Resmikan Penataan Kawasan Pulau Rinca di TN Komodo, Presiden Joko Widodo Ingatkan soal Kebersihan Kawasan

Dipublikasikan oleh Siti Nur Rahmawati

29 Juli 2022, 23.07

daelpos.com

Labuan Bajo - Presiden Joko Widodo resmikan Penataan Kawasan Pulau Rinca dari sekian banyak spot pariwisata di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Prosesi peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Presiden Joko Widodo yang didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Kominfo Johny G. Plate, Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi di Pulau Rinca, Kamis(21/7/2022).

Presiden Joko Widodo menyampaikan pembangunan yang dilaksanakan di DPSP Labuan Bajo harus memberikan manfaat nyata bagi negara dan rakyat. “Saya kira semuanya harus dihitung dan terdapat rutenya. Target pertama Labuan Bajo 1 juta wisatawan sesuai kapasitas bandaranya,” ungkap Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo juga menyoroti kebersihan kawasan Labuan Bajo. “Ini harus dijalankan bersama-sama, jangan sampai terdapat sampah di mana-mana. Hal-hal kecil seperti itu yang akan diingat terus oleh para wisatawan, mereka kembali atau tidak disebabkan hal seperti itu. Keramahan kita melayani wisatawan juga menentukan,” ungkap Presiden Joko Widodo.

Peningkatan ekonomi berbasis konservasi alam menjadi ciri khas untuk Labuan Bajo. Maka dari itu, pemerintah menata kawasan Pulau Rinca sebagai salah satu destinasi utama wisatawan untuk berjumpa dengan komodo.

“Untuk pariwisata (kita memiliki) Pulau Rinca, oleh karena itu kita benahi untuk wisatawan dan komodonya. Untuk konservasi kemarin sudah sepakat di Pulau Komodo dan Pulau Padar. Komodo di Pulau Komodo dan Pulau Rinca itu sama,” tutur Presiden Joko Widodo.

Penataan Kawasan Pulau Rinca tujuannya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pariwisata Taman Nasional Komodo di Loh Buaya, Pulau Rinca. Di samping manfaat pariwisata, penataan ini juga tujuannya untuk menjaga Outstanding Universal Value (OUV) warisan alam dunia.

Penataan Kawasan Pulau Rinca dilakukan pada tahun 2020 - 2022 dengan anggaran Rp. 113,85 milyar. Lingkup kegiatan penataan ini mencakup pembangunan dermaga dan pengaman pantai, elevated deck, guest house, kolam satwa dan museum.

Elevated deck dan bangunan penunjang lainnya dibangun dengan tinggi 2 meter agar tak mengganggu aktivitas komodo dan satwa lainnya yang melintas. Serta untuk melindungi keselamatan para pengunjung.

Menteri Basuki dalam tinjauannya menekankan pentingnya untuk melaksanakan penghijauan di Pulau Rinca. “Karena sifat tanahnya yang asam kami dapat menanam mangrove atau tanaman endemik lain, supaya Pulau Rinca ini lebih hijau,” ungkap Menteri Basuki.


Disadur dari sumber pu.go.id

Artikel lainnya