PPnBM Diperpanjang DTP, Dorong Pertumbuhan Penjualan Mobil dan Produksi Komponen Otomotif

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

20 Maret 2024, 08.13

Sumber: Kemenperin.go.id

Tahun ini, pemerintah tetap memberikan potongan pajak penjualan Barang Mewah Milik Negara (PPnBM) untuk pembelian mobil antara Rp 200 juta hingga Rp 250 juta. Saat ini diskon 100% PPnBM DTP ditawarkan kepada kendaraan murah ramah lingkungan (LCGC).

"Menurut Menko Perekonomian, perpanjangan PPnBM itu presiden. DTP " Tapi Isi wilayahnya, ada persyaratan penjualan regional dan nilainya sedang dibahas oleh kelompok teknis,” kata Menteri Perindustrian dan Perdagangan Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Minggu (18/1), tarif PPnBM akan naik menjadi 1% pada triwulan II tahun 2022 dan 2% pada triwulan III tahun 2022. Ditetapkan sebagai % Proyek mobil ini diharapkan dapat diluncurkan dengan pajak barang mewah yaitu 3% selama tiga bulan terakhir Program PP 74/2021 ini 15% akan berdampak pada mobil dengan harga Rp 200 juta - Rp 250 juta, di Kuartal I pemerintah ambil insentif 50%, jadi masyarakat bayar PPnBM 7,5%, Q2 juga bayar diskon 15% all all .

Diskon PPnBM 100% ditawarkan untuk mobil yang dijual dengan batas 60%. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 120/2021, dengan ketentuan diskon PPnBM 100 persen untuk mobil dengan isi silinder di bawah 1.500 cc, diskon sebesar 50 persen untuk mobil dengan isi silinder 1.501-2.500 cc berpenggerak 4x2, dan potongan 25 persen untuk mobil berkapasitas sama dan berpenggerak 4x4.

Menperin menjelaskan, perpanjangan insentif PPnBM DTP untuk kendaraan LCGC dan mobil di bawah Rp250 juta akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan penjualan mobil produksi dalam negeri. Hal ini karena kendaraan penumpang di bawah Rp250 juta merupakan segmen andalan industri otomotif nasional yang perlu terus dikembangkan.

“Produk dengan segmen tersebut mendominasi pangsa pasar atau sesuai dengan daya beli masyarakat, yaitu sebesar lebih dari 60%. Juga memiliki rata-rata kandungan lokal yang tinggi, sehingga berpeluang menjadi basis ekspor untuk negara-negara berkembang,” paparnya.

Di samping itu, perpanjangan insentif PPnBM DTP, meskipun tidak sebesar tahun, kemarin akan mampu mengurangi shock penjualan kendaraan penumpang di masyarakat akibat kenaikan harga OTR yang sangat tinggi. Hal ini disebabkan tarif PPnBM segmen kendaraan penumpang kurang dari 10 orang berdasarkan PP 73/2019 sebesar 15% yang sebelumnya sebesar 10% berdasarkan PP 41/2013.

“Segmen LCGC dan mobil di bawah Rp250 juta sangat sensitif terhadap harga (price sensitive) sehingga sebelum adanya kepastian perpanjangan insentif PPnBM DTP ini masyarakat lebih memilih wait and see yang menyebabkan penurunan purchase order dalam beberapa minggu terakhir,” terangnya.

Kemenperin mencatat, kinerja penjualan mobil peserta PPnBM DTP tahun lalu pada periode Maret-Desember 2021 sebanyak 519 ribu unit atau meningkat sebesar 113% (275 ribu unit) dari periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini berkontribusi cukup besar terhadap pertumbuhan industri alat angkutan pada triwulan II dan III tahun 2021 masing-masing sebesar 45,2% (yoy) dan 27,8% (yoy).

Selain itu, dalam proses manufakturnya peserta program PPnBM DTP telah melibatkan sebanyak 319 perusahaan industri komponen Tier 1, dan tentunya hal ini mendorong peningkatan kinerja industri komponen Tier 2 dan 3 yang sebagian besar termasuk kategori industri kecil dan menengah (IKM).

“Dengan perpanjangan insentif PPnBM DTP tahun 2022 akan menjaga momentum pertumbuhan industri otomotif nasional sekaligus meningkatkan utilisasi dan kinerja sektor industri komponen otomotif termasuk IKM,” tegas Agus.

Apabila merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), terjadi peningkatan penjualan mobil secara wholesales (pabrik ke diler) maupun ritel (diler ke konsumen) pada 2021. Perdagangan grosir tumbuh sebesar 66,6% (tahun ke tahun) dan perdagangan eceran sebesar 49,2% (tahun ke tahun). Pada tahun 2021, total penjualan kendaraan (grosir) mencapai 887.200 unit dan penjualan kendaraan (retail) mencapai 863.359 unit.

Ketua Gaikindo Jongkie D Sugiarto menilai ada dampak positif dari mobil yang saya buat. . Insentif PPnBM tidak bisa dianggap remeh. “Kalau melihat volume penjualan sebelum dan sesudah Maret 2021, pengaruh PPnBM DTP sangat tinggi. Usulan sudah kami ajukan ke pemerintah melalui Kementerian Perindustrian,” ujarnya. .

Gaikindo masih menargetkan penjualan 900.000 unit mobil pada tahun 2022. Angka tersebut masih terbilang rendah sebelum pandemi, yang mencapai penjualan tahunan sebesar 1 juta unit.

Menurutnya, PPnBM Insentif mobil DTP akan mempengaruhi penjualan tahun ini.kerja. . Apalagi, insentif PPnBM tidak hanya bermanfaat bagi industri otomotif. Saya rasa industri otomotif, masyarakat dan pemerintah akan senang dengan keringanan pajak ini.

Disadur dari: https://kemenperin.go.id/artikel/23091/PPnBM-DTP-Dilanjutkan,-Kerek-Penjualan-Mobil-dan-Produksi-Industri-Komponen