Strategi Supply Chain dan Vendor Management dalam Sistem Produksi Makro

Dipublikasikan oleh Timothy Rumoko

06 Januari 2026, 10.07

Sumber: pexels.com

Pendahuluan

Pada pertemuan sebelumnya, peserta telah mempelajari konsep dasar supply chain, keterkaitannya dengan sistem produksi makro, serta hubungannya dengan logistik. Supply chain dipahami sebagai jaringan yang menghubungkan aktivitas produksi dari hulu hingga hilir dengan tujuan utama mendukung kelancaran sistem produksi.

Pada sesi lanjutan ini, pembahasan difokuskan pada aspek strategis dan operasional supply chain yang mencakup strategi supply chain, driver supply chain, cara pengadaan barang dan jasa, serta pengelolaan dan pemeliharaan hubungan dengan vendor atau supplier.

Supply Chain dalam Sistem Produksi Makro

Supply chain merupakan bagian integral dari sistem produksi makro. Sistem produksi makro tidak hanya mencakup proses internal perusahaan, tetapi juga mencakup jaringan pemasok di sisi hulu dan jaringan distribusi hingga pelanggan di sisi hilir.

Dalam perspektif ini, supply chain digerakkan oleh sistem produksi yang lebih besar dan dipengaruhi oleh sudut pandang logistik. Koordinasi dan kolaborasi antarperusahaan, mulai dari supplier tier 1, tier 2, hingga tier berikutnya, menjadi kunci dalam membangun rantai pasok yang efektif.

Ruang Lingkup Materi Supply Chain dan Logistik

Dalam sistem produksi makro dan logistik, terdapat beberapa fungsi utama seperti pengadaan, pergudangan, inventori, manajemen material, dan manajemen operasi. Pada seri kedua ini, fokus pembahasan ditekankan pada tiga aspek utama.

Aspek pertama adalah strategi dan driver supply chain. Aspek kedua adalah cara pengadaan barang dan jasa dari supplier atau vendor. Aspek ketiga adalah bagaimana mempertahankan dan meningkatkan kinerja vendor atau supplier yang telah bekerja sama dengan perusahaan.

Strategi Supply Chain

Strategi supply chain merupakan bagian dari strategi kompetitif perusahaan. Strategi ini diturunkan dari visi dan misi perusahaan yang bertujuan untuk memenangkan persaingan melalui produk dan layanan yang mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.

Tujuan utama strategi supply chain adalah menciptakan keunggulan kompetitif, yaitu kemampuan perusahaan untuk menarik dan mempertahankan pelanggan serta mengungguli kompetitor melalui pengelolaan rantai pasok yang efektif.

Tujuan Supply Chain: Efisiensi dan Responsivitas

Secara fundamental, tujuan supply chain dapat diringkas menjadi dua orientasi utama, yaitu efisiensi dan responsivitas. Efisiensi berfokus pada pengendalian biaya agar operasional berjalan dengan biaya serendah mungkin. Responsivitas berfokus pada kemampuan perusahaan untuk merespons perubahan permintaan pasar dengan cepat dan fleksibel.

Kedua tujuan ini saling berlawanan dan perlu diseimbangkan sesuai dengan karakteristik permintaan pasar. Permintaan yang stabil cenderung membutuhkan supply chain yang efisien, sementara permintaan yang tidak pasti membutuhkan supply chain yang responsif.

Strategic Fit dalam Supply Chain

Strategic fit menggambarkan kesesuaian antara strategi supply chain dengan karakteristik permintaan pasar. Ketika tingkat ketidakpastian permintaan tinggi, strategi supply chain yang responsif menjadi lebih tepat. Sebaliknya, ketika permintaan relatif stabil dan dapat diprediksi, strategi supply chain yang efisien lebih sesuai.

Konsep strategic fit membantu perusahaan menentukan posisi yang tepat antara efisiensi dan responsivitas dalam pengelolaan rantai pasok.

Driver Supply Chain

Driver supply chain merupakan faktor penggerak yang menentukan bagaimana supply chain beroperasi. Driver ini dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu driver logistik dan driver lintas fungsi.

Driver logistik mencakup fasilitas, inventori, dan transportasi. Sementara itu, driver lintas fungsi mencakup informasi, sourcing, dan pricing. Keenam driver ini secara bersama-sama membentuk kinerja supply chain perusahaan.

Fasilitas, Inventori, dan Transportasi

Fasilitas mencakup lokasi dan jumlah gudang maupun pabrik yang digunakan perusahaan. Inventori mencakup seluruh persediaan mulai dari bahan baku, barang dalam proses, hingga barang jadi. Transportasi mencakup moda pengiriman seperti darat, laut, udara, dan pipa.

Keputusan terkait ketiga driver ini sangat memengaruhi biaya, kecepatan, dan fleksibilitas supply chain.

Informasi, Sourcing, dan Pricing

Informasi berperan sebagai penghubung seluruh aktivitas supply chain. Data mengenai permintaan, kapasitas, biaya, dan kinerja pemasok menjadi dasar pengambilan keputusan.

Sourcing berkaitan dengan cara perusahaan memperoleh barang dan jasa dari pemasok, sedangkan pricing berkaitan dengan penetapan harga produk dan layanan yang mencerminkan biaya dan nilai yang diberikan kepada pelanggan.

Pengadaan Barang dan Jasa

Pengadaan merupakan proses memperoleh barang dan jasa yang dibutuhkan perusahaan melalui berbagai cara, tidak hanya pembelian. Pengadaan dapat dilakukan melalui pembelian, penyewaan, peminjaman, pembuatan sendiri, atau perbaikan.

Tujuan utama pengadaan adalah memastikan aliran material berjalan lancar tanpa gangguan, mendapatkan kualitas yang sesuai, harga yang wajar, serta ketepatan waktu pengiriman.

Vendor dan Supplier dalam Supply Chain

Vendor dan supplier merupakan pihak yang menyediakan barang dan jasa bagi perusahaan. Dalam konteks supply chain, istilah vendor dan supplier sering digunakan secara bergantian untuk merujuk pada pemasok.

Perusahaan perlu memahami peran vendor tidak hanya sebagai penyedia barang, tetapi juga sebagai mitra strategis yang berkontribusi terhadap kinerja supply chain secara keseluruhan.

Seleksi dan Evaluasi Vendor

Proses seleksi dan evaluasi vendor dilakukan untuk memastikan perusahaan bekerja sama dengan pemasok yang kompeten dan dapat diandalkan. Proses ini mencakup identifikasi kebutuhan, penentuan persyaratan, pemilihan strategi sourcing, hingga negosiasi dan penilaian kinerja.

Metode evaluasi vendor dapat dilakukan secara kategorikal, berbobot, atau menggunakan cost ratio method, tergantung pada kebutuhan dan kompleksitas pengadaan.

Strategi Single dan Multiple Sourcing

Single sourcing melibatkan penggunaan satu pemasok utama untuk suatu jenis barang atau jasa. Strategi ini memungkinkan kontrol kualitas yang lebih baik dan hubungan yang lebih erat dengan pemasok.

Multiple sourcing melibatkan lebih dari satu pemasok, yang memberikan fleksibilitas dan mengurangi risiko ketergantungan. Pemilihan strategi ini harus disesuaikan dengan tingkat kritikalitas barang dan risiko pasokan.

Pemeliharaan dan Pengembangan Vendor

Mempertahankan hubungan dengan vendor tidak kalah penting dibandingkan proses seleksi. Pemeliharaan vendor mencakup pembangunan kepercayaan, keselarasan visi, komitmen terhadap kualitas, serta komunikasi yang terbuka.

Pengembangan vendor dilakukan melalui peningkatan kapabilitas, kolaborasi lintas fungsi, monitoring kinerja, dan penerapan program Supplier Relationship Management (SRM).

Kategori Vendor dalam Supply Chain

Vendor dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori utama. Vendor strategis menyediakan barang atau jasa yang sangat kritis bagi operasional perusahaan. Vendor preferen menyediakan barang penting namun memiliki alternatif pemasok lain. Vendor transaksional menyediakan barang yang mudah digantikan dan bersifat non-kritis.

Klasifikasi ini membantu perusahaan menentukan tingkat pengelolaan dan prioritas dalam hubungan dengan vendor.

Manajemen Risiko dalam Supply Chain

Risiko dalam supply chain mencakup gangguan pasokan, fluktuasi harga, perubahan regulasi, dan kegagalan vendor. Pengelolaan risiko dilakukan dengan memantau vendor secara berkala, mengelompokkan vendor berdasarkan tingkat kritikalitas, serta menyesuaikan strategi pengadaan.

Barang strategis memerlukan pengawasan yang lebih ketat dibandingkan barang transaksional yang relatif mudah digantikan.

Kesimpulan

Strategi supply chain dan vendor management merupakan elemen penting dalam sistem produksi makro. Melalui pemilihan strategi yang tepat, pengelolaan driver supply chain, serta hubungan yang efektif dengan vendor, perusahaan dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan operasional.

Pendekatan yang terintegrasi antara efisiensi dan responsivitas memungkinkan supply chain berfungsi secara optimal dalam menghadapi dinamika pasar dan ketidakpastian lingkungan bisnis.

📚 Sumber Utama

Webinar Sistem Produksi Makro Seri 2
Strategi Supply Chain dan Vendor Management
Diselenggarakan oleh Diklatkerja.com

📖 Referensi Pendukung

Chopra, S., & Meindl, P. Supply Chain Management: Strategy, Planning, and Operation
Heizer, J., Render, B., & Munson, C. Operations Management
Slack, N., Brandon-Jones, A., & Burgess, N. Operations Management
Monczka, R. M., Handfield, R. B., Giunipero, L. C., & Patterson, J. L. Purchasing and Supply Chain Management