Tragedi Kecelakaan Maut: Kronologi dan Daftar Peristiwa Pahit di Jalan Raya Indonesia

Dipublikasikan oleh Dimas Dani Zaini

29 April 2024, 09.41

Sumber: id.wikipedia.org

Klakson panjang truk menandakan terjadinya kecelakaan dahsyat di jaringan pintu keluar Bowen di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu (23 September 2023).

Banyak kendaraan yang rusak pasca kecelakaan tersebut, begitu pula truk tersebut. Beberapa di antaranya terbakar.

Polisi mengatakan 16 mobil yang sedang antri di lampu merah tiba-tiba ditabrak truk yang remnya rusak. Akibatnya, tiga orang tewas, satu orang luka berat, dan 26 lainnya luka-luka.

Daftar kecelakaan maut di Indonesia
Kecelakaan di Semarang, dataran garam Bawean, berkaitan dengan daftar kecelakaan maut di Indonesia. Kecelakaan bus seringkali disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kondisi fisik bus, ketidakpatuhan terhadap peraturan lalu lintas, dan kondisi lingkungan.

Berikut daftar perang paling mematikan di Indonesia yang dirangkum dari berbagai sumber.

  • Kecelakaan Tol Surabaya-Mojokerto 2022 (14 orang meninggal)

Senin (16/5) lalu, 25 penumpang meninggal dunia di ruas A Tol Surabaya-Mojokerto KM 712+400. (16/5). /2022). 15 orang tewas dan 12 orang luka berat.

Kejadian bermula saat bus Ardiansyah bernomor S 7322 UW membawa 25 penumpang jurusan Jogja tujuan Surabaya, Benowo, Surabaya. Sopir bus diduga melaju di jalur lambat dengan kecepatan 100 km/jam. Namun saat mencapai kecepatan 712.200/Akm, kendaraan berbelok ke kiri dan menabrak tiang display variabel (VMS) di bahu jalan hingga terbalik. Sopir bus mengira dia lelah atau tertidur. Disebut juga pengontrol selain pengontrol utama.

  • Pada tahun 2021, bus SMA memasuki Lembah Sumedang (29 orang meninggal)

Pada tanggal 10 Maret 2021, terjadi kecelakaan maut setelah ramp di Sumedang Wadoka. Dari 66 penumpang tersebut, 29 orang dinyatakan meninggal dunia.

Kecelakaan terjadi saat rombongan pelajar SMA sedang dalam perjalanan pulang dari Pangandaran dan Tasikmalaya menuju Kabupaten Subang. Bus tiba-tiba kehilangan kendali dan terjun ke jurang sedalam 20 meter.

Sopir bus tidak menyadari kondisi jalan dan tidak dapat mengendalikan kecepatan kendaraan.

  • Bus Sri Wijaya memasuki Lembah Palembang pada 2019 (26 tewas)

Kecelakaan fatal kembali terjadi pada PO Sri Wijaya tujuan Bengkulu-Palembang di Pagar Alam, Sumatera Selatan (24/12/2019). Bus tersebut terjatuh ke jurang sedalam 75 meter.

Polisi menyebut kejadian yang terjadi hanya satu kali ini, bus menabrak tembok penahan di Tikungan Lematang Indah dan terjatuh ke jurang. .

26 dari 50 penumpang tewas dalam kecelakaan ini.

  • Kecelakaan Lalu Lintas Cipularang KM 91 2019 (8 Tewas) Salah satu kecelakaan terparah di Indonesia terjadi di Tol Cipularang KM 91. Kecelakaan terjadi pada 2 September 2019 tepat di Tol Bandung - Jakarta dan memakan korban sekitar 21 orang.

Banyak kecelakaan yang diyakini terjadi akibat truk terguling di jalan tol. Banyak kendaraan yang terbakar.

Korbannya 8 orang tewas dan 28 orang luka-luka.

  • Piki Emmen Sumedang 2018 (27 tewas)

Kecelakaan maut berikutnya terjadi pada 10 Februari 2018 di bus tujuan Chichenang, Sumedang, Jawa Barat. Bus tujuan Bandung mati listrik saat hendak naik. Bus tersebut menabrak pengendara sepeda motor hingga akhirnya menabrak tebing dan terbalik.

Kecelakaan tragis ini menyebabkan 27 orang tewas dan 18 orang luka berat. Bus ini membawa para pengurus Koperasi Simpan Pinjam Ciputat Tangsel.

  • Kecelakaan bus Karunia Bakti di Cisarua tahun 2012 (14 tewas)

Pada 10 Februari 2012, kecelakaan fatal kembali terjadi di Jalan Pasar Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Enam unit sepeda motor, delapan unit mobil, dan beberapa pedagang kecil berada di pinggir jalan tempat terjadinya kecelakaan.

Kecelakaan bermula saat bus wisata Karunia Bakti yang membawa penumpang melaju dengan kecepatan tinggi di sepanjang Jalan Pasar Cisarua. Tiba-tiba, bus tersebut kehilangan kendali dan bertabrakan dengan bus lain yang datang dari sisi lain.

Bus bertabrakan dengan angkutan umum, enam sepeda motor, dan beberapa mobil. Sebelum akhirnya, bus tersebut menabrak tiang listrik dan toko terdekat.

Kecelakaan berakhir tak lama setelah bus terjun ke selokan sedalam 10 meter.

Kecelakaan yang menimbulkan kebingungan dan kekacauan ini menyebabkan 14 orang tewas dan 71 orang luka-luka.

  • Kecelakaan Jemaah Siloto 2013 (17 Tewas)

Kecelakaan fatal berikutnya terjadi pada 27 Februari 2013 di KM 87 Jalan Raya Puncak-Ciloto, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Kecelakaan tersebut menewaskan 17 orang. 28 orang terluka, 20 serius. Penumpang lainnya mengalami luka ringan.

Area lokasi kecelakaan diketahui sangat terjal karena jalannya berkelok dan terjal.

Kecelakaan terjadi ketika bus kehilangan haluan saat menghindari jalan berlubang dan akhirnya terjatuh ke tebing di sisi kiri jalan. Ada 65 pendatang asal Bogor di dalam bus tersebut.

  •  Kecelakaan bus Paiton Situbondo 2003 (54 meninggal)

Bisa dikatakan kecelakaan bus terparah sepanjang sejarah Indonesia terjadi di Situbondo, Jawa Timur pada 10 Oktober 2003.

Lebih dari 54 penumpang meninggal dunia. Pekerjaan ini.

Sebelumnya, bus wisata naas itu membawa siswa dan guru dari Yayasan Pendidikan Generasi Muda SMK I Yogyakarta (Yapemda).

Kecelakaan terjadi saat bus sedang dalam perjalanan pulang dari Bali menuju Yogyakarta. Saat melaju di tanjakan dekat gerbang PLTU Python, sebuah bus datang dari arah berlawanan dan mengalami kecelakaan.

Sayangnya, bus tersebut bertabrakan dengan truk lain dari belakang, sehingga menimbulkan percikan api ke seluruh bus dan penumpangnya.

Sumber: .inilah.com