Semen Indonesia Raih Kesuksesan dengan Laba Bersih Rp 2,79 Triliun

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

27 Februari 2024, 08.44

Sumber: kompas.com

GRESIK, KOMPAS.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG meraih pertumbuhan yang baik pada tahun 2020. Perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan pemegang saham utama perseroan sebesar 16,73% menjadi Rp 2,79 triliun. Sedangkan penjualan mengalami penurunan sebesar 12,87% menjadi Rp35,17 triliun menjadi Rp40,37 triliun pada tahun 2019. Namun beban segmen pendapatan mengalami penurunan sebesar 14,82% menjadi Rp23,56 triliun hingga Rp27,65 triliun. bahwa meskipun situasi perekonomian Indonesia dan industri semen menderita karena epidemi Covid-19 dan meningkatnya persaingan, SIG mampu melakukan akselerasi pada tahun 2020 dan mencapai kinerja yang sangat baik, terutama untuk apa yang dikatakannya. menguntungkan

“Perusahaan mampu mempertahankan kinerja melalui beberapa inisiatif strategis, beban pokok penjualan pada tahun 2020 mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan dengan penurunan penjualan, dan peningkatan EBITDA menjadi 25,80%,” kata Hendi, Senin (3 Januari). . ). , 2021). Selain itu, SIG memiliki manajemen arus kas yang kuat dan menerapkan kebijakan belanja modal. Hasilnya, SIG mampu mengelola arus kas dari operasi secara efektif.

Bahkan, sepanjang tahun 2020, SIG mencatatkan penjualan sebesar Rp 35,17 triliun, turun. 12,87% dari tahun sebelumnya. Hendy juga mengakui penurunan tersebut disebabkan oleh kebijakan refinancing pemerintah, akibat berkurangnya permintaan bahan bangunan dan tertundanya beberapa proyek strategis nasional.

Jadi tahun lalu SIG juga mengekspor ke berbagai negara seperti Australia, Bangladesh, Sri Lanka dan China. Pada tahun 2020, SIG juga meluncurkan solusi baru, termasuk produk baru seperti pelat beton. Untuk pengembangan pemasaran digital, SIG menyediakan platform seperti Buddy Bang, Toko Access dan toko resmi untuk memudahkan pelanggan membeli produk SIG.

Disadur dari: https://www.kompas.com/properti/read/2021/03/01/180000121/semen-indonesia-cetak-laba-rp-2-79-triliun