Tantangan Industri Keramik Lokal: Impor Porselen Berkelanjutan Hingga Kesiapan Ditingkatkan

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

28 Februari 2024, 08.37

Sumber : kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Antonius Tan mengatakan kepada Asosiasi Bahan Bangunan Indonesia (FOSBBI) bahwa masuknya produk keramik impor (ubin porselen) ke pasar dalam negeri tidak akan menghambat aktivitas industri semen lokal. Menurut Antonius, segmen pasar produk keramik impor (porselen) dan keramik lokal sangat berbeda. Faktanya, masuknya produk porselen impor akan meningkatkan pilihan produk keramik di kalangan masyarakat India. “Pasar periuk porselen impor sudah ada selama 15 tahun dan sebagian besar dibutuhkan di segmen menengah ke atas. Jadi kita tidak terlalu ikut campur, kita beda tujuan dan memang ada yang saling melengkapi,” kata Antonius. . Siaran pers Tan, dikutip Kompas.com, Selasa (14 September 2021).

Antonius menjelaskan, kategori ubin keramik kuno kini sudah ditinggalkan. Hal ini sesuai dengan kehidupan masyarakat di negara-negara berkembang seperti Eropa, Amerika bahkan China. Namun Antonio mengatakan kita harus berhati-hati dalam hal ini. “Industri ubin keramik lumpur merah di desa harus memahami fakta ini. Jika tidak, maka akan hancur oleh kemajuan teknologi dan tuntutan pasar,” jelasnya. Menurut dia, jika ada teknologi dalam negeri untuk membuat periuk porselen, maka ia akan berhenti mengimpor produk periuk porselen untuk dirinya sendiri tanpa ada hambatan. “Secara khusus, industri keramik dalam negeri saat ini mendapat dukungan untuk menghasilkan keuntungan dengan harga yang kompetitif karena rendahnya harga bensin dan ketersediaan kaolin dalam negeri, termasuk feldspar,” jelas masing-masing. Di sisi lain, sudah saatnya industri ubin dalam negeri beralih ke produksi periuk porselen, yang menjadi tujuan penerapan Undang-Undang Perlindungan (BMTP). Ini memenuhi kebutuhan pasar. Hal ini terlihat dari beberapa pemasok periuk porselen yang tidak dapat memenuhi pesanan dari produsen dalam negeri, apalagi harga produk lokal lebih murah dibandingkan produk impor, jelasnya.

Disadur dari: https://money.kompas.com/read/2021/09/14/175726026/impor-porselen-bakal-terus-mengalir-selama-industri-keramik-lokal-tidak-siap