Sejarah Waduk Jatiluhur, Lokasi, dan Manfaat

Dipublikasikan oleh Dimas Dani Zaini

16 April 2024, 10.10

Waduk Jatiluhur Purwakarta (disporaparbud.purwakartakab)

Waduk Jatiluhur berjarak 9 km dari kota Purwakarta.Bendungan Jatiluhur merupakan bendungan yang dibangun di atas Sungai Citarum dengan luas daerah tangkapan air 4.500 kilometer persegi.Pembangunan bendungan dimulai pada tahun 1957 ketika Presiden Sukarno meletakkan batu pertama, dan Presiden Soeharto membukanya pada tanggal 26 Agustus 1967.
Biaya pembangunan Bendungan Jatiluhur sebesar 230 juta dolar. Nama bendungannya adalah Ir. H. Juanda kesulitan membiayai pembangunan Bendungan Jatiluhur.Pada saat itu, Ir Juanda adalah presiden terakhir Pemerintahan dan menjabat sebagai ketua kabinet buruh (1957-1959) dan Ir. Sedijatmo terus memperjuangkan realisasi proyek Jatiluhur bersama pemerintah India dan organisasi internasional..

Akibat pembangunan Bendungan Jatiluhur, 14 desa dengan jumlah penduduk 5.002 jiwa terendam.Akibatnya penduduk berpindah ke kabupaten Bandungan dan sebagian lagi ke Kabupaten Karawang. Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani..

Waduk Jatiluhur berfungsi sebagai penyedia air irigasi dan listrik yang dikelola setiap tahunnya oleh Perum Jasa Tirta II.Bendungan Jatiluhur dilengkapi enam turbin dengan daya 187 MW, listrik sekitar 2.700 kWh per hari.Selain itu, Bendungan Jatiluhur juga berfungsi sebagai irigasi seluas 242.000 ha dan juga digunakan untuk penyediaan air permukaan, pertanian, dan pencegahan banjir..
    
Bendungan Jatiluhur sebagai Objek Wisata

Bendungan pertama di Indonesia ini menyuguhkan panorama danau seluas 8.300 ha. Resor ini memiliki banyak fasilitas rekreasi, termasuk hotel dan apartemen, bar dan restoran, lapangan tenis, ruang biliar, tempat perkemahan, kolam renang, ruang pertemuan, tempat hiburan dan olahraga air, taman bermain dan fasilitas lainnya.

Waduk Jatiluhur juga memiliki peternakan ikan terapung yang patut diacungi jempol.Siang dan malam, para tamu dapat menikmati ketenangan memancing dan memanggang.Di situs ini Anda juga dapat melihat peta satelit bumi yang dioperasikan oleh PT Indosat sebagai alat komunikasi global..

Berbagai layanan yang ditawarkan adalah Layanan Internasional gratis (ITFS), Kartu Telepon IndoSat (ICC), Langsung Internasional, dll. Lokasi Observatorium Satelit Bumi berjarak 7 km dari kota Purwakarta.Biaya masuk Kolam Air Jatiluhur Rp 25.000 per orang, biaya sepeda motor Rp 3.000 dan biaya mobil Rp 5.000. Biaya sewa perahu Rp 350.000 sekali putaran..

Sumber: bandung.kompas.com