Telusuri Spesifikasi Mobil Listrik Otonom Terbaru Buatan BRIN

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

26 April 2024, 08.53

Sumber: kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Teknik (OR IPT) melakukan pengembangan kendaraan listrik berteknologi otonom atau tanpa pengemudi. Langkah tersebut dilakukan untuk memperbanyak pilihan atas kendaraan ramah lingkungan dan demi menyambut era elektrifikasi di masa depan. 

Sebelumnya, pengembangan kendaraan listrik dari BRIN difokuskan pada penguasaan teknologi komponen, seperti motor listrik, battery, control system/power electronics, platform, dan charging system.

"Sedangkan Prioritas Riset Nasional (PRN) Kendaraan Listrik 2020-2024 berfokus pada penguasaan teknologi kunci kendaraan otonom," kata Plt. Kepala Pusat Tenaga Listrik dan Mekatronik, Haznan Abimanyu dalam keterangannya, Jumat (18/2/2022). 

"Seperti, sistem deteksi objek/sensor, sistem telekomunikasi, human to vehicle interaction, computer vision, dan sebagainya," lanjut Koordinator PRN Kendaraan listrik itu. Kendaraan terkait, yang dinamakan Micro Electric Vehicle - Teleoperated Driving System (MEVi - TDS) , dikemudikan jarak jauh atau teleoperation. Haznan menyebut, penelitian sistem itu mulai dilakukan dengan sumber daya gabungan peneliti dari Pusat Riset Informatika, Pusat Riset Tenaga Listrik dan Mekatronik, Pusat Riset Elektronika dan Telekomunikasi, serta Balai Pengembangan Instrumentasi. 

"Tim peneliti merancang dan membangun dari awal platform kendaraan listrik yang digunakan. Platform tersebut diperuntukkan bagi kendaraan satu penumpang. Kendaraan ini sering disebut sebagai micro electric vehicle," kata dia. Lantas apa spesialnya? 

Secara desain, MEVi-TDS terlihat simpel dan mungil. Sebab, dimensinya saja hanya panjang 1.475 mm, lebar 990 mm, tinggi 1.470 mm, dan berat sekitar 80 kg dengan pelek 8 inci. Tetapi, kendaraan sudah dilengkapi empat buah lampu LED di bagian depan, lampu rem berbentuk oval di bagian belakang, serta enam lampu LED membentuk segitiga sebagai lampu sein.

Pada bagian atas kap ditambahkan lampu rotator berwarna amber yang akan menyala sebagai alarm jika terjadi kegagalan fungsi teleoperation. BRIN melengkapi mobil ini dengan baterai lithium ion 48 Volt 12 Ah. Ukuran baterai yang relatif kecil ini, maka pemakaiannya hanya bertahan 46 menit dengan kecepatan maksimal 10,88 km per jam. Selanjutnya kapasitas baterai akan ditingkatkan, tetapi kecepatan maksimal tidak akan dinaikkan karena kendaraan ini tanpa pengemudi. 

BRIN menyebutkan mobil ini menggunakan motor BLDC (motor brushless dc) 750 Watt, tenaga 1 HP, torsi 2,36 Nm yang mampu mengangkat beban hingga 600 Kg. MEVi - TDS juga dilengkapi enam sensor ultrasonik sebagai sensor jarak, sensor IMU untuk mengetahui orientasi kendaraan, GPS untuk mengetahui posisi secara tepat dan empat buah kamera yang berfungsi sebagai penglihatan.

Sementara pusat pengendali sebagai pemroses data di MEVi - TDS menggunakan Nvidia Jetson AGX Xavier yang akan berkomunikasi dengan workstation di command station menggunakan jaringan WiFi AC (IEEE 802.11ac). Adapun topologi infrastruktur telekomunikasi yang digunakan merupakan jaringan wireless multihop. 

"Diharapkan terobosan yang sudah bekerjasama dengan berbagai mitar ini dapat memacu dan memberikan semangat kepada tim pengembang, selain scientific output berupa publikasi ilmiah dan kekayaan intelektual," kata dia. "Ini juga dapat menghasilkan karya yang dapat diimplementasikan," lanjut Budi. 

Ia pun berharap, proses integrasi ini dapat berjalan dengan baik, uji performa dapat segera dilakukan, dan tentunya kita dapat menjaring mitra industri. "Selain itu MEVo-TDS diharapkan bisa menjadi cikal bakal pengembangan kendaraan otonom untuk kapasitas penumpang yang lebih besar, seperti mikro bus dan bus sedang maupun bus besar," katanya lagi.

Sumber: otomotif.kompas.com