Semen Indonesia Menyongsong Masa Depan dengan Kolaborasi dan Inovasi Produk

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

22 April 2024, 07.29

Sumber : kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Persaingan industri semen dalam negeri semakin ketat dan bermunculan perusahaan-perusahaan semen baru di Tanah Air. Di saat yang sama, seiring dengan bertambahnya jumlah produsen semen, Indonesia saat ini menghadapi situasi overcapacity atau kelebihan pasokan semen. .

Menghadapi situasi tersebut, produsen utama semen dalam negeri, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG, berniat fokus pada kerja sama dan inovasi. Lebih lanjut, Donny Arsal, Presiden Direktur SIG, mengatakan dalam rangka merayakan hari jadinya yang kesembilan, tujuannya adalah agar perusahaan dapat tumbuh bersama menjawab tantangan yang dihadapi industri semen saat ini.

“Kesatuan menjadi kekuatan kita dalam menghadapi tantangan industri semen ke depan yang semakin kompetitif dengan bermunculannya pemain-pemain baru. “Selanjutnya, tingkat persaingan pasar semakin meningkat karena kelebihan pasokan,” ujarnya. Donny dalam keterangannya, Selasa (1/9/2022), Donny Arsal juga menyampaikan bahwa tahun ini SIG meluncurkan inisiatif bisnis strategis utama melalui proyek, salah satunya adalah peningkatan keunggulan operasional dan optimalisasi rantai pasokan.

Semen Indonesia diusulkan menjadi BUMN global. Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan SIG, salah satu BUMN semen terbesar di Asia Tenggara, akan didorong menjadi BUMN global. "Melalui inovasi, daya saing global meningkat tidak hanya melalui produk dan layanan, tetapi juga melalui teknologi dan inovasi digital." Dikatakan Sekadar informasi, SIG memiliki lima merek di pasar Indonesia, antara lain Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa, Dynamix, dan Semen Andalas, serta satu merek di Vietnam, Thang Long Cement. Saat ini SIG banyak mengemas produk semen. dan produk semen digunakan tidak hanya untuk aplikasi spesifik yang lebih ekonomis, namun juga untuk berbagai macam semen yang sesuai dengan karakteristik setiap jenis proyek.

Sumber: money.kompas.com