Profil Perusahaan Samsung

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

04 Maret 2024, 08.02

Sumber: Wikipedia

Grup Samsung (Hangul: Samsung; RR: Pengucapan Korea Samsung: [sɐmsʌ̹ŋ]; ditulis SɅMSUNG) adalah konglomerat multinasional yang berkantor pusat di Samsung Town, Seoul, Korea Selatan. Perusahaan ini memiliki banyak anak perusahaan, yang sebagian besar menjalankan bisnis dengan merek Samsung, dan perusahaan ini merupakan konglomerat terbesar di Korea.

Samsung didirikan sebagai perusahaan dagang oleh Lee Byung-cheol pada tahun 1938. Selanjutnya 30 tahun, perusahaan telah berkembang ke berbagai bidang, termasuk pengolahan makanan, tekstil, asuransi, keamanan dan ritel. Samsung kemudian memperluas bisnisnya ke industri elektronik pada akhir tahun 1960an dan industri konstruksi dan pembuatan kapal pada pertengahan tahun 1970an, dengan ketiga bidang ini menjadi fokus pertumbuhan perusahaan. Setelah kematian Ketua Lee pada tahun 1987, Samsung dibagi menjadi empat grup bisnis: Samsung Group, Shinsegae Group, CJ Group dan Hansol Group. Sejak tahun 1990, Samsung meningkatkan penjualan produknya di luar Korea. Secara khusus, telepon seluler dan produk semikonduktor kemudian menjadi sumber pendapatan utama. Hingga tahun 2020, Samsung memiliki nilai merek tertinggi kedelapan di dunia.

Anak usaha Samsung yang paling terkenal antara lain Samsung Electronics (perusahaan teknologi informasi, produsen elektronik konsumen, dan produsen chip dengan pendapatan terbesar di dunia pada tahun 2017), Samsung Heavy Industries (pembuat kapal dengan pendapatan terbesar kedua di dunia pada tahun 2010),, dan Samsung Engineering serta Samsung CandT (masing-masing merupakan perusahaan konstruksi terbesar ke-13 dan ke-36 di dunia). Anak usaha Samsung yang lain diantaranya Samsung Life Insurance (perusahaan asuransi jiwa terbesar ke-14 di dunia), Samsung Everland (operator Everland Resort, taman hiburan tertua di Korea Selatan), dan Cheil Worldwide (agen periklanan dengan pendapatan terbesar ke-15 di dunia pada tahun 2012).

Samsung memiliki pengaruh kuat pada perkembangan ekonomi, politik, media, dan budaya di Korea Selatan, serta menjadi pendukung utama di balik "Keajaiban di Sungai Han". Anak usaha Samsung memproduksi sekitar seperlima dari total ekspor Korea Selatan. Pendapatan Samsung pun setara dengan 17% PDB Korea Selatan yang sebesar $1.082 milyar.

Semua presiden di kursi C Level Samsung memiliki kekuasaan yang tanpa batas. Tidak heran jika karyawan Samsung kerap menganggap para Presiden perusahaan itu sebagai ‘dewa’.

Jumlah 20 presiden yang dianggap sebagai ‘dewa’ itu hanyalah 0,02 persen dari total karyawan yang ada di Samsung. Mereka merupakan manajemen kunci dan pembuat keputusan bisnis. Tidak heran jika mereka memiliki waktu lebih banyak di kantor dan berkutat dengan pemilik ‘kerajaan’ ketimbang di rumah bersama keluarga.

Etimologi
Menurut pendiri Samsung, arti dari kata Samsung (三星) dalam hanja Korea adalah "tiga bintang". Kata "tiga" merepresentasikan sesuatu yang "besar, banyak, dan kuat", sementara "bintang" berarti awet, seperti halnya bintang di langit.

Sejarah
1938–1970.
Pada tahun 1938, Lee Byung-chul (1910–1987), anak dari keluarga pemilik tanah luas di Uiryeong, pindah ke Daegu dan mendirikan Samsung Sanghoe (삼성상회, 三星商會). Samsung pun mulai berbisnis sebagai sebuah perusahaan perdagangan dengan empat orang pegawai di Su-dong (kini Ingyo-dong). Perusahaan ini awalnya memperdagangkan ikan kering, mie, serta bahan makanan yang ditanam di daerah sekitar. Perusahaan inipun berkembang baik dan kemudian Lee memindahkan kantor pusat perusahaannya ke Seoul pada tahun 1947. Saat Perang Korea pecah, Lee terpaksa meninggalkan Seoul. Ia pun mendirikan sebuah pabrik gula di Busan dengan nama Cheil Jedang. Presiden Lee mendirikan Cheil Industries pada tahun 1954 dan membangun pabrik di Chimsan-dong, Daegu. Pabrik ini merupakan pabrik wol terbesar di Korea. Tuan sedang bekerja. Baca terus untuk menjadikan Samsung pemimpin di berbagai industri. Samsung memperluas bisnisnya ke sektor asuransi, keamanan, dan ritel, dan pada tahun 1947, pendiri Hyosung Group Cho Hong-jae berinvestasi di perusahaan baru bernama Samsung C&T Corporation (Samsung Corporation) dan pendiri Samsung Lee Byeong-cheol Perusahaan tersebut kini telah berkembang menjadi Samsung CandT Corporation. Beberapa tahun kemudian, Cho dan Lee berpisah karena perbedaan gaya manajemen. Samsung Group terpecah menjadi beberapa perusahaan, termasuk Samsung Group, Hyosung Group, dan Hankook Tire.

Pada akhir tahun 1960-an, Samsung Group memasuki industri elektronik. . Perusahaan ini juga mendirikan beberapa divisi terkait elektronik, antara lain Samsung Electronics Devices, Samsung Electro-Mechanics, Samsung Corning, dan Samsung Semiconductor Communications, serta mendirikan pabrik di Suwon. Produk elektronik pertama Samsung adalah televisi hitam putih.

1970–1990
Pada tahun 1980, Samsung mengakuisisi Hanguk Jeonja Tongsin asal Gumi dan resmi masuk ke industri perangkat keras telekomunikasi. Produk pertamanya adalah switchboard. Pabriknya kemudian dikembangkan menjadi pusat produksi telepon, LCD dan faksimili, yang lalu menjadi pusat produksi ponsel Samsung. Perusahaan ini telah memproduksi lebih dari 800 juta unit ponsel hingga saat ini. Samsung kemudian menggabungkan semua aktivitas bisnis yang terkait dengan elektronik ke Samsung Electronics pada dekade 1980-an.

Setelah Lee meninggal pada tahun 1987, Samsung Group dibagi menjadi lima grup bisnis, yakni Samsung Group, Shinsegae Group, CJ Group, Hansol Group, dan JoongAng Group. Shinsegae (toko diskon dan toserba) awalnya merupakan bagian dari Samsung Group, dan resmi dipisah dari Samsung Group pada dekade 1990-an, bersama dengan CJ Group (makanan/bahan kimia/hiburan/logistik), Hansol Group (kertas/telekomunikasi), dan JoongAng Group (media). Saat ini, semua grup tersebut bersifat independen dan bukan merupakan bagian ataupun terkait dengan Samsung Group. Salah satu perwakilan Hansol Group menyatakan bahwa, "Hanya orang yang tidak mengerti hukum yang dapat mempercayai hal yang aneh", dan menambahkan, "Saat Hansol dipisah dari Samsung Group pada tahun 1991, Hansol memutus semua jaminan pembayaran dan hubungan kepemilikan saham dengan Samsung." Salah satu sumber dari Hansol Group pun menegaskan bahwa, "Hansol, Shinsegae, dan CJ telah dikelola oleh manajemen tersendiri sejak resmi dipisah dari Samsung Group". Seorang pejabat Shinsegae juga mengatakan, "Shinsegae tidak memberikan jaminan harga untuk grup Samsung.".

Disadur dari https://id.wikipedia.org/wiki/Samsung