Teknologi Cahaya dan Sejarahnya

Dipublikasikan oleh Farrel Hanif Fathurahman

21 Februari 2024, 13.39

Akropolis Athena - Wikipedia

Pencahayaan atau iluminasi adalah penggunaan cahaya secara sengaja untuk mencapai efek praktis atau estetika. Pencahayaan mencakup penggunaan sumber cahaya buatan seperti lampu dan perangkat pencahayaan, serta pencahayaan alami dengan menangkap cahaya matahari. Daylighting (menggunakan jendela, skylights, atau rak cahaya) kadang-kadang digunakan sebagai sumber utama cahaya pada siang hari di bangunan. Hal ini dapat mengurangi penggunaan energi daripada menggunakan pencahayaan buatan, yang merupakan komponen utama konsumsi energi dalam bangunan. Pencahayaan yang tepat dapat meningkatkan kinerja tugas, memperbaiki tampilan area, atau memiliki efek psikologis positif pada penghuni.

Dengan penemuan api, bentuk pencahayaan buatan pertama yang digunakan untuk menerangi suatu area adalah api unggun atau obor. Sejak 400.000 tahun yang lalu, api telah menyala di gua Manusia Peking. Masyarakat prasejarah menggunakan lampu minyak primitif untuk menerangi lingkungan sekitar, yang terbuat dari bahan alami seperti batu, cangkang, tanduk, dan batu, diisi minyak, dan memiliki sumbu serat. Lampu ini umumnya menggunakan lemak hewani atau nabati sebagai bahan bakar. Sejumlah lampu ini, yang berupa batu berongga, ditemukan di gua Lascaux di Perancis modern, yang berumur sekitar 15.000 tahun yang lalu. Hewan berminyak seperti burung dan ikan juga digunakan sebagai lampu setelah dijalin dengan sumbu. Kunang-kunang bahkan telah digunakan sebagai sumber penerangan. Selain itu, lilin, kaca, dan lampu tembikar juga ditemukan. Lampu gantung merupakan bentuk awal dari "lampu".

Perlengkapan pencahayaan adalah fitur penting dalam pencahayaan buataan yang memiliki berbagai gaya yang sesuai dengan berbagai fungsi. Fungsi utamanya adalah untuk menjadi penahan sumber cahaya, memberikan cahaya yang terarah, dan menghindari silau penglihatan. Perlengkapan pencahayaan bisa sangat sederhana dan fungsional, atau bahkan menjadi karya seni tersendiri. Hampir semua jenis bahan dapat digunakan, asalkan mampu menahan panas berlebih dan mematuhi standar keselamatan.

Salah satu karakteristik penting dari perlengkapan lampu adalah kemanjuran cahaya atau efisiensi steker dinding, yang mengukur jumlah cahaya yang dihasilkan per energi yang digunakan, biasanya diukur dalam lumen per watt. Perlengkapan yang menggunakan sumber cahaya yang dapat diganti juga dapat memiliki efisiensi yang dinyatakan sebagai persentase cahaya yang diteruskan dari "bohlam" ke lingkungan sekitar. Semakin transparan perlengkapan pencahayaan, semakin tinggi efektivitasnya. Meskipun membayangi cahaya dapat menurunkan kemanjuran, hal ini dapat meningkatkan arah pencahayaan dan kenyamanan visual.

Temperatur warna juga memainkan peran penting dalam penggunaan sumber cahaya putih untuk berbagai aplikasi. Temperatur warna sumber cahaya putih diukur dalam kelvin dan merujuk pada temperatur benda hitam teoretis yang paling sesuai dengan karakteristik spektral lampu. Sebagai contoh, bola lampu pijar memiliki suhu warna sekitar 2800 hingga 3000 kelvin, sementara siang hari memiliki suhu sekitar 6400 kelvin. Suatu lampu dengan suhu warna yang lebih rendah akan menekankan warna kuning dan merah dalam spektrum tampak, sementara suhu warna yang lebih tinggi cenderung memberikan tampilan biru-putih. Pemilihan suhu warna lampu menjadi krusial terutama untuk keperluan pemeriksaan warna yang akurat, tugas-tugas spesifik, atau untuk mencapai efek pencahayaan terbaik dalam tampilan ritel makanan dan pakaian.

Disadur dari: https://en.wikipedia.org/wiki/Lighting