Revitalisasi Pendidikan: Radio Suara Edukasi UMY sebagai Solusi KBM Daring

Dipublikasikan oleh Dimas Dani Zaini

23 Februari 2024, 16.08

Sumber: kompas.com

Sekolah saat ini terpaksa melakukan proses belajar mengajar (TLA) dari rumah. Faktanya, situasi ini sudah berlangsung hampir satu tahun. Tentu saja kondisi ini membawa tantangan dan kebosanan baik bagi guru maupun siswa. Meski teknologi yang ada bisa kita manfaatkan, namun juga terkendala dengan belum meratanya distribusi jaringan internet di setiap daerah.

Akibat situasi tersebut, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berusaha memberikan solusinya.

Mulai Mengajar . Voice Radio

Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP3M) binaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Muhammadiyah Mengajar meluncurkan channel dan studio Radio Suara Edukasi di Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Penggung, Kokap, Kulonprogo, DIY. Solusi ini dinilai terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat untuk mengatasi permasalahan sekolah online.

"Solusi yang diusulkan dinilai terjangkau dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat khususnya Kulonprogo dengan radio Suara Educas," jelas Rektor UMY dr. Pergi. Gunawan Budiyanto, demikian keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (19 Februari 2021).

Jangkauan internet belum merata

SDN Pengung dipilih karena wilayah sekitar SD Pengung tidak memiliki jangkauan jaringan internet yang memadai. “Jadi ini peluang yang sangat bagus sebagai sarana pengajaran di era (pandemi) ini,” tambah Gunawan. Radio Suara Edukas dengan slogan School in the Air tersedia di jaringan 107,8 MHz.

Sementara Direktur SD Muhammadiyah Penggung Ririn Agustian menambahkan, program Radio Suara Edukas menjadi angin segar bagi para guru SD Muhammadiyah Penggung. Karena dapat memberikan kesempatan belajar baru bagi siswa. Benar, banyak siswa yang mengeluhkan kondisi pembelajaran saat ini. Jadi ini menjadi angin segar bagi kami untuk menjadikan Rádio Suara Edukas sebagai sarana pembelajaran baru, kata Ririn.

Inilah yang menarik minat masyarakat

Pada Di sisi lain, keberadaan Rádio Suara Edukas menjadi salah satu daya tarik masyarakat, karena Radio Suara Edukasi dimasukkan sebagai program ekstrakurikuler baru. “Agar pelajar berusaha menjadi penyiar,” tambah Ririn.

UMY Muhammadiyah Mengajar KKN 01, kelompok yang dihadirkan di SD Penggung Muhammadiyah bertugas membuat program edukasi melalui radio. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan mahasiswa menciptakan karya-karya baru bersama Radio, tidak hanya sebagai sarana pembelajaran saja.

Disadur dari Artikel : kompas.com