Produsen Pesawat Terbesar di Dunia: Menghadapi Tantangan dan Inovasi dalam Era Pandemi

Dipublikasikan oleh Dimas Dani Zaini

03 Mei 2024, 16.07

Sumber: kompas.com

Industri penerbangan dunia telah mengalami perkembangan pesat sejak zaman Wright bersaudara sebagai perintis pesawat terbang. Potensinya diperkirakan akan mencapai pangsa pasar sebesar 562 miliar dollar AS (Rp 8 kuadriliun) pada tahun 2022. Industri ini merupakan salah satu puncak teknologi dalam masyarakat modern, dengan tingkat inovasi yang signifikan, seperti efisiensi bahan bakar yang lebih baik pada pesawat komersial dan penggabungan fitur siluman pada jet tempur militer.

Namun, pasar penerbangan dunia menghadapi gangguan akibat pandemi Covid-19 yang telah mengganggu manufaktur, rantai pasokan, dan operasi penerbangan di seluruh dunia. Dalam sebuah laporan oleh Nuffield Research, diperkirakan sekitar 400.000 orang dari tenaga kerja industri penerbangan dunia kehilangan pekerjaan akibat penghentian operasional dalam masa penguncian. Pengiriman pesawat ke maskapai juga mengalami penurunan signifikan, hanya setengah dari jumlah yang semula diperkirakan, yaitu lebih dari 1000 pesawat.

Artikel ini membahas tentang lima produsen pesawat terbesar di dunia berdasarkan data tahun 2020. Peringkat kelima dipegang oleh Northrop Grumman Corporation, perusahaan teknologi pertahanan dan kedirgantaraan multinasional berbasis di Amerika Serikat. Perusahaan ini memiliki 90.000 karyawan dan berada di peringkat 96 dalam daftar Fortune 500. Northrop Grumman Corporation memiliki basis pelanggan di 25 negara dan menghasilkan produk seperti drone otonom tak berawak X-47B dan pembom siluman B2 Spirit.

Peringkat keempat ditempati oleh Boeing Co, perusahaan multinasional Amerika Serikat yang mengkhususkan diri dalam merancang, mengembangkan, dan memproduksi pesawat sipil dan militer, roket, dan satelit. Boeing Co memiliki basis pelanggan global dan sebelum pandemi Covid-19, perusahaan ini berada di peringkat kedua dalam industri kedirgantaraan. Namun, kecelakaan fatal yang melibatkan pesawat Boeing 737 Max serta dampak pandemi menyebabkan penurunan posisi perusahaan dalam daftar Fortune 500.

Pada peringkat ketiga terdapat Raytheon Technologies Corporation, produsen pertahanan dan kedirgantaraan internasional yang terbentuk setelah merger antara Raytheon Company dan United Technologies Corporation. Perusahaan ini memiliki 181.000 karyawan dan merancang serta memproduksi komponen untuk industri kedirgantaraan dan pertahanan. Pendapatan utama Raytheon Technologies berasal dari kontrak dengan Pemerintah AS.

Airbus SE menempati peringkat kedua sebagai produsen pesawat terbesar di dunia. Perusahaan ini adalah perusahaan kedirgantaraan multinasional yang merancang, mengembangkan, memproduksi, dan menjual pesawat sayap tetap dan sayap putar untuk sektor sipil dan militer. Airbus telah menjual ribuan unit pesawat komersialnya, terutama Airbus A320 yang terkenal. Perusahaan ini memiliki pelanggan komersial seperti Delta Airlines, Jetblue Airways, dan IndiGo.

Peringkat pertama diduduki oleh Lockheed Martin Corporation, perusahaan AS yang bergerak dalam merancang, menguji, memproduksi, dan menjual teknologi kedirgantaraan dan pertahanan. Lockheed Martin menjadi produsen kedirgantaraan terbesar berdasarkan pendapatan pada tahun 2020, mengalahkan Boeing dan Airbus. Perusahaan ini memiliki karyawan sekitar 110.000 orang dan fokus utamanya adalah melayani Pemerintah AS, terutama Departemen Pertahanan, CIA, dan NASA. Produk unggulan Lockheed Martin termasuk pesawat SR71 Blackbird yang memiliki kecepatan dan ketinggian terbang yang mengesankan.

Meskipun industri penerbangan dunia menghadapi tantangan akibat pandemi Covid-19, produsen pesawat terbesar ini tetap berperan penting dalam mengembangkan dan memproduksi pesawat-pesawat inovatif untuk memenuPermintaan pesawat komersial mengalami penurunan yang signifikan akibat pandemi COVID-19. Banyak maskapai penerbangan mengurangi pesanan atau menundanya karena penurunan jumlah penumpang dan penggunaan pesawat yang terbatas. Beberapa produsen pesawat telah mengalami dampak yang cukup besar akibat penurunan permintaan ini.

Namun, produsen pesawat terus melakukan inovasi dan pengembangan untuk menghadapi tantangan ini. Mereka berfokus pada efisiensi bahan bakar yang lebih baik, teknologi yang lebih ramah lingkungan, dan peningkatan dalam hal keamanan dan kenyamanan penumpang. Selain itu, mereka juga memperluas portofolio produk mereka, misalnya dengan mengembangkan pesawat berbadan lebar untuk memenuhi kebutuhan pasar yang berubah.

Selain produsen pesawat terbesar yang disebutkan sebelumnya, ada juga produsen pesawat lain yang berperan penting dalam industri penerbangan, seperti Embraer (Brasil), Bombardier (Kanada), dan COMAC (China). Setiap produsen memiliki kekuatan dan spesialisasi tertentu dalam segmen pasar tertentu.

Secara keseluruhan, industri penerbangan terus beradaptasi dengan perubahan pasar dan tantangan yang dihadapi. Dalam jangka panjang, diperkirakan permintaan akan pulih seiring dengan pemulihan ekonomi global dan pemulihan sektor penerbangan setelah pandemi COVID-19. Produsen pesawat akan terus berperan penting dalam memenuhi kebutuhan akan transportasi udara yang aman, efisien, dan inovatif.

Sumber: kompas.com