Pendahuluan
Dalam praktik manajemen operasi modern, perusahaan tidak cukup hanya memiliki strategi bisnis yang baik di tingkat manajemen puncak. Strategi tersebut harus dapat diterjemahkan secara operasional agar benar-benar bisa dijalankan di lapangan. Di sinilah Sales and Operations Planning (S&OP) berperan penting sebagai penghubung antara strategi bisnis dan pelaksanaan operasional.
S&OP sering juga disebut sebagai perencanaan produksi agregat, yaitu proses perencanaan pada level taktis yang berfungsi menyelaraskan permintaan pasar dengan kemampuan produksi perusahaan secara menyeluruh.
Posisi S&OP dalam Kerangka Manufacturing Planning and Control (MPC)
Dalam sistem Manufacturing Planning and Control (MPC) atau MRP II, S&OP berada pada level menengah (tactical level), di antara:
-
Level Strategis → Strategi bisnis dan pemasaran
-
Level Taktis (S&OP) → Perencanaan agregat
-
Level Operasional → Master Production Schedule (MPS) dan eksekusi produksi
S&OP berfungsi sebagai jembatan (bridge) yang memastikan strategi jangka panjang dapat dieksekusi melalui rencana produksi yang realistis dan terukur.
Tujuan Utama Sales and Operations Planning
Tujuan utama dari S&OP antara lain:
-
Menyelaraskan permintaan (demand) dan pasokan (supply)
-
Menjaga keseimbangan antara target penjualan dan kapasitas produksi
-
Menghindari kelebihan atau kekurangan produksi
-
Menjadi alat koordinasi lintas fungsi dalam perusahaan
-
Menjadi dasar pengambilan keputusan operasional yang lebih akurat
Dengan kata lain, S&OP membantu perusahaan agar apa yang direncanakan secara strategis benar-benar bisa diwujudkan di lapangan.
Fungsi Kunci S&OP: Integrasi, Koordinasi, dan Komunikasi
S&OP memiliki tiga fungsi utama yang saling berkaitan:
1. Integrasi
S&OP mengintegrasikan berbagai fungsi dalam perusahaan, seperti:
-
Pemasaran dan penjualan
-
Produksi dan operasi
-
Engineering
-
Keuangan
Tanpa integrasi ini, setiap fungsi akan berjalan sendiri-sendiri dan berpotensi menimbulkan konflik antar departemen.
2. Koordinasi
Melalui S&OP, setiap departemen memahami:
-
Target yang ingin dicapai
-
Keterbatasan sumber daya
-
Prioritas produksi
Koordinasi ini mencegah keputusan sepihak yang bisa merugikan kinerja perusahaan secara keseluruhan.
3. Komunikasi
S&OP menjadi sarana komunikasi resmi antar fungsi untuk menyepakati rencana produksi, kapasitas, dan target penjualan secara periodik.
Hubungan S&OP dengan Demand Management
S&OP merupakan bagian penting dari demand management, yaitu pengelolaan permintaan pasar agar sesuai dengan kemampuan perusahaan.
Dalam demand management terdapat beberapa aktivitas utama:
-
Forecasting (peramalan permintaan)
-
Order management
-
Available-to-Promise (ATP)
-
Capacity-to-Promise (CTP)
S&OP membantu perusahaan menyeimbangkan permintaan yang diproyeksikan dengan kapasitas nyata yang tersedia.
Horizon Waktu dalam S&OP
S&OP biasanya menggunakan horizon waktu menengah, yaitu:
-
3 hingga 18 bulan
-
Umumnya dilakukan review setiap 3–8 bulan
Horizon ini lebih detail dibandingkan perencanaan strategis, namun belum sedetail perencanaan operasional harian.
Hierarki Produk dalam S&OP
Dalam S&OP, perencanaan dilakukan pada tingkat agregat, bukan item detail. Hierarki produk umumnya terdiri dari:
-
Family product → kelompok produk sejenis
-
Item → produk jadi individual
-
Component/part → bagian penyusun produk
S&OP berfokus pada family product, sedangkan detail item akan dibahas pada level MPS.
Strategi Produksi dalam S&OP
Terdapat beberapa strategi utama dalam perencanaan produksi agregat:
1. Level Strategy
Produksi dijaga relatif konstan, mengikuti rata-rata permintaan. Kelebihan atau kekurangan permintaan ditangani melalui persediaan.
Kelebihan:
-
Stabilitas tenaga kerja
-
Operasi lebih terkendali
Kekurangan:
-
Biaya persediaan bisa tinggi
2. Chase Strategy
Produksi mengikuti fluktuasi permintaan secara langsung.
Kelebihan:
-
Persediaan rendah
-
Responsif terhadap pasar
Kekurangan:
-
Ketidakstabilan tenaga kerja
-
Biaya penyesuaian tinggi
3. Hybrid Strategy
Kombinasi antara level dan chase strategy, sering digunakan dalam praktik karena lebih fleksibel.
Peran Kapasitas dalam S&OP
S&OP selalu diiringi dengan validasi kapasitas, yaitu memastikan bahwa:
-
Kapasitas mesin
-
Tenaga kerja
-
Jam kerja
-
Opsi lembur atau subkontrak
benar-benar mampu mendukung rencana produksi yang dibuat.
Tanpa validasi kapasitas, rencana produksi berisiko tidak dapat dieksekusi.
Peran Persediaan dan Subkontrak
Dalam S&OP, persediaan dan subkontrak sering digunakan sebagai alat penyeimbang:
-
Persediaan (inventory) berfungsi sebagai buffer
-
Subkontrak digunakan saat kapasitas internal tidak mencukupi
Keduanya memiliki implikasi biaya sehingga harus dipertimbangkan secara matang.
S&OP untuk UMKM dan Startup
S&OP tidak hanya relevan untuk perusahaan besar. UMKM dan startup juga dapat menerapkan prinsip S&OP secara sederhana, seperti:
-
Peramalan permintaan berbasis data historis
-
Penyesuaian kapasitas tenaga kerja
-
Pengelolaan persediaan yang lebih disiplin
Tujuannya tetap sama, yaitu menghindari ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan.
S&OP dan Isu PHK Tenaga Kerja
S&OP dapat membantu meminimalkan PHK dengan:
-
Perencanaan kapasitas yang lebih akurat
-
Penjadwalan kerja yang fleksibel
-
Pemanfaatan subkontrak dan lembur secara terukur
Namun, dalam kondisi tertentu, keputusan pengurangan tenaga kerja tetap bisa terjadi sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang.
Kesimpulan
Sales and Operations Planning (S&OP) merupakan elemen krusial dalam sistem perencanaan manufaktur. S&OP berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan strategi bisnis dengan realitas operasional.
Melalui S&OP, perusahaan dapat:
-
Menyelaraskan demand dan supply
-
Mengintegrasikan fungsi-fungsi organisasi
-
Menghasilkan rencana produksi yang realistis dan dapat dieksekusi
Dengan penerapan yang konsisten, S&OP menjadi alat penting untuk menjaga keberlanjutan dan daya saing perusahaan.
Sumber Referensi
-
Arnold, J.R.T., Chapman, S.N., & Clive, L.M. Introduction to Materials Management. Pearson.
-
Stevenson, W.J. Operations Management. McGraw-Hill.
-
Vollmann, T.E., Berry, W.L., Whybark, D.C., & Jacobs, F.R. Manufacturing Planning and Control for Supply Chain Management.
-
APICS Body of Knowledge – Sales and Operations Planning.