PT Gudang Garam dan Sejararhnya

Dipublikasikan oleh Farrel Hanif Fathurahman

09 Maret 2024, 02.58

Kantor pusat PT Gudang Garam di Kediri - Wikipedia

PT Gudang Garam Tbk adalah produsen rokok dengan kantor pusat di Kediri. Untuk mendukung operasinya, perusahaan memiliki pabrik di Kediri, Gempol, Karanganyar, dan Sumenep, serta kantor perwakilan di Jakarta dan Sidoarjo hingga akhir tahun 2022.

Perusahaan ini dimulai pada tahun 1956 ketika Tjoa Ing-Hwie atau Surya Wonowidjojo membeli lahan sekitar 1.000 meter persegi milik Muradioso di Jl. Semampir II/l, Kediri. Tjoa Ing-Hwie kemudian mulai membuat rokok sendiri di atas lahan tersebut. Dia memulai dengan rokok kretek dari kelobot dengan merek Inghwie, dan setelah beroperasi selama dua tahun, pada tanggal 26 Juni 1958, Tjoa Ing-Hwie mengubah nama perusahaannya menjadi Perusahaan Rokok Tjap Gudang Garam. Konon, Tjoa Ing-Hwie mendapatkan nama "Gudang Garam" dari mimpinya, dan perusahaan ini hanya mempekerjakan 50 orang pada awalnya.

Dengan ribuan pekerja dan kapasitas produksi 50 juta batang sigaret kretek tangan (SKT) per bulan pada tahun 1966, perusahaan ini telah menjadi produsen SKT terbesar di Indonesia. Perusahaan ini sempat kehilangan banyak karyawan karena krisis politik di Indonesia pada pertengahan tahun 60-an, tetapi ia cepat pulih. Perusahaan mengubah badan hukumnya menjadi firma (Fa) pada tahun 1969, dan kemudian kembali menjadi perseroan terbatas (PT) pada tanggal 30 Juni 1971. Pada tahun 1973, perusahaan mulai mengekspor barangnya ke luar Indonesia.

Perusahaan ini mempekerjakan 41.000 orang dan penjualan sebesar Rp 9,6 triliun pada tahun 1996 dan Rp 15 triliun pada tahun 2000. Perusahaan ini pernah menjadi perusahaan (konglomerasi) terbesar kelima di Indonesia pada tahun 1990-an. Perusahaan ini tidak terpengaruh oleh krisis keuangan Indonesia pada akhir 1990-an karena bergantung pada utang luar negeri. Selain itu, perusahaan ini mampu menghadapi berbagai masalah, seperti kehadiran BPPC yang mempengaruhi produksinya pada awal tahun 1990-an. Pada tahun 2001, perusahaan ini memiliki enam pabrik seluas 100 hektar dan lebih dari 40.000 karyawan.

Dengan pabriknya di Kediri, Sumenep, Karanganyar, dan Gempol, perusahaan ini menguasai sekitar 21% pangsa pasar rokok nasional pada tahun 2017. Pada 4 Agustus 2017, Japan Tobacco asal Jepang secara resmi membeli semua saham PT Karyadibya Mahardika dan PT Surya Mustika Nusantara. Setelah akuisisi, ada spekulasi bahwa perusahaan ini akan digabungkan atau diakuisisi oleh Japan Tobacco, tetapi perusahaan ini selalu menolaknya.

Perusahaan ini mendirikan tiga anak usaha baru pada tahun 2021 untuk bekerja di bidang impor, distribusi, dan produksi rokok elektrik, tetapi tiga perusahaan tersebut belum beroperasi. Perusahaan mendirikan PT Surya Kerta Agung pada tahun 2022 untuk berekspansi ke bisnis pengelolaan jalan tol. Selain itu, pada tahun yang sama, perusahaan menyuntikkan modal sebesar Rp 1 triliun ke PT Surya Dhoho Investama untuk mengelola Bandara Dhoho di Kediri.

Disadur dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Gudang_Garam