Prospek Positif Industri Keramik Nasional di Tengah Tantangan

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

29 Februari 2024, 08.37

Sumber: kontan.co.id

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Asosiasi Industri Keramik (Asaki) melaporkan, pencapaian Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang naik menjadi 55,3 pada Mei 2021, sejalan dengan kinerja industri keramik dalam negeri yang tumbuh baik.

Tingkat lapangan kerja di industri keramik dalam negeri mendekati 75% pada kuartal pertama tahun 2021, dan akan meningkat menjadi 78% pada Juni 2021. Hasil ini menunjukkan bahwa kebijakan stimulus harga gas mendekati $6 per anus. MMBTU bagi industri keramik sangat bermanfaat dan menyita waktu.

Meski mendapat bantuan paket stimulus harga gas untuk sektor industri, pengusaha keramik masih menghadapi tantangan akibat dampak pandemi COVID-19 dan maraknya impor. Pada periode Januari-Mei 2021, angka impor meningkat sebesar 24%, disebabkan oleh produk keramik asal Tiongkok yang meningkat hampir 50%..

“Asaki berharap perhatian pemerintah dapat membangkitkan kembali industri keinsinyuran nasional dengan memperluas Badan Teknik Mesin (BMPT) lebih dari 30%,” kata Presiden Asaki Eddie Suyanto dalam keterangan Contan, Jumat (18/6).

Selain dukungan stimulatif harga bensin, industri semen juga mendapat manfaat dan pulih dari pandemi ini. kapasitas dan dukungan pemerintah yang kuat khususnya Kementerian Perdagangan, Perindustrian dan Energi Tak Terpisahkan 

Dukungan pemerintah tersebut diwujudkan pada Kamis, 17 Juni 2021 melalui kemitraan dunia usaha dalam hal ini MoU antara Asaki dan Real Estate Indonesia (REI) , dipimpin oleh perwakilan Asaki yang dipimpin oleh Kementerian Perdagangan, Perindustrian dan Energi.Penandatanganan perjanjian kerjasama dengan pengembang real estate.

Hal ini merupakan suatu hal yang luar biasa dan merupakan bukti upaya Kementerian Perindustrian dalam membantu menghidupkan dan memperkuat industri keramik dalam rangka substitusi produk impor.

Kolaborasi antara Kementerian Keuangan, Perindustrian dan Energi Asaki dengan pengembang dan asosiasi real estate Indonesia diharapkan dapat menandai titik balik kebangkitan industri keramik dan membantu mengurangi penurunan impor dan ekspor serta keuntungan. penjualan telah mencapai $1,1 miliar selama lima tahun terakhir.

“Asaki juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR dan BUMN yang telah menggalakkan penggunaan material konstruksi lokal seperti produk keramik, alat kebersihan, dan ubin keramik pada proyek konstruksi dan perumahan,” jelas Edy.

Beliau juga menyampaikan bahwa industri keramik merupakan industri strategis dengan produk yang rata-rata tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) lebih dari 85%.

Industri keramik siap memenuhi segala kebutuhan dan keinginan rumah karena didukung dengan kapasitas produksi yang besar yaitu 550 juta meter persegi setiap tahunnya, produk dengan desain dan teknologi baru, harga yang kompetitif serta layanan purna jual yang lebih baik. produk apa lagi.. tidak. impor.

Disadur dari: https://industri.kontan.co.id/news/asaki-yakin-industri-keramik-nasional-masih-punya-prospek-positif