Profil Anak Usaha Kimia Farma, Phapros

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

17 April 2024, 08.07

PT Phapros Tbk (Wikipedia)

PT Phapros Tbk merupakan anak perusahaan Kimia Farma yang bergerak di bidang pembuatan produk farmasi. Hingga akhir tahun 2020, perusahaan telah memproduksi lebih dari 250 jenis obat, dan lebih dari 170 jenis obat telah dikembangkan secara internal (tanpa izin). Selain itu, industri farmasi lain bergantung pada perusahaan untuk memproduksi obat yang memenuhi kebutuhan dalam negeri melalui kontrak manufaktur bersama dan kebutuhan negara lain melalui ekspor bersama.

Sejarah

Perusahaan ini memulai sejarahnya sebagai bagian dari Oei Tiong Ham Concern (OTHC) dengan nama NV Pharmaceutical Process Industries. Pada tanggal 21 Juni 1954, kepemilikan perusahaan menjadi perseroan terbatas dengan nama “PT Paprosand”. Pada tahun 1961, menyusul keputusan Pengadilan Ekonomi Semarang, pemerintah secara resmi menyita aset OTHC di Indonesia. Pada tahun 1964, pemerintah mendirikan Rajawali Nusantara Indonesia untuk mengelola aset OTHC, termasuk perusahaan ini. Pada bulan Desember 2018, perusahaan ini tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada 27 Maret 2019, Kimia Farma menjual sebagian besar saham perseroan seharga Rp. Investasi sebesar US$1,36 triliun itu dilakukan dalam rangka rencana pemerintah membentuk holding BUMN yang bergerak di bidang farmasi.

Produk

Salah satu produk paling terkenal dari perusahaan ini artinya Antimo, obat dimenhidrinat buat mencegah mual, muntah, vertigo & mabuk selama perjalanan. Antimo pun sebagai salah satu merek unggulan dari perusahaan ini. Pada awal dasa warsa 2000-an, perusahaan ini meluncurkan 3 varian baru Antimo, yakni Antimo Anak (obat mabuk bepergian khusus anak-anak), Antimo Herbal (jamu masuk angin), & Antimo Minyak Kayu Putih.

Sumber: id.wikipedia.org