PLTMGU Lombok, Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas Uap Pertama di Indonesia yang Turut Menerangi Mandalika

Dipublikasikan oleh Wanda Adiati, S.E.

26 Februari 2022, 19.30

Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas Uap Lombok Peaker menjadi PLTMGU pertama di Indonesia.

Selain itu PLTMGU Lombok Peaker merupakan pembangkit listrik "Combined Cycle" pertama di Indonesia.

Lokasi PLTMGU Lombok Peaker ada di Tanjung Karang, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Setelah pembangunannya selesai pada pertengahan tahun 2020, pembangkit ini telah beroperasi penuh.


Kapasitas PLTMGU Lombok Peaker

PLTMGU Lombok Peaker terdiri dari 13 unit pembangkit gas engine yang terbagi menjadi 2 blok.

Tiap unit memiliki kapasitas 9,76 MW sehingga total daya yang dihasilkan sebesar 126.88 MW.

Jumlah ini masih ditambah dengan 10 MW yang diperoleh dari pemanfaatan uap panas yang diolah oleh sistem PLTU.

Listrik yang dihasilkan PLTMGU Lombok Peaker ini difungsikan untuk mendukung kebutuhan sistem kelistrikan PLN Lombok.

Bertambahnya pasokan listrik ini terutama untuk mendukung tumbuhnya pariwisata termasuk di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang merupakan destinasi super prioritas.


Sistem Combined Cycle PLTMGU Lombok Peaker

PLTMGU Lombok Peaker menggabungkan dua sistem proses pembakaran PLTMG dan PLTU yang menghasilkan siklus gabungan yang dikenal dengan istilah "Combined Cycle".

Kombinasi ini dilakukan agar proses produksi energi listrik ini dapat berjalan lebih efisien.

Manager PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara, Yuyun Mimbar Saputra menjelaskan bahwa proses kerja PLTMGU Lombok Peaker ini serupa dengan mesin yang digunakan pada sepeda motor atau mobil.

Sama-sama menggunakan jenis mesin pembakaran dalam (spark ignition combustion), perbedaan mesin PLTMGU ada pada gas engine yang tidak memerlukan proses pengabutan karena bahan bakar yang digunakan sudah berbentuk gas.

Selanjutnya, energi panas dan uap dari gas buang hasil pembakaran di gas engine (PLTMG) digunakan untuk menghasilkan uap yang digunakan sebagai fluida kerja pada turbin (PLTU).

Caranya adalah dengan memanaskan air di HRSG (Heat Recovery Steam Generator) yang nantinya akan menghasilkan uap jenuh kering.

Uap dari hasil HRSG inilah yang kemudian digunakan untuk memutar sudu (baling baling) yang selanjutnya menggerakkan turbin generator dan akhirnya menjadi energi listrik.


PLTMGU Lombok Peaker Ramah Lingkungan

PLTMGU Lombok Peaker menggunakan gas engine untuk proses pembakarannya dan bukan menggunakan gas turbine seperti PLTMGU pada umumnya.

Hal ini karena PLTMGU ini tidak menggunakan batubara sebagai bahan bakar untuk menghasilkan uap, namun memanfaatkan uap panas hasil dari gas engine.

Selain dari aspek bahan bakar, emisi gas buang PLTMGU juga selalu dimonitoring secara online dengan menggunakan peralatan CEMS (Continuous Emission Monitoring System).

Nilai emisi gas buang seperti SO2, NO2, total partikulat dan kepekatan dimonitoring dengan tujuan memastikan emisi yang dihasilkan PLTMGU Lombok Peaker masih dalam ambang batas standar yang telah ditetapkan.

Lebih detail, potensi polusi suara dari kebisingan yang ditimbulkan oleh radiator yang berfungsi sebagai sistem pendingin cukup minim.

Hal ini karena sistem pertukaran panas (heat exchanger) PLTMG Lombok Peaker menggunakan media air laut yang diolah terlebih dahulu dan bersirkulasi dalam siklus tertutup.

Tak heran pembangkit ini menjadi istimewa karena diproyeksikan menjadi pembangkit yang paling ramah lingkungan dan efisien dalam pengoperasiannya.


Sumber Artikel: kompas.com