Tragedi Penerbangan Garuda 708: Kecelakaan Mematikan di Bandara Mapanget, Manado

Dipublikasikan oleh Dimas Dani Zaini

26 April 2024, 14.27

Sumber: id.wikipedia.org

Garuda Indonesia Penerbangan 708 adalah penerbangan terjadwal Garuda Indonesia (sekarang Garuda Indonesia) dari Jakarta ke Manado melalui Surabaya dan Makassar. Pada tanggal 16 Februari 1967, pada penerbangan terakhir dari Makassar menuju Manado, terjadi kecelakaan saat pendaratan pesawat Lockheed L-188C Electra yang lepas landas dari Bandara Mapanget Manado. 22 dari 84 penumpang tewas dalam kecelakaan itu, delapan awak selamat.

Pesawat

Pesawat yang jatuh adalah Lockheed L-188C dengan nomor seri produksi 2021, nomor lini produksi 169, registrasi PK-. listrik. . GLB. Pesawat tersebut diakuisisi oleh Garuda Indonesia pada Januari 1961. Pemeriksaan akhir pesawat dilakukan pada 13 November 1966 dan pesawat mendapat sertifikat kelaikudaraan hingga 23 Juni 1967. Penerbangan tersebut memiliki waktu [12,359] jam sebelum kecelakaan.

Penerbangan

Penerbangan 708 berangkat dari Jakarta melalui Surabaya dan Makassar menuju Manado. Pada leg kedua, cuaca buruk selama penerbangan menuju Makassar memaksa kru kembali ke Surabaya. Penerbangan dilanjutkan keesokan harinya melalui Makassar menuju Manado. Cuaca di Manado berawan pada ketinggian 900 kaki dan jarak pandang 2 kilometer.

Mereka mendekati landasan pacu 18, namun setelah melewati bukit 200 meter di atas ketinggian landasan pacu dan 2.720 kaki dari ambang batas, pilot menyadari bahwa ia terlalu tinggi, terlalu kiri dari titik tengah. Hidung diturunkan dan pesawat berbelok ke kanan untuk menghindari selip. Kecepatan udara turun hingga kecepatan kritis [125] knot, dan pesawat terus berbelok ke kanan, mendarat kira-kira [156] kaki dari landasan. Bagian bawahnya patah sehingga menyebabkan pesawat tergelincir dan terbakar.

Kemungkinan penyebab jatuhnya pesawat adalah keputusan untuk menggunakan teknik pendaratan yang janggal, karena terlalu tinggi saat mendarat. Beberapa penyebabnya adalah sepinya lalu lintas udara dan kondisi cuaca buruk pada saat pendaratan.

Sumber: id.wikipedia.com