Pertambangan dan Perminyakan

Menelusuri Karier Tanpa Batasan: Memperoleh Gaji 2 Digit dengan Jurusan Teknik Perminyakan

Dipublikasikan oleh Nadia Pratiwi pada 22 Juni 2024


Ini karier pekerjaan lulusan Teknik Perminyakan dan besar gajinya.Jurusan Teknik Perminyakan masuk dalam rumpun Fakultas Teknik di mana sudah menjadi rahasia umum bahwa alumni Fakultas Teknik rata-rata memiliki prospek kerja bagus. Tak terkecuali lulusan Teknik Perminyakan. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut peluang kerja jurusan Teknik Perminyakan di Indonesia. Peluang Pekerjaan Jurusan Teknik Perminyakan Beserta Gajinya

1. Insinyur Perminyakan

Insinyur perminyakan adalah salah satu pekerjaan jurusan teknik perminyakan yang dapat Anda pilih. Tugasnya yaitu memperkirakan kemampuan pembuatan dan nilai ekonomis yang terdapat pada sumur minyak dan gas. Tak hanya itu saja, Anda juga akan turut bekerja untuk pengembangan rencana pengeboran ladang minyak dan gas.

Perkiraan gaji: Rp5 juta hingga Rp7 juta per bulannya.

2. Ahli Teknik Minyak Bumi

Jurusan teknik perminyakan memang jurusan yang sangat dibutuhkan, jadi tidak heran kalau pekerjaan jurusan ini tak akan terlalu jauh dengan sebutan ‘ahli’, seperti ahli teknik minyak bumi. Ahli teknik minyak bumi ini punya tugas untuk mengonsep metode yang nantinya bisa meningkatkan penarikan minyak dan gas juga produksi untuk merubah desain peralatan.

Perkiraaan gaji: Rp5 juta hingga Rp7 juta per bulan.

3. Ahli Tambang pekerjaan

Di jurusan teknik perminyakan tak melulu di wilayah perminyakan saja. Untuk para lulusannya juga dapat merambah ke bidang pertambangan. Tugas seorang yang ahli tambang adalah meninjau lapisan permukaan yang berfungsi untuk mengidentifikasi karakteristik tanah.

Perkiraan gaji :Di awal karier, Anda bisa dapat penghasilan mulai dari Rp4,5 juta hingga Rp7 juta per bulannya.

4. Geological Data Technician

Seorang geological data technician biasanya mempunyai tugas utama untuk mengoperasikan atau menyesuaikan peralatan yang digunakan agar mendapatkan data geologi.

Gaji: Rata-rata Rp3,5 juta hingga Rp5 juta per bulan untuk fresh graduate.

5. Drilling Engineer

Tugas seorang drilling engineer adalah pada site pengeboran, tugasnya sudah jelas menjadi orang yang bertanggungjawab melakukan pengeboran minyak di site. Sebagai pelaksana operasi pemboran, seorang drilling engineer juga dilibatkan dalam penentuan biaya operasi dan maintenance sumur.

Perkiraan Gaji: Rp19.000.000-Rp33.000.000 per bulan

6.Petrolium Engineer

Petroleum Engineer atau ahli/insinyur Perminyakan merupakan salah satu bidang pekerjaan dengan gaji tertinggi saat ini, hal tersebut juga berlaku di Indonesia. Petroleum engineer umumnya lebih mengacu pada kegiatan explorasi serta produksi hidrokarbon yang melibatkan minyak dan gas alam, bahkan juga panas bumi.

Perkiraan Gaji: Rp35.000.000-Rp70.000.000 per bulan

7. Reservoir Engineer

Reservoir engineer adalah cabang dari petroleum engineering yang bertugas menentukan kelakuan sumur minyak, tingkat produksi, jumlah cadangan minyak dan gas dalam reservoir, serta proyeksi masa depan.

Perkiraan Gaji: Rp100 juta per bulan.

Sumber: edukasi.sindonews.com

Selengkapnya
Menelusuri Karier Tanpa Batasan: Memperoleh Gaji 2 Digit dengan Jurusan Teknik Perminyakan

Pertambangan dan Perminyakan

Membingkai Kehilangan: Misteri Seni Baja Damaskus yang Terlupakan

Dipublikasikan oleh Nadia Pratiwi pada 22 Juni 2024


Mungkin terlihat seperti sesuatu yang langsung keluar dari Westeros di "Game of Thrones", tetapi garis bergelombang indah yang menjadi ciri khas baja Damaskus memiliki asal-usul yang lebih bersifat duniawi. Dan jika penampilannya mencolok, manfaat fisik baja jenis ini yang membuatnya begitu dicari di masa kejayaannya.

Sempat menjadi primadona selama berabad-abad, baja Damaskus kehilangan pamornya pada abad ke-18, namun kini baja ini bangkit kembali. Jadi, apakah baja mitos ini, dan mengapa semua orang tampaknya tidak bisa sepakat tentang apa yang termasuk - dan bukan - baja Damaskus?

Pertama-tama, mari kita mulai dengan beberapa hal mendasar. Baja adalah paduan yang terbuat dari besi dan karbon, tetapi sebagian besar dari besi. Tantangan bagi para pengrajin logam kuno adalah menciptakan baja yang fleksibel dan kuat. Para pembuat pedang awal tidak tahu bagaimana cara membuat baja secara tepat; ketika mereka melebur besi, mereka mendapatkan apa yang mereka dapatkan, menurut ahli besi Per Jarbelius, insinyur dan ahli metalurgi dari Damasteel, produsen baja yang diproduksi di pabrik Söderfors yang telah berusia berabad-abad di Söderfors, Swedia. Akhirnya, mereka menemukan bahwa bijih tertentu menghasilkan satu properti dan bijih lainnya menghasilkan properti yang berbeda. Beberapa bijih memberikan material yang fleksibel, dan yang lainnya material yang kuat.

"Damaskus adalah ketika Anda menggabungkan baja-baja ini ke dalam satu penempaan," kata Jarbelius. "Anda mengambil yang fleksibel, dan Anda mengambil yang kuat, dan Anda menempa mereka bersama-sama."

Memahami Baja Damaskus yang dilas dengan pola

Proses penempaan berlapis ini menghasilkan apa yang dikenal sebagai Damaskus yang dilas dengan pola, dan ini adalah jenis Damaskus yang masih dibuat hingga saat ini.

Namun, berabad-abad yang lalu, baja ini dikenal sebagai baja wootz dan merupakan salah satu baja terbaik di dunia. Baja ini pertama kali diproduksi di India dari bijih besi dengan kadar karbon yang tinggi - sekitar 1 hingga 2 persen - dan elemen tambahan. Batangan - atau kue - baja dari India dikirim ke Damaskus, Suriah, di mana mereka dibuat menjadi pedang. Pedang-pedang ini juga memiliki pola permukaan yang indah dan dipuji karena kemampuan fisiknya yang superior.

Pada abad-abad awal baja Damaskus, penggunaan yang paling umum adalah untuk senjata, yang menjelaskan mengapa baja ini sangat berharga. Pedang sulit dibuat karena bentuknya yang panjang dan ramping. Baja terbaik diperlukan untuk membuatnya stabil dan fleksibel.

Baja Damaskus awal memecahkan masalah serupa yang dihadapi dalam membuat senjata panjang juga, mengingat bentuknya yang sempit dan panjang. Pada tahun 1600-an, baja Damaskus yang dilas dengan pola digunakan untuk membuat laras senjata. Praktik ini menyebar ke seluruh Eropa dan populer di Kepulauan Inggris selama abad ke-19. Namun pada awal 1900-an, produksi berhenti ketika kota Liege di Belgia, yang telah memproduksi 850 ton (771 metrik ton) barel Damaskus, jatuh ke tangan tentara Jerman yang menyerang pada Perang Dunia I.

Mengapa disebut Baja Damaskus?

Meskipun baja Damaskus dinamai sesuai dengan nama ibu kota Suriah, kemungkinan besar baja ini dikembangkan di beberapa lokasi, kata Jarbelius. Beberapa versi baja Damaskus telah diproduksi selama berabad-abad, di mana-mana, mulai dari Indonesia hingga Timur Tengah.

"Ada tradisi yang berbeda dari berbagai negara atau wilayah yang berbeda," Jarbelius menjelaskan. Damaskus bukanlah satu formula khusus.

John Verhoeven menemukan bahwa Damaskus yang dilas dengan pola dan wootz telah diproduksi pada abad keenam. Senjata yang terbuat dari baja ini tidak hanya ringan dan kuat, tetapi juga dikatakan tetap tajam bahkan setelah digunakan dalam pertempuran, menurut Gear Patrol. Bahkan dikatakan bahwa pisau yang terbuat dari baja wootz dapat memotong syal sutra saat jatuh.

Namun formula untuk wootz Damaskus telah hilang dari sejarah. Pada awal abad ke-19, baja ini tidak lagi diproduksi, mungkin sebagian karena pengrajin logam yang membuatnya merahasiakan beberapa prosesnya dan mungkin karena kombinasi bijih khusus mengering.

Baja Dilas dengan pola tidak lagi digemari

Pada akhir tahun 1800-an, metalurgi modern telah meningkatkan kualitas baja. Bahkan Damaskus yang dilas dengan pola yang dibuat pada saat itu menjadi usang dan mendapat reputasi buruk, menurut Jarbelius. Baja olahan modern bekerja lebih baik daripada pendahulunya, dan saat ini, fungsi baja Damaskus hanya menjadi nomor dua setelah ketampanannya.

Keindahan Baja Damaskus modern 

Pembeli modern masih mencari baja Damaskus karena penampilannya. Lagi pula, ketika berbicara tentang pisau dan pedang baja Damaskus, tujuan abad pertengahan mereka tidak lagi menjadi faktor.

"Anda mendapatkan estetika sebagai produk sampingan di zaman kuno," kata Jarbelius. "Hari ini, kami membuat pola yang mirip dengan apa yang diproduksi pada zaman kuno, tetapi teknologi baja telah bergerak jauh lebih jauh."

Membuat Baja Damaskus steel hari ini

Ada berbagai metode untuk membuat baja Damaskus saat ini. Beberapa seniman sejati membuat baja yang dirancang secara individual dalam jumlah terbatas, kata Jarbelius. Pembuat baja Damaskus lainnya tertarik pada produksi volume yang lebih tinggi dan pengulangan pola-pola tertentu. Damasteel, perusahaan Swedia tempat Jarbelius bekerja, menggunakan metalurgi serbuk untuk melakukan hal tersebut.

Dalam pembuatan baja konvensional, Anda menempa potongan-potongan padat menjadi satu, jelasnya. Sebaliknya, Damasteel membuat baja tahan karat berpola Damaskus melalui metalurgi serbuk. Bekerja dengan dua jenis baja untuk variasi warna, Damasteel menciptakan "resep" untuk sebuah pola dan mampu mengulanginya.

Beberapa pola merupakan rahasia dagang, sementara yang lain sulit untuk ditiru. Ada pola serupa yang dibuat oleh beberapa pandai besi, meskipun mungkin memiliki nama yang berbeda. Apa yang disebut oleh seorang pandai besi sebagai pola Mawar, mungkin disebut oleh pandai besi lainnya sebagai Rintik Hujan, misalnya.

Jika nama-nama pola terdengar terlalu rumit untuk sifat bisnisnya, ada pilihan lain juga. Damasteel memiliki pola yang disebut Thor, Odins Eye, Loki, Bifrost, dan Bluetongue. Atau pertimbangkan Snake Skin, Razor Wire dan Fireball dari Denius Thomas. Kesamaan yang mereka miliki adalah kualitas keindahan.

"Anda membuat jenis baja Damaskus karena itu cantik," kata Jarbelius. "Anda mencari estetika lebih dari sekadar fungsi."

Penggunaan Baja Damaskus saat ini

Pada abad ke-21, para pembuat baja Damaskus tidak menempa banyak pedang. Namun demikian, materialnya memiliki penggunaan yang luas, kata Jarbelius. Karena membutuhkan lebih banyak pekerjaan dan keahlian untuk memproduksinya, baja Damaskus memiliki harga yang lebih tinggi daripada baja tradisional yang tidak berpola.

Anda akan menemukan perhiasan, cincin, jam tangan, sendok, gesper ikat pinggang, pisau cukur, senter, dan pulpen yang terbuat dari baja Damaskus. Tentu saja, dalam tradisi penggunaannya yang paling awal, baja Damaskus populer untuk pisau, pisau lipat, dan pisau dapur kelas atas.

Disadur dari: science.howstuffworks.com

Selengkapnya
Membingkai Kehilangan: Misteri Seni Baja Damaskus yang Terlupakan

Pertambangan dan Perminyakan

Melangkah ke Masa Depan Energi: 5 Universitas Negeri Unggulan dalam Jurusan Teknik Perminyakan di Indonesia

Dipublikasikan oleh Nadia Pratiwi pada 22 Juni 2024


Universitas negeri dengan jurusan teknik perminyakan terbaik di Indonesia menarik untuk disimak. Kuliah di jurusan teknik perminyakan jadi impian banyak orang. Pasalnya, bekerja di bidang ini terkenal dengan gaji yang fantastis dan dapat merubah taraf hidup. Tak heran karena bidang ini punya tingkat kesulitan yang rumit.

Untuk kuliah di jurusan teknik perminyakan, Indonesia sudah memiliki beberapa universitas yang menyediakan jurusan ini. Jadi, tidak perlu kuliah jauh-jauh ke luar negeri untuk menekuni pendidikan sarjana di bidang perminyakan.

Mengutip Quipper Campus, Sabtu (9/12/2023), ada beberapa universitas negeri yang punya jurusan teknik perminyakan yang sudah terakreditasi bahkan lulusannya dibutuhkan di perusahaan-perusahaan tambang dan minyak bumi di Indonesia dan dunia.

Berikut ini Okezone telah merangkum 5 universitas negeri dengan jurusan teknik perminyakan terbaik di Indonesia

Daftar Universitas Negeri di Indonesia yang punya Jurusan Teknik Perminyakan

1. Institut Teknologi Bandung

Perguruan tinggi top Indonesia di bidang teknik ini juga punya jurusan Teknik Perminyakan, bahkan jadi salah satu jurusan yang memiliki banyak peminat. Jurusan Teknik Perminyakan ITB ada di Fakultas Pertambangan Teknik Perminyakan. Terakreditasi Unggul, banyak alumninya yang setelah lulus bekerja di perusahaan minyak dan pertambangan tak hanya di Indonesia, tapi menyebar ke seluruh dunia.

2. Universitas Jember

Universitas Jember atau Unej adalah salah satu perguruan tinggi negeri yang berada di Jawa Timur. Kampus ini ternyata juga memiliki jurusan Teknik Perminyakan yang masuk ke Fakultas Teknik. Unej jadi satu-satunya universitas negeri di Jawa Timur yang memiliki jurusan Teknik Perminyakan dan telah terakreditasi B.

3. UPN Veteran Yogyakarta

Meski UPN Veteran ada tiga cabang lain yang berada di SUrabaya dan Jakarta, kampus yang memiliki jurusan Teknik Perminyakan hanya di UPN Veteran Yogyakarta. Jurusan Teknik Perminyakan di kampus Bela Negara ini ada di Fakultas Teknologi Mineral. Akreditasinya jurusan ini sudah A dari BAN-PT.

4. Universitas Pattimura 

Universitas ini jadi satu-satunya perguruan tinggi negeri yang ada di Ambon, Maluku dengan jurusan Teknik Perminyakan. Ini untuk memenuhi kebutuhan pekerja khususnya banyak perusahaan tambang dan minyak bumi yang ada di wilayah Timur Indonesia. Berada di Fakultas Teknik, jurusan ini terakreditasI oleh Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM).Teknik.

5. Universitas Papua

Universitas ini merupakan universitas negeri di Manokwari, Papua Barat yang memiliki program studi Teknik Perminyakan. Program studi Teknik Perminyakan dan Gas Bumi di Unipa adalah Diploma 3 yang berada di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan. Hal ini sejalan dengan kebutuhan tenaga kerja di bidang ini, mengingat banyak perusahaan perminyakan dan pertambangan yang ada di wilayah Papua, contohnya PT. Freeport Indonesia. Maka dari itu lulusanya banyak yang bekerja di perusahaan ternama.

Itu dia 5 universitas negeri di Indonesia yang memiliki jurusan Teknik Perminyakan terbaik. Jurusan ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan di bidang teknik perminyakan dan pertambangan baik di Indonesia hingga di kancah dunia. Diharapkan dengan adanya jurusan ini, Indonesia dapat mendirikan banyak perusahaan minyak bumi yang bersaing di dunia internasional dengan tenaga kerja lokal.

Sumber: edukasi.okezone.com

Selengkapnya
Melangkah ke Masa Depan Energi: 5 Universitas Negeri Unggulan dalam Jurusan Teknik Perminyakan di Indonesia

Pertambangan dan Perminyakan

Teknik Perminyakan: Beberapa Universitas yang Menawarkan Program ini

Dipublikasikan oleh Nadia Pratiwi pada 22 Juni 2024


Teknik perminyakan adalah salah satu jurusan di perguruan tinggi yang berfokus kepada tambang minyak, gas, dan panas bumi, meliputi kegiatan pengeboran, eksplorasi, distribusi dan ekonomi migas.Teknik perminyakan sendiri mirip dengan teknik pertambangan, perbedaan antara keduanya, teknik pertambangan mempelajari bagaimana menambang benda padat seperti logam, batubara atau bahan galian lainnya, sedangkan teknik perminyakan mempelajari bagaimana menambang fluida yaitu minyak dan gas serta panas bumi.

Teknik perminyakan juga mempelajari sistem yang berhubungan dengan bangunan rig lepas pantai yang sering digunakan dalam eksplorasi minyak lepas pantai dan juga teknologi pemanfaatan panas bumi sebagai sumber energi.

Spesialisasi teknik perminyakan antara lain: teknik pengeboran, teknik produksi, teknik reservoir, dan evaluasi informasi (petrofisika).

Di Indonesia, perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan ini adalah sebagai berikut:

  1. Institut Teknologi Bandung (ITB)
  2. Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB)
  3. Universitas Islam Riau (UIR)
  4. Universitas Jember (UNEJ)
  5. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPN)
  6. Universitas Trisakti (USAKTI)
  7. Universitas Pertamina (UP)
  8. Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
  9. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBHARAJAYA)
  10. Universitas Papua
  11. Tanri Abeng University (TAU) Jakarta Selatan
  12. Akamigas Balongan
  13. STT Migas Balikpapan
  14. STT Migas Cilacap
  15. Politeknik Akamigas Palembang

Disadur dari: en.wikipedia.org

Selengkapnya
Teknik Perminyakan: Beberapa Universitas yang Menawarkan Program ini

Pertambangan dan Perminyakan

Tinjauan Terkini: 10 Universitas Prestisius Dunia untuk Jurusan Teknik Perminyakan

Dipublikasikan oleh Nadia Pratiwi pada 22 Juni 2024


Ini adalah sepuluh universitas terbaik di dunia untuk jurusan teknik perminyakan. Jurusan teknik perminyakan di universitas berfokus pada pengelolaan sumber daya minyak dan gas bumi. Kegiatan eksplorasi, eksploitasi, dan ekonomi pertambangan adalah bidang studinya. 

QS WUR menilai reputasi akademik, reputasi perusahaan, dan dampak penelitian. Skornya berkisar dari 1 hingga 100, dengan skor yang lebih tinggi menunjukkan bahwa kampus tersebut memiliki kualitas yang lebih baik

10 Kampus dengan Jurusan Teknik Perminyakan Terbaik Dunia (2022)

  1. National University of Singapore/NUS (Singapura) (poin 99,4)
  2. University of Texas at Austin(Amerika Serikat) (poin 94,3)
  3. Technical University of Denmark(Denmark) (poin 89,9)
  4. Stanford University(Amerika Serikat) (poin 89,2)
  5. Texas A&M University(Amerika Serikat) (poin 86,7)
  6. King Fahd University of Petroleum dan Minerals (Arab Saudi) (poin 85,7)
  7. Imperial College London(Inggris) (poin 84,3) 
  8. University of Alberta(Kanada) (poin 82,8)
  9. Delft University of Technology(Belanda) (poin 82,3)
  10. The University of Adelaide(Australia) (poin 80,6)

Mengenal Jurusan Teknik Perminyakan

1. Salah satu jurusan yang dianggap memiliki prospek kerja menjanjikan adalah Jurusan Teknik Perminyakan. Pada jurusan ini kamu akan diajarkan tentang ilmu eksploitasi dan eksplorasi sumber daya alam.

2. Fokus kajian keilmuan Jurusan Teknik Perminyakan adalah pada tambang minyak bumi, panas bumi, dan gas alam. Hal tersebut tidak terlalu jauh berbeda dengan kajian Jurusan Teknik Pertambangan yakni seputar pengeboran, eksplorasi, dan distribusi.

3. Perbedaan kedua jurusan tersebut adalah pada objeknya. Jurusan Teknik Pertambangan mengkaji tentang penambangan benda padat seperti batu bara, emas, nikel, aspal, dan lain-lain, sementara Jurusan Teknik Perminyakan mengkaji tentang tentang penambangan benda cair (fluida) dan gas.

Beberapa Mata Kuliah Jurusan Teknik Perminyakan

  • Kalkulus
  • Kimia dasar
  • Fisika dasar
  • Pengantar teknologi sumberdaya bumi
  • Sistem alam dan semesta
  • Matematika teknik
  • Termodinamika dasar
  • Geologi dasar
  • Pemrograman komputer
  • Petrofisika
  • Geologi migas
  • Teknik gas bumi 
  • Teknik panas bumi
  • Peningkatan perolehan minyak
  • Analisis log sumur

Sumber: edukasi.sindonews.com

Selengkapnya