Tidak Rumit, Begini Cara Membersihkan Noda Semen pada Keramik

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

24 April 2024, 07.27

Sumber: Ilustrasi Membersihkan Ubin Keramik (Shutterstock/Maryna Pleshkun)

Membersihkan noda semen pada lantai keramik atau ubin keramik bisa menjadi tantangan, terutama setelah pekerjaan renovasi rumah. Namun, jangan khawatir, karena Anda bisa menggunakan bahan-bahan yang sudah tersedia di rumah untuk membersihkannya. Menurut informasi dari How to Clean Stuff pada Kamis, 17 Februari 2022, untuk noda semen tipis atau kecil, produk rumah tangga biasa mungkin sudah cukup efektif. Namun, untuk noda yang lebih besar atau membandel, mungkin Anda perlu menggunakan asam yang lebih kuat.

Penting untuk diingat bahwa jika ubin keramik sudah diglasir, Anda harus berhati-hati karena asam bahkan yang lemah seperti cuka pun dapat merusak glasir tersebut. Pastikan untuk melindungi kulit Anda dan pastikan ada ventilasi yang baik saat melakukan proses pembersihan. Berikut adalah cara membersihkan noda semen pada keramik sesuai dengan tingkat keparahan noda yang ada.

Bahan dan Alat yang Dibutuhkan

  • Cuka putih (untuk lapisan noda semen yang tipis atau bintik kecil)
  • Obeng kepala datar
  • Pembersih mengandung asam fosfat (untuk noda yang lebih besar dan lapisan yang lebih tebal)
  • Kuas pemoles atau spons gosok atau spons baja
  • Spons biasa
  • Kain lembut
  • Sabun atau deterjen
  • Ember atau baskom
  • Sarung tangan dan kacamata pelindung
  • Sikat kecil atau sikat gigi bekas

Cara Membersihkan Noda Semen pada Keramik (Noda Tipis atau Kecil)

Untuk masalah yang ringan seperti bintik-bintik kecil atau lapisan tipis semen, cuka putih biasanya memiliki kekuatan asam yang memadai untuk melonggarkan ikatan antara semen dan ubin. Anda dapat menggunakan spons atau kain lap untuk mengaplikasikan cuka secukupnya ke area yang terkena noda, pastikan untuk menutupinya secara merata.

Membersihkan keramik kamar mandi
Membersihkan Keramik Kamar Mandi (freepik.com/NikitaBuida)

Biarkan cuka dibiarkan menempel pada semen selama satu atau dua jam, terutama jika cuaca hangat dan cuka cenderung menguap. Penting untuk secara teratur mengoleskan kembali cuka untuk menjaga kelembapan area tersebut. Setelah semen mulai melonggar, gunakan sikat, spons, atau kain kasar untuk menggosoknya. Sedikit minyak siku mungkin diperlukan untuk membantu dalam proses ini, namun cuka seharusnya sudah cukup untuk melonggarkan ikatan semen.

Jika masih ada sisa-sisa noda, ulangi proses dengan mengoleskan cuka dan biarkan mengeras. Kemudian, gosok kembali hingga semua noda semen hilang. Setelah itu, bersihkan area tersebut dengan air dan cuci dengan sabun dan air untuk menghilangkan sisa-sisa asam. Pastikan untuk membilas area tersebut kembali untuk memastikan semua residu asam telah dihilangkan sepenuhnya.

Cara Membersihkan Noda Semen pada Keramik (Untuk Noda Besar dan Tebal)

Untuk mengatasi area dengan lapisan semen yang tebal atau bintik-bintik semen yang lebih besar, dibutuhkan penggunaan asam yang lebih kuat. Dalam situasi ini, asam fosfat, yang sering digunakan untuk membersihkan proyek pasangan bata, dapat memberikan daya pembersihan yang dibutuhkan untuk menghilangkan lapisan semen. Anda dapat membeli pembersih asam fosfat secara online atau di beberapa toko peralatan. Gunakan alat seperti pengikis, penggosok logam, atau obeng pipih untuk menghapus semen sebanyak mungkin.

Untuk sisa-sisa semen yang tersisa, aplikasikan asam fosfat sesuai dengan instruksi pabrik. Setelah semen mulai mengendur, gosok area tersebut dengan scrubber sampai semua noda terlepas dari permukaan. Pastikan untuk membilas area tersebut dengan baik menggunakan air bersih. Setelah itu, bersihkan area dengan sabun dan air untuk menghilangkan residu asam, lalu bilas dengan air bersih secara menyeluruh.

Ilustrasi lantai - Lantai keramik.
Ilustrasi Lantai Keramik (Shutterstcok/Stayman)

Tips dan Saran

Selalu prioritaskan keselamatan dan lindungi diri Anda saat menggunakan asam dalam proses pembersihan. Pastikan area yang akan dibersihkan memiliki ventilasi yang memadai. Sebelum menggunakan asam, baca dan pahami semua instruksi dan peringatan yang tertera pada kemasan produk. Jika instruksi menyarankan untuk mencampur asam dengan air, selalu tambahkan asam ke dalam air. Menghindari penambahan air ke asam dapat mencegah reaksi yang berpotensi berbahaya, seperti percikan asam yang dapat terjadi dengan cepat.

Untuk menghindari kemungkinan kerusakan lebih lanjut, ada produk yang dapat digunakan untuk menetralkan asam setelah proses pembersihan selesai. Mengaplikasikan produk ini pada akhir proses akan memastikan tidak ada residu asam yang tersisa yang dapat menyebabkan kerusakan. Sebagai langkah terakhir, asam klorida, juga dikenal sebagai asam muriatik, dapat digunakan jika diperlukan. Namun, jika Anda tidak berpengalaman dengan penggunaan produk-produk ini, lebih baik untuk berkonsultasi dengan seorang profesional yang terlatih dalam penanganan bahan-bahan tersebut. Penting untuk diingat bahwa penanganan yang tidak tepat dari asam dapat menciptakan situasi berbahaya dan dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan, oleh karena itu berhati-hatilah dalam menggunakannya.
 

Sumber: www.kompas.com