Daya Tarik Lulusan Jurusan Teknik Material dan Metalurgi ITB: Diburu oleh Perusahaan Tambang hingga Konstruksi

Dipublikasikan oleh Nadia Pratiwi

22 Juni 2024, 08.54

Sumber: www.medcom.id

Banyak orang, terutama calon mahasiswa baru, masih awam tentang teknik material dan metalurgi. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kedua program studi yang ada di Institut Teknologi Bandung (ITB), simak artikel berikut.

Jika kita berbicara tentang jurusan teknik, ada beberapa jurusan teknik yang khusus mempelajari teknik, seperti ITB di Bandung.

Sebagian siswa di Indonesia bercita-cita untuk menjadi mahasiswa teknik. Sepertinya lulusan teknik ini banyak diincar oleh industri dan pekerjaan karena memiliki minat di bidang ini.

Teknik Material dan Metalurgi adalah dua di antara beberapa jurusan yang banyak dicari di dunia kerja. Jika Anda belum tahu tentang jurusan ini, mari kita pelajari lebih lanjut karena siapa tahu jurusan ini akan sesuai dengan minat Anda.

Apa itu Teknik Material dan Teknik Metalurgi?

Menurut Dosen Teknik Metalurgi ITB,  D.Sc.(Tech.) Imam Santoso, jurusan ini mempelajari semua aspek logam (metal), mulai dari proses penambangan hingga menjadi produk akhir yang siap digunakan. Teknik metalurgi mencakup studi tentang seluruh proses pengolahan logam, mulai dari ekstraksi dan penambangan hingga proses pengolahan dan manufaktur.

Bidang pertambangan sangat terkait dengan teknik metalurgi ini, karena banyak terkait dengan proses pemurnian logam dari pengotor saat logam pertama kali diperoleh dari pertambangan. Imam menyatakan bahwa program studi ini secara khusus mempelajari metode pemurnian batu bara untuk meningkatkan kualitasnya.

Bahan mentah dari tambang kita olah, kita cuci, kita upgrade kualitasnya supaya harga jualnya lebih tinggi. Jangan berpikiran nanti akan kerja berat di pertambangannya langsung, bukan, kita yang di kantor merancang sistemnya,” ujar Imam dilansir dari laman ITB, Kamis, 21 Maret 2024.

Dosen Metalurgi ITB, Imam Santoso dan mahasiswanya. Foto: ITB

Apa yang dipelajari di Teknik Material dan Teknik Metalurgi?

Selain itu, Teknik Material mempelajari berbagai jenis material, seperti keramik, polimer, logam, komposit, dan lain-lain. Fokusnya lebih pada proses di hilir manufaktur, yang mencakup sintesis, asesmen, dan perawatan.

Teknik Material juga mempelajari karakteristik, struktur, dan kinerja setiap material saat digunakan untuk membuat produk. Oleh karena itu, lingkup pengetahuan yang dipelajari di Teknik Material mencakup tahap pascaproduksi, di mana seseorang dapat mengontrol kinerja material saat digunakan.

Ekavianty Prajatelistia, Ph.D., Dosen Teknik Material di ITB, menyatakan, "Kita (Teknik Material) lebih dekat ke industri, jadi dari keseluruhan pemrosesan material mentah ke barang jadi, sampai nanti digunakan oleh konsumen."

Imam menyatakan bahwa pemisahan kedua program studi tersebut sengaja dibuat oleh ITB untuk memberi mahasiswa pengalaman belajar yang lebih terfokus dan terspesialisasi. Kebutuhan akan nilai tambah bahan tambang dapat dipenuhi dengan teknik metalurgi.

Sementara itu, ''Teknik Material di FTMD muncul untuk memenuhi kebutuhan Teknik produksi dan manufaktur bahan yang beragam, sementara Teknik Metalurgi berasal dari FTTM. Meskipun pada beberapa bagian keduanya beririsan, tapi pada dasarnya fokusnya beda,'' katanya.

Prospek kerja

Teknik Material dan Teknik Metalurgi keduanya memiliki prospek kerja yang sangat luas. Sarjana teknik metalurgi biasanya bekerja di konstruksi, perusahaan minyak dan gas, dan pertambangan.

Lulusan Teknik Material biasanya bekerja di perusahaan manufaktur dan perusahaan minyak dan gas. Namun, keduanya menekankan bahwa lulusan dari kedua program studi dapat bekerja di mana saja mereka suka, seperti di pemerintahan, perbankan, atau menjadi pengusaha.

Samber: medcom.id