Proses Produksi Cangkir Keramik: Tahapan Langkah dari Pemilihan Bahan Baku hingga Finishing yang Teliti

Dipublikasikan oleh Cindy Aulia Alfariyani

30 April 2024, 10.15

Sumber: pixabay.com

Cangkir keramik adalah pilihan populer untuk minum kopi, teh, atau minuman lainnya. Mug ini terbuat dari berbagai bahan keramik, termasuk porselen, porselen tulang, dan gerabah.

Proses pembuatan mug keramik dapat dibagi menjadi beberapa langkah berikut:

Persiapan Bahan Baku

Langkah pertama adalah menyiapkan bahan baku. Bahan baku yang paling umum untuk mug keramik adala

  • Tanah liat porselen: Tanah liat Cina adalah tanah liat berbutir halus dengan kandungan kaolin yang tinggi. Ini adalah jenis tanah liat yang paling umum digunakan untuk membuat mug keramik.
  • Tanah Liat Cina Tulang: Tanah liat cina tulang adalah jenis tanah liat porselen yang mengandung abu tulang giling. Tanah liat ini dikenal karena kekuatan dan daya tahannya.
  • Tanah Liat Gerabah: Tanah liat gerabah adalah jenis tanah liat yang rendah kaolin. Harganya lebih murah daripada tanah liat porselen dan sering digunakan untuk membuat mug dekoratif.

Bahan-bahan mentah dicampur bersama dalam proporsi yang diinginkan untuk membentuk bubur keramik. Bubur tersebut kemudian dilewatkan melalui pug mill untuk menghilangkan gelembung udara dan memastikannya tercampur rata.

Pembentukan

Langkah berikutnya adalah membentuk bubur keramik ke dalam bentuk yang diinginkan. Ada beragam metode pembentukan yang bisa digunakan, termasuk:

  • Melempar: Melempar adalah metode tradisional untuk membentuk cangkir keramik. Seorang pembuat keramik menggunakan roda untuk membentuk bubur keramik menjadi bentuk yang diinginkan.
  • Jugging: Jugging mirip dengan melempar, tetapi digunakan untuk membuat mug keramik yang lebih besar.
  • Pengepresan: Pengepresan adalah metode pembentukan cangkir keramik dengan cara menekan bubur keramik ke dalam cetakan.
  • Cetakan Injeksi: Pencetakan injeksi adalah metode pembentukan mug keramik dengan menyuntikkan bubur keramik ke dalam cetakan.

Pengeringan

Mug keramik yang telah dicetak kemudian dikeringkan untuk menghilangkan kelembaban yang tersisa. Proses pengeringan dapat memakan waktu beberapa hari atau minggu, tergantung pada ukuran dan ketebalan mug.

Pemanggangan

Mug keramik yang sudah kering kemudian dibakar dalam tungku pembakaran. Proses pembakaran menyebabkan keramik mengeras dan menjadi tahan lama. Suhu pembakaran biasanya berkisar antara 1.200 hingga 1.400 derajat Celcius (2.192 hingga 2.552 derajat Fahrenheit).

Glazur

Cangkir keramik yang telah dibakar kemudian diglasir. Glasir adalah lapisan kaca yang diaplikasikan pada permukaan cangkir. Glasir dapat memberikan hasil akhir yang halus dan mengkilap, atau dapat didekorasi dengan pola atau gambar.

Dekorasi

Mug keramik yang sudah diglasir kemudian dapat dihias. Dekorasi dapat diaplikasikan dengan lukisan tangan, sablon, atau metode lainnya.

Kontrol kualitas

Mug keramik diperiksa untuk kontrol kualitas sebelum dikemas dan dikirim. Proses pemeriksaan biasanya mencakup pemeriksaan keretakan, keripik, dan cacat lainnya.

Pengepakan

Mug keramik kemudian dikemas untuk pengiriman. Kemasan melindungi mug dari kerusakan selama pengiriman.

Finishing

Pembuatan mug keramik adalah proses kompleks yang membutuhkan kontrol yang cermat dan pengerjaan yang terampil. Dengan mengikuti prosedur yang tepat, mug keramik berkualitas tinggi dapat diproduksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Detail tambahan

  • Pemilihan dan pencampuran bahan baku: Pemilihan dan pencampuran bahan baku akan memengaruhi sifat-sifat mug keramik. Misalnya, menambahkan abu tulang ke tanah liat porselen akan meningkatkan kekuatan dan daya tahan mug.
  • Pilihan metode pembentukan: Pemilihan metode pembentukan akan mempengaruhi bentuk dan kualitas permukaan mug. Misalnya, melempar dapat digunakan untuk menghasilkan mug dengan bentuk yang rumit, sedangkan menekan lebih cocok untuk mug dengan bentuk yang sederhana.
  • Kontrol suhu pembakaran: Mengontrol suhu pembakaran akan memengaruhi kekuatan dan daya tahan cangkir. Contohnya, cangkir yang ditembakkan pada suhu yang terlalu rendah, bisa menjadi lemah dan rapuh.

Disadur dari: www.newwaterbottle.com