Perindustrian
Dipublikasikan oleh Viskha Dwi Marcella Nanda pada 18 Februari 2025
Insitut Teknologi Bandung melakukan kerja sama dengan PT. Meindo Elang Indah di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat dalam bidang struktur dan fasilitas minyak dan gas lepas pantai, dilansir dari, itb.ac.id, BANDUNG.
Kerja sama ini ditandatangani oleh Wakil Presiden Direktur PT. Meindo Elang Indah, Richard Chan dengan Prof. Ir. I Gede Wenten, M.Sc., Ph.D, selaku Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi. Proses tantangan kerja sama ini dilaksanakan secara virtual pada Rabu(30/3/2022).
Kepala Biro Kemitraan ITB, Prof. Dr. Taufiq Hidajat pada sambutannya menyampaikan, perjanjian kerja sama ITB dan PT. Meindo Elang Indah sudah diinisiasi oleh dosen di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) dan dosen di Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) melalui riset kolaborasi The Safe & Sustainable Decommissioning of Offshore Structures (SEELOS) bersama Universitas di Asia tenggara dan support dari Royal Engineering, London pada tema yang berkaitan dengan kesiapan yard bagi dekomisioning anjungan lepas pantai dan struktur terapung di Indonesia.
"Dari pihak ITB, kita sangat mengapresiasi perjanjian kerja sama ini, dengan harapan bisa dipergunakan dengan baik untuk civitas akademika ITB dan PT. Meindo Elang Indah dalam mendukung perkembangan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat pada bidang struktur dan fasilitas minyak dan gas lepas pantai," ungkap Prof. Dr.Taufiq Hidajat.
Disamping itu, Richard Chan selaku Wakil Presiden Direktur PT. Meindo Elang Indah, menyampaikan, Meindo merupakan perusahaan yang bekerja di bidang rekayasa, pengadaan, konstruksi, dan instalasi untuk petrokimia, energi, dan industri hulu minyak dan gas. Sampai sekarang, perusahaan sudah menjalankan lebih dari 150 proyek migas di Indonesia baik onshore dan juga offshore.
Kerja sama tersebut, sudah melalui proses yang cukup panjang dan dia merasa sangat terhormat sebab perusahaannya sudah direkomendasikan dan terpilih sebagai responden pada penelitian di ITB yang akan berfungsi sebagai guide line yang bisa bermanfaat khususnya di Indonesia.
"Semoga dengan penandatanganan kerja sama ini bisa mendapatkan jalinan silaturahmi dan bisa menjadi langkah awal untuk Meindo dalam memberikan kontribusi positif bagi industri dan pendidikan teknologi lepas pantai di Indonesia," ungkapnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FTMD Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., Dekan FTSL Edwan Kardena, Ph.D., beserta jajaran dosen ITB lain yang terlibat dalam kerja sama tersebut dan jajaran dari PT Meindo Elang Indah.
Disadur dari sumber itb.ac.id
Perindustrian
Dipublikasikan oleh Viskha Dwi Marcella Nanda pada 18 Februari 2025
Industrialisasi adalah suatu proses perubahan sosial ekonomi yang mengubah sistem pencaharian masyarakat agraris menjadi masyarakat industri. Industrialisasi juga bisa diartikan sebagai suatu keadaan di mana masyarakat berfokus pada ekonomi yang meliputi pekerjaan yang semakin beragam (spesialisasi), gaji, dan penghasilan yang semakin tinggi. Industrialisasi adalah bagian dari proses modernisasi di mana perubahan sosial dan perkembangan ekonomi erat hubungannya dengan inovasi teknologi.
Dalam Industrialisasi ada perubahan filosofi manusia di mana manusia mengubah pandangan lingkungan sosialnya menjadi lebih kepada rasionalitas (tindakan didasarkan atas pertimbangan, efisiensi, dan perhitungan, tidak lagi mengacu kepada moral, emosi, kebiasaan atau tradisi). Menurut para peniliti ada faktor yang menjadi acuan modernisasi industri dan pengembangan perusahaan. Mulai dari lingkungan politik dan hukum yang menguntungkan untuk dunia industri dan perdagangan, bisa juga dengan sumber daya alam yang beragam dan melimpah, dan juga sumber daya manusia yang cenderung rendah biaya, memiliki kemampuan dan bisa beradaptasi dengan pekerjaannya.
Negara pertama yang melakukan industrialisasi adalah Inggris ketika terjadi revolusi industri pada abad ke 18.
Pada akhir abad ke 20, Negara di Asia Timur telah menjadi bagian dunia yang paling banyak melakukan industrialisasi.
Deskripsi Industrialisasi
Menurut klasifikasi Jean Fourastie, sebuah ekonomi terdiri dari 3 bagian. Bagian pertama terdiri dari produksi komoditas (pertanian, peternakan, ekploitasi sumber daya mineral). Bagian kedua proses produksi barang untuk dijual dan bagian ketiga sebagai industri layanan. Proses Industrialisasi didasarkan pada perluasan bagian kedua yang kegiatan ekonominya didominasi oleh kegiatan bagian pertama.
Revolusi Industri pertama terjadi pada pertengahan abad ke 18 sampai awal abad ke 19 di daerah Eropa Barat, Amerika Utara, dimulai pertama kali di Inggris. Revolusi Industri kedua terjadi pada pertengahan abad ke 19 setelah penemuan mesin uap, listrik, mesin pembakaran dalam (tenaga fosil) dan pembangunan kanal kanal, rel kereta api sampai ke tiang listrik.
Dampak Sosial dan Lingkungan
Terpusatnya tenaga kerja pada pabrik – pabrik di suatu daerah, sehingga daerah tersebut berkembang menjadi kota besar.
Pekerja harus meninggalkan keluarga agar bisa bekerja di mana industri itu berada.
Perubahan struktur sosial berdasarkan pada pola pra industrialisasi di mana suatu keluarga besar cenderung menetap di suatu daerah. Setelah industrialisasi keluarga biasanya berpindah pindah tempat dan hanya terdiri dari keluarga inti (orang tua dan anak – anak). Keluarga dan anak – anak yang memasuki kedewasaan akan semakin aktif berpindah pindah sesuai tempat di mana pekerjaan itu berada.
Industrialisasi menimbulkan banyak masalah penyakit. Mulai polusi udara, air, dan suara, masalah kemiskinan, alat alat berbahaya, kekurangan gizi. Masalah kesehatan di Negara industri disebabkan oleh faktor ekonomi, sosial politik, budaya dan juga patogen (mikroorganisme penyebab penyakit)
Industrialisasi di Indonesia
Industrialisasi di Indonesia semakin menurun semenjak krisis ekonomi tahun 1998. Kemunduran ini bukanlah berarti Indonesia tidak memiliki modal untuk melakukan investasi pada industri dalam negeri, tetapi lebih kepada penyerapan barang hasil produksi industri dalam negeri. Membuka pasar dalam negeri adalah kunci penting bagi industri Indonesia untuk bisa bangkit lagi karena saat ini pasar Indonesia dikuasai oleh produk produk asing.
Faktor-faktor pembangkit Industri Indonesia
Adapun faktor-faktor pembangkit industri di Indonesia, antara lain:
Dilakukan inovasi dalam jaringan institusi pemerintah dan swasta yang melakukan impor. Sebagai pihak yang membawa,mengubah, mengembangkan dan menyebarluaskan teknologi.
Perlu sikap dalam menentukan pilihan untuk mengembangkan suatu teknologi apakah menganut tecno-nasionalism,techno-globalism, atau techno-hybrids.
Pemimpin dan elit politik Indonesia harus tegas dan cermat dalam mengambil keputusan. Hal ini dimaksudkan untuk mengembalikan kepercayaan pasar dalam negeri maupun luar negeri.
Faktor penghambat Industri Indonesia
Faktor-faktor yang menjadi penghambat industri di Indonesia meliputi:
Kurangnya perluasan dan penelitian dalam bidang teknologi menghambat efektivitas dan kemampuan produksi.
Terbatasnya tenaga profesional di Indonesia menjadi penghambat untuk mendapatkan dan mengoperasikan alat alat dengan teknologi terbaru.
Terbatasnya dana pengembangan teknologi oleh pemerintah untuk mengembangkan infrastruktur dalam bidang riset dan teknologi
Dampak Industrialisasi di Indonesia
Teknologi memungkinkan negara tropis seperti Indonesia untuk memanfaatkan kekayaan hutan untuk meningkatkan devisa negara dan pembangunan infrastruktur. Hilangnya hutan di Indonesia berarti hilang juga tanaman - tanaman yang memiliki khasiat sebagai obat dan juga fauna langka yang hidup di ekosistem hutan tersebut.
Dibalik kesuksesan Indonesia dalam pembangunan sebenarnya ada kemerosotan dalam cadangan sumber daya alam dan peningkatan pencemaran lingkungan. Pada kota kota yang sedang berkembang seperti Gresik, Medan, Jakarta, Surabaya, Bandung, Lhoksumawe, bahkan hampir seluruh kota kota di pulau Jawa sudah mengalami peningkatan suhu udara, Walaupun daerah tersebut tidak pesat perkembangan industrinya.
Pencemaran dapat diklasifikasikan dalam bermacam-macam bentuk menurut pola pengelompokannya. mengelompokkan pecemaran atas dasar:
Sumber Artikel: id.wikipedia.org
Perindustrian
Dipublikasikan oleh Viskha Dwi Marcella Nanda pada 17 Februari 2025
Dilansir dari jpnn.com, Jakarta, dunia metaverse, yaitu dunia virtual yang menggunakan jaringan dunia virtual 3D, sedang menjadi tren terbaru. Sebuah Gaming Hub bernama Good Games Guild baru-baru ini diluncurkan dengan tujuan menciptakan ekonomi dunia maya dan memberi kesempatan kepada jutaan pemain untuk menghasilkan pendapatan. Selain itu, pemain juga dapat berinvestasi menggunakan aset dalam berbagai permainan di bawah naungan Good Games Guilds Labs.
Good Games Guild mengusung jargon #Play2Earn dan Metaverse for the living. Menurut Aditia Kinarang, pendiri dan CEO Good Games Guild, platform ini tidak hanya sekadar proyek DeFi (Keuangan Terdesentralisasi) atau NFT (Non-Fungible Token) biasa. Good Games Guild menawarkan berbagai keuntungan bagi para gamer, platform, dan investor. Aditia Kinarang bersama Wilsen Tiomajaya dan B. E. Suryadi mendirikan Good Games Guild pada tahun 2021 dan berhasil mendapatkan pendanaan sebesar USD 2,1 juta dari investor terkemuka.
Aditia Kinarang menjelaskan bahwa Good Games Guild diciptakan untuk mengoptimalkan fungsi Metaverse dalam kehidupan sosial manusia. Dengan keahlian dari ketiga pendiri, dibangunlah Good Games Guild Ecosystem yang terdiri dari Good Games Guild (Beasiswa), Good Games Labs, dan MetaversePad (Launchpad).
Good Games Guild memiliki misi untuk menjadi pusat kegiatan terkait GameFi, yaitu platform bagi pemain untuk bergabung dalam program beasiswa gaming yang tepat. Program Beasiswa Good Games Guild menggunakan dana yang terkumpul untuk menciptakan aset produktif dari berbagai permainan demi menghasilkan pendapatan bagi para pemain.
Selain itu, Good Games Labs adalah program inovatif yang menggabungkan proyek blockchain dan komunitas cryptocurrency. Sedangkan MetaversePad adalah platform crowdfunding untuk proyek permainan metaverse dan blockchain.
Good Games Guild telah menjadi salah satu dari tiga Gaming Hub terkemuka di dunia dan telah memiliki komunitas lebih dari 250 ribu orang.
Sumber: www.jpnn.com
Perindustrian
Dipublikasikan oleh Viskha Dwi Marcella Nanda pada 17 Februari 2025
Celsius Network kini sedang mengajukan kebangkrutan. Proses evaluasi sedang berlangsung, sementara langkah selanjutnya untuk pemegang mata uang di jaringan ini akan melibatkan pengajuan bukti klaim. Biasanya, tenggat waktu untuk ini adalah 90 hari setelah "rapat 341" atau pertemuan kreditur dalam proses kebangkrutan. Namun, tanggal ini dapat berubah atau disesuaikan oleh pengadilan, terutama mengingat kompleksitas yang mungkin terjadi dalam konversi mata uang kripto ke dolar AS.
Jadwal pengadilan untuk kasus kebangkrutan Celsius Network dapat ditemukan di sini:
https://cases.stretto.com/celsius/court-docket/
Selain itu, opsi litigasi sedang dievaluasi terhadap entitas lain yang mungkin tidak terlibat dalam kebangkrutan, tetapi masih memiliki tanggung jawab hukum. Pengungkapan dalam pengajuan kebangkrutan mengindikasikan bahwa Celsius memiliki polis asuransi D&O (Direktur dan Pejabat), yang mencakup klaim hukum terhadap para eksekutifnya.
Sebelumnya, rumor tentang kemungkinan kebangkrutan Celsius Network muncul setelah perusahaan menghentikan penarikan cryptocurrency dari bursa. Beberapa artikel berita bahkan menyiratkan bahwa Celsius Network telah menyewa ahli restrukturisasi atau sedang dalam proses pengumpulan dana oleh pihak seperti Goldman Sachs untuk membeli aset dengan harga diskon.
Bagi mereka yang memiliki cryptocurrency terkunci di Celsius Network, pertanyaan tentang implikasi dan opsi yang tersedia mungkin timbul. Pertama, mengajukan bukti klaim adalah langkah penting untuk menginformasikan wali pailit bahwa Anda memiliki klaim yang harus dipertimbangkan. Wali pailit bertanggung jawab untuk mencoba memulihkan aset untuk kreditur, meskipun persentase pemulihan tidak jelas pada tahap ini. Namun, membayar bukti klaim mungkin bisa memberikan keuntungan potensial jika nilai aset Celsius pulih sebelum kebangkrutan selesai.
Kedua, Anda mungkin ingin mempertimbangkan opsi arbitrase atau gugatan terhadap Celsius Network atau pihak lain yang mungkin bertanggung jawab. Firma hukum kami siap untuk membantu dalam hal ini, meskipun keputusan ini tergantung pada nilai yang Anda pertaruhkan dan preferensi pribadi Anda.
Perlu dicatat bahwa jika kebangkrutan diumumkan, semua proses hukum atau arbitrase terhadap Celsius Network akan ditangguhkan secara otomatis, tetapi dapat dilanjutkan setelah proses kebangkrutan selesai. Pilihan lain adalah mengejar litigasi terhadap pihak lain yang bertanggung jawab atas penolakan untuk memungkinkan penarikan cryptocurrency, yang masih dapat dipertimbangkan di luar konteks kebangkrutan.
Perusahaan kami memiliki pengalaman dalam mewakili individu dalam upaya memulihkan cryptocurrency mereka dari Celsius Network. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau membutuhkan bantuan, jangan ragu untuk menghubungi kami.
Disadur dari: kneuppercovey.com
Perindustrian
Dipublikasikan oleh Viskha Dwi Marcella Nanda pada 17 Februari 2025
Trinusa Travelindo, yang dikenal sebagai Traveloka, adalah sebuah perusahaan teknologi Indonesia yang berspesialisasi dalam layanan perjalanan dan tiket. Berkantor pusat di Jakarta, perusahaan ini mengoperasikan situs web yang populer dan melayani enam negara. Didirikan pada tahun 2012 sebagai mesin pencari perjalanan, Traveloka telah memperluas penawarannya dengan memasukkan tiket atraksi, aktivitas, penyewaan transportasi, dan voucher restoran. Selain itu, Traveloka juga menyediakan layanan keuangan seperti kredit dan asuransi. Dengan valuasi sekitar $3 miliar pada tahun 2022, Traveloka diklasifikasikan sebagai perusahaan unicorn dan sering disamakan dengan Expedia untuk berbagai layanannya.
Sejarah
Pada awal tahun 2012, tiga insinyur perangkat lunak Indonesia yang saat itu bekerja di Silicon Valley memiliki ide untuk mendirikan sebuah perusahaan travel online. Ferry Unardi, Albert, dan Derianto Kusuma (jeda 5 detik) mengalami kesulitan saat melakukan perjalanan di Indonesia, sehingga mereka memutuskan untuk membangun sebuah situs web untuk memudahkan logistik perjalanan di negara ini.
Traveloka secara resmi diluncurkan pada bulan September 2012 sebagai situs metasearch untuk penerbangan di Indonesia. Dalam waktu singkat, perusahaan ini berhasil menarik investasi awal dan bertransisi menjadi biro perjalanan online yang lengkap. Mereka menawarkan berbagai metode pembayaran (jeda 3 detik) dan menerapkan layanan pelanggan 24 jam dalam beberapa bahasa.
Setelah meraih kesuksesan di Indonesia, Traveloka mulai berekspansi ke negara-negara tetangga di Asia Tenggara pada tahun 2015. Mereka membuka kantor regional di Thailand, Singapura, Malaysia, Filipina, dan Vietnam. (Jeda 4 detik) Layanan Traveloka terus berkembang, mulai dari pemesanan hotel, tiket kereta api, hingga paket liburan yang lengkap.
Pada tahun 2017, Traveloka mendapatkan pendanaan sebesar $350 juta dari investor global, menjadikannya perusahaan unicorn dengan valuasi lebih dari $1 miliar. Pendanaan ini digunakan untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan dan memperluas jangkauan bisnis.
Ketika pandemi COVID-19 melanda pada tahun 2020, bisnis travel Traveloka sempat terpukul. Namun, perusahaan dengan cepat beradaptasi dengan meluncurkan fitur-fitur baru seperti (jeda 3 detik) "Beli Sekarang, Bayar Nanti" untuk menawarkan fleksibilitas dalam pemesanan. Selain itu, mereka juga memperluas layanan mereka ke pengalaman online seperti kelas memasak virtual.
Dalam upaya memulihkan arus kas, Traveloka mengadakan flash sale online dan menawarkan paket tes COVID-19 yang terintegrasi. Strategi-strategi inovatif ini membantu Traveloka bertahan dari krisis dan kembali meraih keuntungan pada akhir 2020.
Saat ini, Traveloka telah bangkit kembali dan terus memperluas jaringan hotelnya, termasuk kemitraan dengan jaringan hotel Accor di 13 negara pada April 2022. Dengan valuasi baru-baru ini sebesar $3 miliar, Traveloka mengukuhkan posisinya sebagai pemain utama dalam industri perjalanan online di Asia Tenggara.
Website Traveloka
Traveloka adalah platform online serbaguna yang melayani berbagai kebutuhan, mulai dari perjalanan hingga layanan lokal dan solusi keuangan. Dengan antarmuka yang mudah digunakan dan tersedia dalam berbagai bahasa, Traveloka telah mengumpulkan lebih dari 100 juta unduhan dan memiliki sekitar 40 juta pengguna aktif bulanan. Menawarkan berbagai produk dan layanan yang komprehensif, Traveloka memfasilitasi pemesanan yang mudah untuk penerbangan, akomodasi, transportasi, dan banyak lagi.
Situs web ini menampilkan daftar dari lebih dari 150 maskapai penerbangan dan jutaan hotel, vila, dan penginapan di 100 negara. Selain itu, Traveloka juga menyediakan penawaran gaya hidup seperti tiket atraksi, aktivitas, penyewaan mobil, dan voucher restoran. Dukungan pelanggan tersedia sepanjang waktu dalam bahasa lokal, memastikan pengalaman yang lancar bagi pengguna di seluruh dunia.
Dalam hal layanan keuangan, Traveloka menyediakan pilihan manajemen kekayaan, asuransi, pembiayaan, dan kredit. Selain itu, Traveloka juga menawarkan fitur unik seperti Buy Now Stay Later untuk pemesanan akomodasi dan LIVEstyle untuk live streaming. Dengan beragam penawaran dan fitur inovatifnya, Traveloka terus mendefinisikan ulang lanskap perjalanan dan layanan online.
Disadur dari: en.wikipedia.org
Perindustrian
Dipublikasikan oleh Viskha Dwi Marcella Nanda pada 17 Februari 2025
OVO, platform pembayaran digital di bawah PT Visionet Internasional, berkantor pusat di Jakarta, Indonesia. Diluncurkan pada tahun 2017 dengan otorisasi dari Bank Indonesia, OVO dengan cepat menjadi terkenal dan mengamankan posisinya sebagai layanan pembayaran digital terdepan di Indonesia pada tahun 2019. Didukung oleh Grab dan investor lokal, OVO mencetak sejarah di tahun 2019 dengan menjadi unicorn teknologi finansial pertama di Indonesia.
Sejarah
OVO, yang lahir dari Grup Lippo, mendapatkan persetujuan regulator sebagai entitas fintech di seluruh Indonesia pada bulan September 2017, dengan mendapatkan lisensi uang elektronik dari Bank Indonesia. Dioperasikan di bawah PT Visionet International, perusahaan layanan keuangan digital milik Grup Lippo, OVO memperkenalkan dompet digitalnya pada September 2017. Tokyo Century Corporation melakukan investasi penting sebesar US$116 juta pada bulan Desember 2017, dengan mengakuisisi 20% saham perusahaan. OVO memperluas penawaran keuangannya pada tahun 2018, menarik investasi dari Grab.
Tokopedia, raksasa e-commerce Indonesia, bergabung dengan jajaran investor pada bulan Maret 2019, meningkatkan valuasi OVO menjadi US$2,9 miliar. Pada bulan Oktober 2019, OVO meraih status unicorn, menjadi unicorn teknologi finansial pertama di Indonesia dan unicorn kelima di Indonesia secara keseluruhan. Pergantian kepemimpinan terjadi pada tahun 2019, dengan Karaniya Dharmasaputra ditunjuk sebagai presiden direktur.
Grab meningkatkan kepemilikan sahamnya di OVO menjadi 79,5% pada tahun 2021, dan kemudian mencapai 90% kepemilikan setelah mengakuisisi saham dari Tokopedia dan Lippo Group pada Oktober 2021. Dyak NK Makhijani mengambil peran sebagai Presiden Komisaris di PT Visionet Internasional pada Agustus 2022, menandai kepemilikan dominan Grab atas OVO.
Produk dan layanan
OVO, yang terutama berfokus pada pembayaran digital dengan lisensi uang elektroniknya, muncul sebagai dompet digital terkemuka di Indonesia untuk transaksi online dan offline, berdasarkan laporan tahun 2021 oleh Kadence International.
Selain bisnis intinya, OVO merambah ke bidang jasa keuangan, menawarkan fasilitas pinjaman melalui Taralite, sebuah perusahaan pinjaman P2P yang diakuisisi pada tahun 2019. OVO juga menyediakan produk investasi dan asuransi melalui kolaborasi dengan mitra di bawah OVO | Investasikan dan OVO | Proteksi masing-masing.
Berkolaborasi dengan pemain kunci seperti Adira Finance, Bank BRI, Manulife Aset Manajemen Indonesia, dan Prudential Indonesia, OVO memperluas rangkaian layanan keuangannya untuk memenuhi beragam kebutuhan konsumen.
Disadur dari: en.wikipedia.org