Tahun 2023 Internet Starlink akan Hadir di Indonesia, Berapa Harga Berlangganannya?

Dipublikasikan oleh Siti Nur Rahmawati

22 Juli 2022, 14.56

Internet Starlink Milik Elon Musk akan Masuk Indonesia (www.indonesiatech.id)

SpaceX terus-menerus melaksanakan perluasan daerah jangkauan layanan internet satelit Starlink.

Akun Twitter resmi SpaceX beberapa waktu yang lalu menyatakan bahwa, layanan internet Starlink sudah diperluas ke 32 negara di seluruh dunia.

" Saat ini Starlink sudah ada di 32 negara di seluruh dunia. Pelanggan atau user yang sudah memesan Starlink yang berasal dari zona "tersedia" akan memperoleh akses internet Starlink secepat mungkin, " ditulis oleh akun Twitter resmi @SpaceX.

Namun, pihak SpaceX tidak membagikan rincian data 32 negara apa saja yang sudah didukung layanan internet Starlink. Tetapi, kita dapat mengetahui rincian data negara yang akan dan sudah didukung layanan internet Starlink di situs starlink.com/map. Bila kita mengakses situs di atas, kita dapat mengetahui peta persebaran internet Starlink.

Negara dengan warna biru tua atau dongker akan memperoleh layanan internet Starlink dalam waktu dekat ini. Sementara negara dengan warna biru muda telah bisa menikmati layanan internet Starlink. Negara Indonesia masih dalam status daerah dengan warna biru dongker, yang artinya pengguna Tanah Air wajib menunggu buat mendapat layanan internet Starlink.

Peta persebaran internet Starlink di atas membuktikan bahwa kapan layanan internet Starlink hendak muncul di negara- negara dengan warna biru dongker.

Untuk Negara Indonesia sendiri hendak mulai memperoleh internet Starlink pada tahun 2023 yang akan datang.

Layanan internet Starlink populer dengan kecepatan unduh serta upload yang sangat kilat. Internet Starlink dikala ini sanggup memberikan kecepatan download sampai 200Mbps.

Elon Musk selaku CEO SpaceX menyampaikan bahwa perusahaannya hendak terus berupaya tingkatkan layanan internet Starlink sampai dapat menembus kecepatan download 300Mbps.

Tidak hanya itu, Elon Musk hendak pula mempersingkat tingkatan latency Starlink jadi 20ms. Layanan internet Starlink dibanderol dengan harga berlangganan USD 99 ataupun sekitaran Rp 1,4 juta per bulan.

Dikutip dari KompasTekno, tata cara pembayaran yang diterima SpaceX hanya menggunakan kartu kredit.

Ada hal menarik, dimana pengguna dapat menarik kembali dana yang sudah dibayarkan (refund) jika pengguna berubah pikiran lalu tidak jadi berlangganan internet Starlink.

 


Disadur dari sumber makemac.grid.id