Tertundanya Proyek Infrastruktur: Bagaimana Dampaknya Terhadap Dinamika Industri Semen?

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

27 Februari 2024, 08.43

Sumber: kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak proyek pembangunan pemerintah yang tertunda akibat merebaknya COVID-19. Hal ini terutama berlaku pada proyek yang belum siap atau mempunyai kriteria siap. Hal ini terbukti mempengaruhi operasional dan sistem produksi di sektor semen. Direktur Jenderal IKFT (Industri, Kimia, Farmasi, dan Tekstil) Muhammad Khayam mengatakan, tertundanya proyek infrastruktur tersebut berdampak, namun tidak banyak.

"Iya memang ada dampaknya, tapi tidak terlalu besar, menurut saya akan terus berlanjut. “Penundaan ini disebabkan oleh situasi COVID-19, namun tetap dilakukan di Dinas PUPR”; Khayam menyampaikan hal tersebut usai mengunjungi PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Kamis (5 Mei 2021). Khayam juga mengatakan industri semen India secara keseluruhan semakin mahal.

Pada Juni 2021, produksi semen nasional tercatat 30,5 juta ton dan klinker 27,3 juta ton. Oleh karena itu, pemerintah berupaya menekan produksi. “Ini akan membantu, misalnya kalau ada rencana perluasan di daerah yang memang mau dibuat semen, akan disetujui, tapi kalau di daerah yang biayanya terlalu tinggi tapi tetap ingin diperluas. , kalau harus membuat semen.” akan tertunda perluas dulu," kata

Saat itu, Direktur Indocement Antonius Marcos mengaku timnya terkena dampaknya. Namun Indie Cement mengekspor semen ke banyak negara dan memperkenalkan produk substitusi. “Jadi pekerjaan yang kita lakukan untuk proyek infrastruktur akan kita pindahkan ke ekspor. Tahun lalu kita produksi 10 juta ton, dan saat ini kita dorong impor semen, tapi proyek infrastruktur itu masih jalan,” ujarnya. mengekspor semen ke banyak negara termasuk Australia, Cina, Taiwan, Bangladesh, Chili, dll.

Disadur dari: https://money.kompas.com/read/2021/08/05/144012326/proyek-infrastruktur-tertunda-bagaimana-dampaknya-ke-industri-semen