Trans Sarbagita: Angkutan Umum Terpadu untuk Mobilitas Metropolitan di Bali

Dipublikasikan oleh Dimas Dani Zaini

04 April 2024, 15.06

Sumber: id.wikipedia.com

Trans Sarbagita adalah sistem angkutan umum berupa bus raya terpadu yang mulai beroperasi pada tanggal 18 Agustus 2011 di wilayah metropolitan Denpasar, Bali. Wilayah operasionalnya mencakup Denpasar, Badung, Tabanan, dan Gianyar. Tujuan utama dari layanan ini adalah untuk memfasilitasi mobilitas penduduk di daerah tersebut dan meningkatkan penggunaan transportasi publik.

Pada tahun 2021, Trans Sarbagita mengalami pemberhentian operasional karena Pemerintah Provinsi Bali mengalihkan prioritas anggaran untuk penanganan Covid-19. Awalnya, layanan ini direncanakan berhenti dari bulan September hingga Desember 2021, tetapi pemberhentian tersebut berlanjut hingga tahun 2022. Selama masa pemberhentian, Dinas Perhubungan Provinsi Bali melakukan kajian, penyempurnaan, dan evaluasi terhadap layanan Trans Sarbagita.

Salah satu inovasi baru yang diperkenalkan setelah pemberhentian operasional adalah penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran di Trans Sarbagita. Pengguna kini dapat menggunakan QRIS untuk melakukan pembayaran tiket. Selain itu, dilakukan lelang untuk menentukan operator yang akan mengoperasikan layanan Trans Sarbagita. Perum PPD menjadi pemenang lelang tersebut dan mulai mengoperasikan Trans Sarbagita sejak 17 Januari 2022. Direktur Perum PPD Cabang Bali, Pande Putu Yasa, mengumumkan bahwa Trans Sarbagita akan kembali beroperasi pada 2 Februari 2022.

Trans Sarbagita berada di bawah naungan Unit Pelaksana Teknis Daerah Trans Bali/Trans Sarbagita, dengan operasionalnya dilakukan oleh Perum PPD di dua koridor utama, yaitu Koridor 1 (Kota-Garuda Wisnu Kencana) dan Koridor 2 (Kota-Nusa Dua). Tarif Trans Sarbagita ditetapkan sebesar Rp 3.500 untuk dewasa dan gratis untuk pelajar/mahasiswa dengan menunjukkan kartu pelajar atau kartu tanda mahasiswa (KTM). Meskipun frekuensi kedatangan bus seharusnya setiap 30-60 menit, namun keterlambatan masih sering terjadi akibat situasi di jalan atau kerusakan armada.

Selain koridor utama, Trans Sarbagita juga memiliki tiga layanan pengumpan yang terhubung ke koridor utama, terletak di Kabupaten Badung. Tarif angkutan pengumpan adalah Rp 3.000 untuk umum dan Rp 2.000 untuk pelajar/mahasiswa. Dengan adanya Trans Sarbagita, diharapkan masyarakat dapat memiliki akses yang lebih mudah dan terjangkau dalam menggunakan transportasi publik di wilayah metropolitan Denpasar, Bali.

Disadur dari Artikel : id.wikipedia.com