Profil PT Semen Baturaja

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

26 Februari 2024, 08.38

Sumber: Wikipedia

PT Semen Baturaja Tbk merupakan anak perusahaan Semen Indonesia yang bergerak di bidang manufaktur semen. Selain pabrik induk di Baturaja, perseroan juga memiliki pabrik penggilingan dan pengemasan semen di Palembang dan Panjang. Untuk menunjang bisnisnya, perseroan juga memiliki kantor perwakilan di Jakarta yang didirikan pada tahun 1974 sebagai perusahaan patungan antara Semen Padang (55%) dan Semen Gresik (45%). Pada tanggal 9 November 1979, 88% saham perusahaan tersebut resmi dimiliki oleh pemerintah Indonesia, sedangkan Semen Gresik dan Semen Padang hanya memiliki 7% dan 5% saham perusahaan tersebut. Karena mayoritas sahamnya milik negara, perusahaan ini juga berstatus perusahaan saham gabungan. Pada tanggal 15 Oktober 1991, pemerintah Indonesia resmi mengambil alih seluruh saham perusahaan ini. Pada tahun 1992, perusahaan ini meningkatkan kapasitas terpasangnya menjadi 500.000 ton semen per tahun.

Selain itu, perusahaan ini juga sedang melaksanakan proyek Optimasi I (OPT I) dalam waktu dua tahun untuk meningkatkan kapasitas terpasang menjadi 550.000 ton semen per tahun.Pada tahun 1996, perusahaan tersebut melaksanakan proyek Optimasi II (OPT II) dengan tujuan memproduksi 1,25 juta ton semen per tahun. OPT II akhirnya selesai dibangun pada tahun 2001. Sepuluh tahun kemudian, perseroan membangun pabrik produksi dan pengepakan semen baru dengan kapasitas 750.000 ton per tahun. Proyek tersebut akhirnya selesai pada Juli 2013, sehingga kapasitas terpasang perseroan bisa mencapai 2 juta ton per tahun. Pada tanggal 28 Juni 2013, perusahaan tersebut melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia. Pabrik Baturaja II berkapasitas 1,85 juta ton semen per tahun dibangun dengan dana hasil IPO. Pabrik ini dibangun pada tahun 2015 dan beroperasi penuh pada 01.09.2017. Dengan pabrik tersebut, perseroan memiliki total kapasitas produksi 3,85 juta ton semen per tahun. Pada tahun 2022, dewan direksi secara resmi akan menjual sebagian besar saham perusahaan tersebut. kepada Semen Indonesia (yang menjadi induk perusahaan Semen Padang dan Semen Gresik pada tahun 2014), sehingga perusahaan tersebut tidak lagi berstatus perusahaan saham gabungan.

PT Semen Baturaja Tbk memproduksi dua jenis semen:Ordinary Portland Cement (OPC) Tipe I Standar Indonesia: SNI 15-2049-2004American Standard: ASTM C 150-04aStandar Eropa: EN 197-1:444 Tipe I adalah jenis semen yang cocok untuk berbagai aplikasi beton yang tidak memerlukan persyaratan khusus.Ordinary Portland Cement (OPC) Tipe IIStandar Indonesia: SNI 2049:2015OPC Tipe II mempunyai keunggulan yaitu produk berkekuatan sedang; Kemampuannya sebagai bahan bangunan mampu menahan konsentrasi asam sulfat sedang (0,10 – 0,20%) dan panas pencairan sedang.Ordinary Portland Cement (OPC) Type VStandar Indonesia: SNI 2049:2015OPC Type V mempunyai keunggulan yaitu produk dengan ketahanan yang tinggi; Kapasitasnya sebagai bahan bangunan suatu benda dengan kandungan asam sulfat yang tinggi (lebih dari 0,2%).Portland Composite Cement (PCC)Standar Indonesia: SNI 15-7064-2004Standar Eropa: EN 197-1:2000 ( 42.5 Nand42.5 R)PCC digunakan baik pada bangunan secara umum maupun bila menggunakan nitrogen Portland. I dengan kuat tekan yang sama. PCC memiliki panas hidrasi selama proses pendinginan yang lebih rendah dibandingkan dengan semen Portland Tipe I, sehingga lebih mudah dalam pengerjaannya dan menghasilkan permukaan beton/plester yang lebih padat dan halus..

Disadur dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Semen_Baturaja