PMI Sukabumi Jadi Tempat Uji Kompetensi Lembaga Sertifikasi Profesi

Dipublikasikan oleh Admin

12 April 2024, 04.28

Suasana pelatihan Pengendalian Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk para relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) PMI Kota Sukabumi dalam tangank Covid-19, Kamis (19/8). (ISTIMEWA)

Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi siap dijadikan tempat Uji Kapasitas (TUK) Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) PMI untuk mendorong sumber daya manusia yang berkualitas di berbagai bidang.tanggung jawab untuk terus mendukung program PMI Pusat seperti Pembentukan LSP PMI untuk meningkatkan sumber daya manusia dan keahlian PMI di berbagai layanan kemanusiaan,” kata Sukabumi. Ketua PMI Kota Sukabumi Suranto Sumowiryo di Sukabumi.

Menurut Suranto, PMI Kota Sukabumi mengumumkan kantor PMI siap dijadikan tempat uji kompetensi karena mendukung ketersediaan sumber daya, asesor, dan sumber daya yang berkualitas. Selain itu juga ketersediaan fasilitas lembaga untuk memenuhi tugas dan tanggung jawabnya dalam rangka sertifikat kompetensi baik secara internal maupun bagi mitra dan pemangku kepentingan. Mereka tak menyangka PMI pusat, khususnya LSP PMI, memberikan kepercayaan kepada PMI Kota Sukabumi untuk menunaikan tugas barunya, mencetak SDM berkualitas dengan berbagai keterampilan di bidang kemanusiaan.

Sementara itu, Kepala Unit Pusat, Badan Diklat PMI, Arifin Hadi mengatakan, tim LSP PMI merekomendasikan beberapa PMI daerah untuk menjadi bagian dari Tempat Uji Kompetensi (TUK), salah satunya PMI Kota Sukabumi. Selain itu, beliau yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Program LSP ini menilai TUK LSP PMI Kota Sukabumi telah memenuhi persyaratan 39 Skema Sertifikasi Profesi Pengelola terkait Krisis dan Pengurangan Resiko Bencana, Kesehatan dan Pendidikan.

Sukabumi Pemkot merupakan program percontohan modernisasi rumah tahan gempa, sehingga partai mendorong pengerjaan sistem sertifikasi berbasis masyarakat untuk pembangunan rumah tahan gempa. “Di masa pandemi COVID-19, PMI Kota Sukabumi menunjukkan hasil yang menggembirakan dalam mencegah penyebaran virus mematikan ini, sehingga kedepannya kita bisa menyasarnya dengan mengembangkan sistem pengawasan berbasis masyarakat (SBM),” ujarnya.

Disadur dari: news.republika.co.id