Semen Baturaja Tampung Limbah Batu Bara Bukit Asam untuk Inovasi Pembuatan Semen

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

27 Februari 2024, 08.40

Sumber: tempo.co

TEMPO.CO, Jakarta - PT Semen Baturaja (Persero) Tbk menerima limbah batubara FABA (fluida dan abu dasar) yang dihasilkan PLTU Sumatera Selatan 8. Pembangkit tersebut merupakan bagian dari proyek pembangkit listrik berkapasitas 35.000 megawatt (MW). PT Huadian Bukit Asam Power merupakan anak perusahaan PT Bukit Asam (Persero) Tbk dan China Huadian Hongkong Company Ltd. Ini adalah kolaborasi antara dua perusahaan.

"Kami menggunakan material fly ash dan board dalam produksi semen."; Mukhamad Saifudin, Direktur Penjualan Semen Baturaja, mengatakan hal itu dalam pidato resmi yang digelar di Jakarta, Minggu, 16 Maret 2021.

Limbah karbon kini banyak ditemukan karena pemerintah melarangnya masuk dalam daftar bahan berbahaya dan beracun. Pembatalan ini dilakukan melalui Undang-Undang Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang merupakan salah satu undang-undang penerbitan UU Cipta Kerja.

Namun, jauh sebelum terbitnya PP 22, sebanyak 16 kelompok yang tergabung dalam Asosiasi Pekerja Indonesia (Apindo) mengusulkan penghapusan FABA dari daftar limbah B3. Hasil pengujian jelas menunjukkan bahwa FABA bukanlah residu B3, kata Presiden Apindo Haryadi B. Sukamdani pada 18 Juni 2021.

Kebijakan tersebut langsung dikritik oleh Persatuan Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi). "Siapa yang kamu ikuti? Orang yang bahagia adalah investor. “Limbah (B3) ini dihilangkan karena target produksi (batubara) meningkat,” kata CEO Kalimantan Tengah Dimas Novian Hartono saat diskusi virtual, Minggu, 14 Maret 2021.

Pemanfaatan limbah batu bara itu dicapai setelah Semen Baturaja menjalin kerja sama dengan Huadian. Kerjasama ini akan berlangsung selama dua tahun, hingga 1 Maret 2023.

Selain limbah batu bara, Semen Baturaja juga akan menerima gipsum dari Huadian sebagai bahan baku produksi semen. Sedangkan benih Batuaraja merupakan landasan Huadian untuk proses produksi gas buang (FGD).

Ini bukan pertama kalinya Semen Baturaja menggunakan FABA untuk membuat semen. Desde 2019, colaboran con PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) para utilizar estes residuos de carbono.

Disadur dari: https://bisnis.tempo.co/read/1443045/semen-baturaja-tampung-limbah-batu-bara-bukit-asam-untuk-bikin-semen?page_num=2