Selesai 2023, Ini 4 Paket Pengendalian Banjir Bandara NYIA

Dipublikasikan oleh Admin

02 Maret 2022, 10.43

Sumber: kompas.com

KOMPAS.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) percepat proyek pengendalian banjir New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Dilansir dari siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (16/1/2022), pembangunan infrastruktur tersebut bertujuan untuk mendukung kegiatan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur.

Adapun proyek pengendalian yang dimaksud dibagi menjadi 4 tahap pekerjaan yang telah dilaksanakan sejak September 2020 dan ditargetkan selesai pada pertengahan 2023.

Tahap pertama proyek adalah pembangunan pengaman Muara Sungai Bogowonto sisi barat yang dilaksanakan oleh kontraktor PT Bumi Karsa-Abipraya, KSO dengan nilai kontrak sebesar Rp 389,9 miliar. Proyek tahap awal itu saat ini telah mencapai 50,27 persen penyelesaian.

Selanjutnya tahap kedua, yakni pembangunan pengaman Muara Sungai Bogowonto sisi timur yang dilaksanakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) Tbk-Aneka Dharma Persada, KSO dengan nilai kontrak Rp 375,5 miliar. Proyek tahap kedua ini telah mencapai 53,77 persen penyelesaian.

Kemudian tahap ketiga, yaitu pembangunan prasarana pengendali banjir Sungai Bogowonto beserta anak sungainya yang dilaksanakan oleh PT Brantas Abipraya dengan nilai kontrak Rp 337,4 miliar dan progres capaian saat ini adalah 47,36 persen.

Sedangkan yang terakhir atau paket keempat adalah pembangunan prasarana pengendali banjir Sungai Serang oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dengan nilai kontrak sebesar Rp 268 miliar serta progres penyelesaian saat ini sekitar 49,70 persen.

Sementara itu, menanggapi hal ini, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa perubahan iklim merupakan tantangan dalam pengelolaan sumber daya air di Indonesia. Adanya pergeseran dan perubahan masa musim hujan dan kemarau yang diperkuat dengan pola hujan berdurasi pendek dan intensitas tinggi bisa menyebabkan banjir.

Tidak hanya itu, risiko banjir di kawasan Bandara Internasional Yogyakarta tersebut juga disebabkan karena kapasitas saluran drainase di sekitar tidak mampu menampung debit banjir Sungai Bogowonto dan Serang. “Upaya penanggulangan bencana, termasuk banjir merupakan tanggung jawab kita bersama.

Sesuai dengan tugas dan fungsinya, Kementerian PUPR berperan dalam masalah infrastruktur. Dalam pelaksanaan mitigasi dan pengurangan risiko bencana, penerapan teknologi sangat penting seperti pembangunan bendungan pengendali banjir," tuntas Basuki.

Sumber: kompas.com

 

Artikel lainnya