Sales and Operations Planning (S&OP) sebagai Jembatan Strategi Bisnis dan Operasi

Dipublikasikan oleh Timothy Rumoko

05 Januari 2026, 12.53

Sumber: pexels.com

Pendahuluan

Dalam praktik manajemen operasi modern, perusahaan tidak cukup hanya memiliki strategi bisnis yang baik di tingkat manajemen puncak. Strategi tersebut harus dapat diterjemahkan secara operasional agar benar-benar bisa dijalankan di lapangan. Di sinilah Sales and Operations Planning (S&OP) berperan penting sebagai penghubung antara strategi bisnis dan pelaksanaan operasional.

S&OP sering juga disebut sebagai perencanaan produksi agregat, yaitu proses perencanaan pada level taktis yang berfungsi menyelaraskan permintaan pasar dengan kemampuan produksi perusahaan secara menyeluruh.

Posisi S&OP dalam Kerangka Manufacturing Planning and Control (MPC)

Dalam sistem Manufacturing Planning and Control (MPC) atau MRP II, S&OP berada pada level menengah (tactical level), di antara:

  • Level Strategis → Strategi bisnis dan pemasaran

  • Level Taktis (S&OP) → Perencanaan agregat

  • Level Operasional → Master Production Schedule (MPS) dan eksekusi produksi

S&OP berfungsi sebagai jembatan (bridge) yang memastikan strategi jangka panjang dapat dieksekusi melalui rencana produksi yang realistis dan terukur.

Tujuan Utama Sales and Operations Planning

Tujuan utama dari S&OP antara lain:

  • Menyelaraskan permintaan (demand) dan pasokan (supply)

  • Menjaga keseimbangan antara target penjualan dan kapasitas produksi

  • Menghindari kelebihan atau kekurangan produksi

  • Menjadi alat koordinasi lintas fungsi dalam perusahaan

  • Menjadi dasar pengambilan keputusan operasional yang lebih akurat

Dengan kata lain, S&OP membantu perusahaan agar apa yang direncanakan secara strategis benar-benar bisa diwujudkan di lapangan.

Fungsi Kunci S&OP: Integrasi, Koordinasi, dan Komunikasi

S&OP memiliki tiga fungsi utama yang saling berkaitan:

1. Integrasi

S&OP mengintegrasikan berbagai fungsi dalam perusahaan, seperti:

  • Pemasaran dan penjualan

  • Produksi dan operasi

  • Engineering

  • Keuangan

Tanpa integrasi ini, setiap fungsi akan berjalan sendiri-sendiri dan berpotensi menimbulkan konflik antar departemen.

2. Koordinasi

Melalui S&OP, setiap departemen memahami:

  • Target yang ingin dicapai

  • Keterbatasan sumber daya

  • Prioritas produksi

Koordinasi ini mencegah keputusan sepihak yang bisa merugikan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

3. Komunikasi

S&OP menjadi sarana komunikasi resmi antar fungsi untuk menyepakati rencana produksi, kapasitas, dan target penjualan secara periodik.

Hubungan S&OP dengan Demand Management

S&OP merupakan bagian penting dari demand management, yaitu pengelolaan permintaan pasar agar sesuai dengan kemampuan perusahaan.

Dalam demand management terdapat beberapa aktivitas utama:

  • Forecasting (peramalan permintaan)

  • Order management

  • Available-to-Promise (ATP)

  • Capacity-to-Promise (CTP)

S&OP membantu perusahaan menyeimbangkan permintaan yang diproyeksikan dengan kapasitas nyata yang tersedia.

Horizon Waktu dalam S&OP

S&OP biasanya menggunakan horizon waktu menengah, yaitu:

  • 3 hingga 18 bulan

  • Umumnya dilakukan review setiap 3–8 bulan

Horizon ini lebih detail dibandingkan perencanaan strategis, namun belum sedetail perencanaan operasional harian.

Hierarki Produk dalam S&OP

Dalam S&OP, perencanaan dilakukan pada tingkat agregat, bukan item detail. Hierarki produk umumnya terdiri dari:

  • Family product → kelompok produk sejenis

  • Item → produk jadi individual

  • Component/part → bagian penyusun produk

S&OP berfokus pada family product, sedangkan detail item akan dibahas pada level MPS.

Strategi Produksi dalam S&OP

Terdapat beberapa strategi utama dalam perencanaan produksi agregat:

1. Level Strategy

Produksi dijaga relatif konstan, mengikuti rata-rata permintaan. Kelebihan atau kekurangan permintaan ditangani melalui persediaan.

Kelebihan:

  • Stabilitas tenaga kerja

  • Operasi lebih terkendali

Kekurangan:

  • Biaya persediaan bisa tinggi

2. Chase Strategy

Produksi mengikuti fluktuasi permintaan secara langsung.

Kelebihan:

  • Persediaan rendah

  • Responsif terhadap pasar

Kekurangan:

  • Ketidakstabilan tenaga kerja

  • Biaya penyesuaian tinggi

3. Hybrid Strategy

Kombinasi antara level dan chase strategy, sering digunakan dalam praktik karena lebih fleksibel.

Peran Kapasitas dalam S&OP

S&OP selalu diiringi dengan validasi kapasitas, yaitu memastikan bahwa:

  • Kapasitas mesin

  • Tenaga kerja

  • Jam kerja

  • Opsi lembur atau subkontrak

benar-benar mampu mendukung rencana produksi yang dibuat.

Tanpa validasi kapasitas, rencana produksi berisiko tidak dapat dieksekusi.

Peran Persediaan dan Subkontrak

Dalam S&OP, persediaan dan subkontrak sering digunakan sebagai alat penyeimbang:

  • Persediaan (inventory) berfungsi sebagai buffer

  • Subkontrak digunakan saat kapasitas internal tidak mencukupi

Keduanya memiliki implikasi biaya sehingga harus dipertimbangkan secara matang.

S&OP untuk UMKM dan Startup

S&OP tidak hanya relevan untuk perusahaan besar. UMKM dan startup juga dapat menerapkan prinsip S&OP secara sederhana, seperti:

  • Peramalan permintaan berbasis data historis

  • Penyesuaian kapasitas tenaga kerja

  • Pengelolaan persediaan yang lebih disiplin

Tujuannya tetap sama, yaitu menghindari ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan.

S&OP dan Isu PHK Tenaga Kerja

S&OP dapat membantu meminimalkan PHK dengan:

  • Perencanaan kapasitas yang lebih akurat

  • Penjadwalan kerja yang fleksibel

  • Pemanfaatan subkontrak dan lembur secara terukur

Namun, dalam kondisi tertentu, keputusan pengurangan tenaga kerja tetap bisa terjadi sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang.

Kesimpulan

Sales and Operations Planning (S&OP) merupakan elemen krusial dalam sistem perencanaan manufaktur. S&OP berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan strategi bisnis dengan realitas operasional.

Melalui S&OP, perusahaan dapat:

  • Menyelaraskan demand dan supply

  • Mengintegrasikan fungsi-fungsi organisasi

  • Menghasilkan rencana produksi yang realistis dan dapat dieksekusi

Dengan penerapan yang konsisten, S&OP menjadi alat penting untuk menjaga keberlanjutan dan daya saing perusahaan.

Sumber Referensi

  • Arnold, J.R.T., Chapman, S.N., & Clive, L.M. Introduction to Materials Management. Pearson.

  • Stevenson, W.J. Operations Management. McGraw-Hill.

  • Vollmann, T.E., Berry, W.L., Whybark, D.C., & Jacobs, F.R. Manufacturing Planning and Control for Supply Chain Management.

  • APICS Body of Knowledge – Sales and Operations Planning.