Trans Sarbagita: Angkutan Umum Terpadu untuk Mobilitas Metropolitan di Bali

Dipublikasikan oleh Dimas Dani Zaini

30 April 2024, 10.58

Sumber: id.wikipedia.com

Trans Sarbagita adalah sistem bus rapid transit di Bali yang diluncurkan pada tahun 2011. Awalnya, rencana ini sudah dimulai sejak tahun 1998, tetapi terhenti karena krisis moneter yang terjadi di Indonesia pada waktu itu. Barulah pada tahun 2011, Trans Sarbagita akhirnya bisa diluncurkan sebagai upaya untuk membangun kembali jaringan angkutan umum di Bali. Trans Sarbagita beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 19.00 setiap harinya.

Pada tahun 2014, Trans Sarbagita melayani sekitar 5.000 penumpang per hari dengan menggunakan 25 bus. Namun, sejak 1 Januari 2018, jumlah bus yang digunakan berkurang menjadi hanya 10 bus.

Masa Covid-19 dan saat ini

Pada tahun 2021, operasional Trans Sarbagita sempat dihentikan karena Pemerintah Provinsi Bali mengalihkan anggaran untuk penanganan Covid-19. Awalnya, rencananya hanya dihentikan dari September hingga Desember 2021, tetapi kemudian mengalami penundaan hingga tahun 2022.

Selama masa pemberhentian operasional ini, Pemerintah Provinsi Bali melakukan evaluasi terhadap layanan Trans Sarbagita. Beberapa inovasi baru diperkenalkan, salah satunya adalah penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran. Selain itu, dilakukan lelang untuk menentukan operator yang akan mengelola Trans Sarbagita. Perum PPD menjadi pemenang lelang tersebut dan mulai mengoperasikan Trans Sarbagita sejak 17 Januari 2022. Direncanakan bahwa Trans Sarbagita akan kembali beroperasi pada 2 Februari 2022.

Trans Sarbagita saat ini berada di bawah pengelolaan Unit Pelaksana Teknis Daerah Trans Bali/Trans Sarbagita, dengan operasional yang dilakukan oleh Perum PPD. Layanan ini tersedia dalam dua koridor, yaitu Koridor 1 (Kota-Garuda Wisnu Kencana) dan Koridor 2 (Kota-Nusa Dua). Harga tiket Trans Sarbagita adalah Rp 3.500 untuk orang dewasa dan gratis untuk pelajar/mahasiswa yang memiliki kartu pelajar atau kartu tanda mahasiswa (KTM). Namun, frekuensi kedatangan bus masih terkadang mengalami keterlambatan karena kondisi jalan atau kerusakan armada.

Angkutan Kota Denpasar Lainnya

Selain Trans Sarbagita, di Kota Denpasar terdapat juga layanan angkutan kota lain yang mendukung mobilitas di dalam kota. Sebelumnya, angkutan kota ini termasuk dalam skema angkutan umum bersama dengan Trans Sarbagita dan angkutan pengumpan Trans Sarbagita. Namun, angkutan pengumpan sudah tidak beroperasi lagi. Saat ini terdapat 12 trayek angkutan kota yang dioperasikan oleh pengemudi perseorangan menggunakan kendaraan tipe Suzuki Carry.

Patas Sarbagita

Pada Mei 2022, Perum PPD meluncurkan layanan baru yang disebut "Patas Sarbagita". Layanan ini beroperasi dengan rute Plaza Renon-Central Parkir Kuta-Garuda Wisnu Kencana (pergi-pulang). Perbedaan Patas Sarbagita dengan Trans Sarbagita biasa terletak pada kursi yang digunakan. Patas Sarbagita menggunakan kursi tunggal dengan konfigurasi 2-1 seperti bus biasa, sedangkan Trans Sarbagita menggunakan kursi yang menghadap ke samping seperti Bus Rapid Transit lainnya. Bus yang digunakan oleh Patas Sarbagita adalah bus ukuran sedang dengan desain yang serupa dengan bus Trans Sarbagita.

Tarif yang dikenakan kepada pengguna Patas Sarbagita adalah Rp 10.000 untuk semua golongan, baik itu untuk umum maupun pelajar.

Sumber: id.wikipedia.com