Tragedi Penerbangan Sriwijaya Air 062: Kecelakaan Maut di Jambi

Dipublikasikan oleh Dimas Dani Zaini

27 Maret 2024, 10.02

Sumber: id.wikipedia.org

Sriwijaya Airlines Penerbangan 062 (SJ062/SJY062) merupakan penerbangan berjadwal Sriwijaya Airlines Indonesia dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta menuju Bandara Sultan Taha Jambi. Pada tanggal 27 Agustus 2008, sebuah pesawat Boeing 737 Seri 200 dengan registrasi PK-CJG melewati landasan pacu dan menabrak sebuah bangunan saat mencoba mendarat di Jambi. 26 orang terluka dalam kejadian ini, termasuk 3 orang di darat. Salah satu dari mereka kemudian meninggal karena luka-lukanya. Seluruh penumpang pesawat selamat dari kecelakaan itu. Ini merupakan kecelakaan fatal pertama sepanjang sejarah operasional Sriwijaya Airlines dan satu-satunya kecelakaan fatal hingga jatuhnya Sriwijaya Airlines Penerbangan 182 pada tahun 2021.

Investigasi Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menemukan kerusakan hidrolik. Penyebab utama kecelakaan itu Ditentukan bahwa inilah penyebabnya. 062. Menurut KNKT, kegagalan sistem hidrolik A menyebabkan beberapa sistem pesawat tidak dapat dioperasikan. KNKT tidak dapat menentukan penyebab kegagalan hidrolik tersebut. KNKT juga mencatat adanya kekurangan dalam manajemen sumber daya kru (CRM).

Pesawat dan awak

Pesawat yang terlibat dalam kecelakaan tersebut adalah Boeing 737-200 dengan registrasi Indonesia. PK-CJG. Pesawat ini dibuat pada tahun 1985 dengan nomor seri 23320. Maskapai ini dioperasikan oleh Malaysia Airlines dari tahun 1985 hingga 1993. Kemudian dijual ke Bouraq Airlines, Tuninter, WFBN, Star Air dan Sriwijaya Air. Pesawat ini telah menyelesaikan lebih dari 54.700 siklus dan pemeriksaan besar terakhir dilakukan pada bulan November 2007.

Kaptennya adalah Mohammad Basuki, 36 tahun. Menurut juru bicara Sriwijaya Air, Basuki merupakan pilot berpengalaman dengan total waktu terbang 7.794 jam, termasuk 6.238 jam pada Boeing 737. Co-pilotnya adalah Eri Radianto, 34, sudah dewasa. Menurut Sriwijaya Air, Eri juga merupakan pilot berpengalaman dengan 5.000 jam waktu penerbangan, termasuk 4.100 jam pada pesawat jenis ini.

Penerbangan

Penerbangan 062 merupakan jenis Boeing 737 yang terdaftar sebagai PK-CJG. Dikelola oleh 200 . Ada 124 penumpang, 4 pramugari, 6 awak pesawat, dan 2 pilot di pesawat ini. Penerbangan ini merupakan penerbangan satu jam dan berangkat dengan jangkauan bahan bakar empat jam. Karena mesin utama tidak tersedia, unit daya tambahan (APU) harus digunakan. Pilotnya adalah Kapten Basuki.

Pada pukul 16.18 waktu setempat, Penerbangan 062 menghubungi Taha Tower dan mengumumkan niatnya untuk mendarat di Bandara Sultan Taha. Sebelum bersentuhan, pesawat telah diizinkan turun hingga 12.500 kaki dari Menara Palembang. Kopilot menanyakan informasi cuaca bandara. Cuacanya sejuk dan hujan di jalan. Para kru menyiapkan pesawat untuk mendarat dengan menggunakan roda pendaratan dan bantalan.

Tiga belas detik setelah mendarat, kru melihat sistem hidrolik. Lampu peringatan tekanan rendah dan dijelaskan dengan sistem hidrolik. Indikator ukuran akan menunjukkan nol. Kapten Basuki meminta co-pilot Eri memastikan konfigurasi pendaratan. Setelah pemeriksaan, kru memutuskan untuk melanjutkan upaya docking. Kapten Basuki kemudian memutuskan untuk menerbangkan pesawat sedikit menuruni jalur turun.

Disadur dari Artikel : id.wikipedia.com