Telusuri Spesifikasi Mobil Listrik Otonom Terbaru Buatan BRIN

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

20 Maret 2024, 08.22

Sumber: kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Teknologi Teknologi (OR IPT) sedang mengembangkan kendaraan listrik dengan teknologi khusus tanpa pengemudi. Hal ini merupakan langkah untuk memperluas jangkauan pilihan mobil ramah lingkungan dan menyambut era tenaga listrik. Sebelumnya, pengembangan kendaraan listrik BRIN fokus pada pengelolaan teknologi komponen seperti motor listrik, baterai, sistem kendali/kelistrikan, platform, dan sistem pengisian daya. memahami teknologi inti kendaraan otonom,” kata Direktur Pusat Energi dan Mekatronik Plt. Haznan Abimanyu dalam keterangannya, Jumat (18 Februari 2022). 

“Hal-hal seperti deteksi objek/sistem sensor, sistem komunikasi, interaksi kendaraan manusia, visi komputer , dll,” komentar koordinator kendaraan listrik PRN. Kendaraan yang terlibat, MEVi-TDS (Micro Electric Vehicle - Teleoperated Driving System), digerakkan atau dikendalikan dari jarak jauh. Haznan mengatakan penelitian sistem tersebut dimulai dengan menggabungkan sumber daya peneliti dari Pusat Penelitian Komputer, Pusat Penelitian Tenaga dan Mekatronika, Pusat Penelitian Elektronika dan Komunikasi, dan Pusat Pengembangan Instrumentasi. “Kelompok riset merancang dan membangun pembangkit listrik yang digunakan dari awal. Proyeknya untuk kendaraan satu tempat duduk. Kendaraan itu disebut kendaraan bermotor listrik,” ujarnya. Jadi apa istimewanya? MEVi-TDS memiliki desain yang sederhana dan kompak. Berukuran panjang 1.475mm, lebar 990mm dan tinggi 1.470mm, berat 80kg dan memiliki bezel 8 inci. Namun terdapat empat lampu depan LED di bagian depan, lampu rem berbentuk oval di bagian belakang, dan enam lampu depan berbentuk segitiga dengan lampu sein.

Ada juga lampu sein berwarna kuning di bagian atas kap mesin. Jika terjadi sesuatu, itu menjadi alarm. Fitur kerja jarak jauh tidak berfungsi. BRIN membekali kendaraan ini dengan baterai Li-ion 48V 12Ah. Karena ukuran baterainya yang kecil, ia hanya mampu digunakan selama 46 menit dengan kecepatan maksimal 10,88 km/jam. Selanjutnya kapasitas baterai akan ditingkatkan, tetapi kecepatan maksimal tidak akan dinaikkan karena kendaraan ini tanpa pengemudi. BRIN menyebutkan mobil ini menggunakan motor BLDC (motor brushless dc) 750 Watt, tenaga 1 HP, torsi 2,36 Nm yang mampu mengangkat beban hingga 600 Kg. MEVi - TDS juga dilengkapi enam sensor ultrasonik sebagai sensor jarak, sensor IMU untuk mengetahui orientasi kendaraan, GPS untuk mengetahui posisi secara tepat dan empat buah kamera yang berfungsi sebagai pengelihatan.

Sementara pusat pengendali sebagai pemroses data di MEVi - TDS menggunakan Nvidia Jetson AGX Xavier yang akan berkomunikasi dengan workstation di command station menggunakan jaringan WiFi AC (IEEE 802.11ac). Adapun topologi infrastruktur telekomunikasi yang digunakan merupakan jaringan wireless multihop.

"Diharapkan terobosan yang sudah berkerja sama dengan berbagai mitar ini dapat memacu dan memberikan semangat kepada tim pengembang, selain scientific output berupa publikasi ilmiah dan kekayaan intelektual," kata dia. "Ini juga dapat menghasilkan karya yang dapat diimplementasikan," lanjut Budi. Ia pun berharap, proses integrasi ini dapat berjalan dengan baik, uji performa dapat segera dilakukan, dan tentunya kita dapat menjaring mitra industri. “MEVo-TDS juga harus menjadi pionir dalam pengembangan kendaraan khusus kendaraan penumpang besar seperti minibus, bus ukuran sedang, dan mobil penumpang besar,” tambahnya.

Disadur dari: https://otomotif.kompas.com/read/2022/02/19/102200215/simak-spesifikasi-mobil-listrik-otonom-buatan-brin?page=2