Warung Tradisional di Semarang Bisa Naik Kelas, Bagaimana Caranya?

Dipublikasikan oleh Siti Nur Rahmawati

27 Juli 2022, 19.06

m.liputan6.com

UMKM termasuk warung tradisional menjadi salah satu faktor pendorong yang memiliki peran dalam menggerakkan ekonomi masyarakat Semarang secara signifikan. Hal ini melatarbelakangi PT. Borong Indonesia (Borong) melangkahkan kakinya sampai ke Semarang, dilansir dari Liputan6.com, Semarang.

Borong adalah ekspansi dari Dropee, suatu brand regional yang pusatnya di Malaysia. Borong merupakan platform rantai pasokan distribusi terintegrasi serta terpercaya yang menyederhanakan proses distribusi, fokus pada pelanggan dan membantu bisnis tumbuh secara eksponensial.

Di Semarang, Borong akan fokus pada digitalisasi warung tradisional dengan menjalankan program pendampingan serta peningkatan kapasitas melalui berbagai pelatihan.

Menandai kehadirannya di Semarang, Borong Indonesia akan mengadakan Pekan Grosir Borong. Kegiatan ini tujuannya untuk mempertemukan distributor dengan para pelaku UMKM, termasuk pemilik warung dan toko tradisional pada progam #UntungBarengBorong.

Pekan Grosir Borong akan diisi pula dengan forum diskusi yang dilaksanakan secara online ataupun offline dan membahas berbagai macam topik menarik seputar kiat mengembangkan usaha dengan menghadirkan berbagai pembicara dari sektor UMKM. Sepanjang Pekan Grosir Borong berlangsung, para pemilik warung memiliki kesempatan untuk memenangkan hadiah logam mulia dan smart phone bagi setiap transaksi yang mereka lakukan

“Lewat Pekan Grosir Borong  perusahaan memperkuat komitmennya untuk membantu para pelaku UMKM termasuk pemilik warung tradisional di Semarang ‘naik kelas’ dengan membangun dan mengelola home-commerce secara mandiri dan memberi kontrol penuh atas semua aktifitas perdagangannya,” ungkap Ronald Sipahutar, Country Manager Borong Indonesia, dalam siaran persnya, Rabu(20/7/2022).

Mempermudah Pengelolaan

Selain memberikan dampak ekonomi, hadirnya Borong di Semarang diharapkan pula bisa membawa dampak positif secara sosial, termasuk pemberdayaan perempuan melalui ekonomi digital. Warung tradisional yang sebagian besar dimiliki oleh ibu rumah tangga dan dikelola sebagai usaha sambilan di sela-sela kesibukan mengurus keluarga seringkali sulit berkembang.

Komunitas Borong bisa menjadi solusi untuk mereka bisa memperoleh akses digital yang bisa membantu meningkatkan transaksi usahanya.

”Komunitas Borong akan memberi kemudahan ibu rumah tangga dalam mengelola dan mengembangkan usaha melalui beraneka program pelatihan termasuk memanfaatkan fitur-fitur yang ada dalam platform Borong seperti, order kebutuhan warung secara online, akses langsung ke distributor dan memperoleh harga kompetitif, sampai bantuan permodalan,” ungkap Ronald.

Berbeda dengan platform yang ada kini, Borong hadir dengan konsep decentralized marketplace. Dalam arti, memberikan kesempatan kepada distributor untuk secara spesifik menyasar pemilik warung tradisional yang berlokasi di lingkungan terdekat mereka.

Konsep decentralized marketplace bisa menciptakan persaingan usaha yang lebih sehat karena pelaku usaha berskala besar, menengah dan kecil berada dalam community marketplace berbeda atau closed loop marketplace. Konsep ini memberikan peluang bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah untuk meningkatkan transaksi dan mengembangkan usaha mereka.

 


Disadur dari sumber m.liputan6.com

 

Artikel lainnya