

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

12 Februari 2024, 14.36

Sumber: kemenperin.go.id

Kementerian Keuangan, Perindustrian, dan Energi terus mendorong pentingnya perlindungan kekayaan intelektual di industri, termasuk usaha kecil dan menengah (IKM). Tindakan strategis tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas produk dan meningkatkan akses pasar bagi perusahaan kecil dan menengah.

Kekayaan intelektual dalam industri dapat dimiliki secara perseorangan dalam bentuk hak cipta (seni, sastra, ilmu pengetahuan), paten (penemuan teknik), merek dagang (merek dagang atas barang, jasa atau) dan desain sirkuit terpadu. Hal-hal kekayaan intelektual seperti desain, desain industri (desain produk eksternal), rahasia dagang dan merek dagang.

“Mengetahui cara melindungi kekayaan intelektual sangat penting bagi pelaku industri karena hak kekayaan intelektual tidak dapat disalahgunakan oleh pihak ketiga baik domestik maupun asing”, Reni Yanita, Kepala Kementerian Perindustrian dan Usaha Kecil dan Menengah perusahaan, katanya di Jakarta, Senin. Selain itu, perusahaan kecil dan menengah akan mempunyai sikap positif karena akan mendapat perlindungan hukum ketika ada persaingan usaha”, ujarnya. 24/1)

Sekjen IKMA menegaskan, karena banyaknya jaminan hukum, IKM berkomitmen memberikan layanan informasi yang tepat mengenai hak kekayaan intelektual agar para pelaku IKM mengetahui bahwa Perlindungan selalu ada. Apalagi jika ada sesuatu yang baru dan orisinal pada produk industri tersebut, ujarnya.

Pada tahun 2021, Klinik Kekayaan Intelektual (KI) Sekretariat IKMA memberikan informasi langsung kepada 643 orang di bidang hak kekayaan intelektual terkait merek, kepemilikan hak cipta, paten, desain industri, dan pemasaran. Misteri dan tanda-tanda geologi.

“Capaian ini terbagi atas komunikasi triwulan I sebanyak 223 orang, triwulan II sebanyak 124 orang, triwulan III sebanyak 132 orang, dan triwulan IV sebanyak 164 orang,” ujar Lenny. Calon penyuluhan akan diambil dari IKM dan pengawas IKM di pusat dan daerah dan akan dilakukan secara online, melalui email dan aplikasi WhatsApp.

Sementara itu, Klinik KI Sekretariat IKMA mendaftarkan 192 merek dan 5 desain industri di Kantor Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada triwulan IV tahun 2021. Dengan demikian, total merek terdaftar 2021 itu 394 merek, 6 desain industri dan 1 merek,” imbuhnya.

Reni menjelaskan, pendaftaran merek penting bagi perusahaan kecil dan menengah. Perlindungan ini memungkinkan perusahaan untuk membedakan dirinya dan produknya dari perusahaannya. pesaingnya, beliau menjelaskan: “Jangka waktu perlindungan merek adalah 10 tahun sejak tanggal pendaftaran, dapat diperpanjang untuk 10 tahun berikutnya.”

Merek adalah suatu bentuk, lambang, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, gambar dua dimensi atau tiga dimensi, suara, hologram, produk atau yang dilakukan oleh setiap orang atau badan hukum dalam rangka hubungan kerja, pemasaran barang dan/atau jasa, dan kombinasi keduanya atau lebih untuk membedakan Layanan .

Sekretariat IKMA tidak hanya mempromosikan pendaftaran hak kekayaan intelektual, tetapi juga mempromosikan perlindungan merek produk industri, terutama yang berkaitan dengan adat istiadat setempat, selain layanan dan diskusi. Menurut Reni, industri dan kekhasan daerah dalam hal bahan baku dan sumber daya manusia perlu melindungi merek agar perusahaan dapat bertahan.

Sejak tahun 2015, Sekretariat IKMA telah melindungi indikasi geografis untuk lima produk industri yaitu Tenun Gringsing Bali di Karangasem Bali, Tenun Doyo Benuaq Isuy Jempang Kutai Barat Kutai Barat, Itik Nitik Kutai Barat Kutai Barat dan Itik Nitik Barat Kutai Kutai Barat. bekerja Yogyakarta di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Batu Giok Aceh di Daerah Naga Raya dan Aceh Tengah di Provinsi Aceh.

Klinik KI Sekretariat IKMA juga memberikan layanan konsultasi hak kekayaan intelektual kepada para pelaku IKM, pelatihan mediator kekayaan intelektual dan kerjasama dengan Kementerian Psikiatri. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Perdagangan, Perindustrian dan Energi, dan hubungan industrial.

“Klinik KI didirikan di Sekretariat IKMA pada tahun 1998 untuk membantu para pelaku IKM yang semakin banyak dalam melindungi usaha dan produknya, sehingga meningkatkan kualitas produktivitas dan meningkatkan persaingan,” ungkap Reni.

Untuk mengajukan pendaftaran hak kekayaan intelektual di Klinik KI di bawah Sekretariat IKMA, pelamar harus menyerahkan surat penerimaan dari otoritas atau golongan, fotokopi identitas diri, fotokopi izin usaha, mengisi. di luar formulir pendaftaran dan sertakan merek dagang, model paten, gambar, deskripsi desain. Selain itu, tambahkan dokumen pendukung terkait produk dan objek yang ingin dilindungi, seperti judul atau salinan karya berhak cipta penulis Kandidat juga dapat berkomunikasi melalui email (clinic.hkiikm@gmail.com).

Reni juga menyampaikan bahwa keamanan hukum bagi pemegang hak kekayaan intelektual merupakan hal yang penting dalam dunia usaha. Dengan diperolehnya hak-hak tersebut maka para pengusaha baik kecil maupun besar dapat mengelola dan mengembangkan usahanya dengan tenang tanpa campur tangan pihak lain.

Pemegang hak cipta juga dapat mengambil tindakan hukum, pidana, dan perdata jika terjadi pelanggaran atau pelanggaran. “Pemegang hak juga dapat memberikan izin atau lisensi kepada pihak lain yang ingin menggunakan karya intelektualnya,” ujarnya.

Disadur dari:

https://kemenperin.go.id/artikel/23099/Kemenperin-Dukung-Perlindungan-Kekayaan-Intelektual-Bagi-Pelaku-IKM