Potensi Meningkat: Industri Otomotif Indonesia Siap Menggeliat Lebih Lanjut

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

19 Maret 2024, 09.17

Sumber: kontan.co.id

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Industri otomotif Indonesia berpotensi semakin sejahtera. Penjualan mobil kali ini tidak hanya dipengaruhi faktor penerapan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) 100%.

Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang digelar pada 11-21 November juga bisa menjadi pendongkrak penjualan mobil di dalam negeri.

Seperti diketahui, GIIAS 2021 akan diikuti 24 merek otomotif baik mobil penumpang maupun kendaraan niaga.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikind) Jonky Sugiarto mengatakan, ajang GIIAS 2021 kemungkinan akan semakin memberikan dorongan bagi penjualan mobil nasional.

“GIIAS merupakan ajang pameran dan promosi yang tentunya menjadi faktor pendukung penjualan,” tambah Jonkey, Rabu (13/10).

Menurut data Gaikindo, penjualan mobil dari pabrikan ke dealer (wholesales) mencapai 627.537 unit pada Januari hingga September 2021. Pada periode yang sama, sebanyak 600.344 mobil terjual dari dealer ke pelanggan (retail).

Jongkie pun menyambut positif kinerja penjualan mobil dalam negeri hingga akhir kuartal III 2021. Ia berharap perkiraan penjualan mobil nasional sebesar 750.000 unit dapat tercapai hingga akhir tahun.

Target tersebut dapat tercapai mengingat permintaan produk kendaraan baru terus meningkat dan selain GIIAS 2021, akan dilakukan pelonggaran PPnBM 100% untuk 29 jenis kendaraan pada akhir tahun 2021.

Sebenarnya bukan tidak mungkin target penjualan mobil Tanah Air pada akhir tahun 2021 bisa tercapai. Dengan asumsi tingkat penjualan mobil nasional pada kuartal III 2021 kembali meningkat pada kuartal IV 2021.

Selain itu, kebijakan PPKM dilonggarkan di berbagai tempat dan aktivitas perekonomian kembali aktif.

Sebagai catatan, pada triwulan III 2021, sebanyak 234.071 mobil dijual wholesales dan 212.500 mobil dijual retail.

Sementara itu, Anton Jimmy, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM), mengatakan sepanjang Januari hingga September 2021, penjualan ritel kendaraan Toyota mencapai 197.241 unit, meningkat 54% (dibandingkan periode yang sama tahun lalu).

Kontributor terbesar Toyota adalah unit mobil 7 penumpang diantaranya Toyota Avanza yang mencatatkan penjualan retail sebanyak 40.789 unit pada September 2021, disusul Toyota Rush sebanyak 36.336 unit dan Toyota Innova sebanyak 34.241 unit.

Model Toyota tidak 100% termasuk dalam program insentif PPnBM meraih penjualan optimal. Secara spesifik, Toyota Agya meraih penjualan ritel sebanyak 13.535 unit pada September 2021, meningkat 42% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada kuartal keempat tahun 2021, TAM akan melanjutkan upayanya untuk menawarkan lebih banyak pilihan produk baru kepada pelanggan, serta meningkatkan layanan berbasis digital melalui Toyota Official Store Solutions (TOSS). TAM juga menawarkan program pembelian mobil secara mudah melalui EZ Deal.

“Semua upaya tersebut kami wujudkan dalam satu paket produk dan layanan yang lengkap demi kemudahan penggunaan bagi pelanggan kami,” kata Anton, Rabu (13/10).

Toyota sendiri dipastikan akan mengikuti ajang GIIAS 2021. Keberadaan GIIAS dinilai dapat memudahkan Toyota memperpendek jarak dengan pelanggannya.

Toyota juga menyiapkan program dan inovasi terbarunya untuk dipilih masyarakat selama GIIAS 2021. Sayangnya, Anton belum bisa membeberkan lebih lanjut mengenai program yang dimaksud.

PT Honda Prospect Motor (HPM) juga mencatatkan penjualan mobil yang kuat. Sepanjang Januari hingga September 2021, penjualan kendaraan Honda di sektor retail mencapai 68.376 unit, meningkat 23% year-on-year.

Business Innovation and Marketing & Sales Director HPM, Yusaku Billy, mengatakan penjualan mobil Honda bisa tumbuh lebih tinggi pada kuartal keempat tahun 2021 meski pandemi COVID-19 masih berlangsung. Hal ini tentunya didukung dengan perpanjangan insentif PPnBM 100% hingga akhir tahun depan.

Diakuinya, tantangan seperti keterbatasan komponen mungkin muncul akhir tahun ini. Namun HPM kini mulai  mengatasi kendala tersebut dengan meningkatkan produksi dan mempercepat pengiriman kendaraan untuk memenuhi permintaan konsumen.

Disadur dari: https://newssetup.kontan.co.id/news/industri-otomotif-indonesia-berpotensi-semakin-menderu